Inovasi Teknologi

Mega Murapi

Mega Murapi Dapat Berbuah terus menerus dan cocok untuk ditanam didaerah dengan ketinggian 200 - 1000 m di atas permukaan laut

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Pantjar Simatupang, M.S.

Prof. (Riset). Dr. Ir. Pantjar Simatupang, M.S. Prof. (Riset). Dr. Ir. Pantjar Simatupang, M.S.adalah peneliti utama dibidang ekonomi pertanian, menekuni dan mendalami khusus di bidang Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Saat ini bekerja di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) pada kelompok Penelitian Analisis Kebijakan Pangan.

Pantjar Simatupang telah menulis lebih dari 150 karya tulis ilmiah baik yang terbit maupun tidak terbit, di dalam maupun di luar negeri, berupa artikel dalam jurnal ilmiah, majalah semi ilmiah, buku, bagian dari buku, prosiding, media masa populer (termasuk surat kabar) maupun berupa bahan pelatihan bagi calon atau asisten peneliti. Karya tulis beliau antara lain diterbitkan dalam jurnal ilmiah Bulletin of Indonesian Economic Studies (Australian National University), Agro Ekonomi (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia), Ekonomi dan Keuangan Indonesia (Indonesian Economic and Finance, Universitas Indonesia), Jurnal Agro Ekonomi (Universitas Gajah Mada), Mimbar Sosek (Institut Pertanian Bogor), Jurnal Ekonomi Analisis Ilmiah (Universitas Kristen Indonesia), Forum Statistik Badan (Pusat Statistik), Jurnal Ekonomi dan Pembangunan (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Jurnal Agro Ekonomi (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian), Jurnal Keuangan dan Moneter (Kementerian Keuangan), WARTAZOA (Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan), AARD Journal, JurnaL Badan Penelitiaan dan Pengembangan Pertanian, ANALISIS CSIS, Majalah Paangan (BULOG), Forum Agro Ekonomi (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian) dan Analisis Kebijkan (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian).

Pantjar Simatupang menyelesaikan pendidikan Strata 1 di Fakultas Perikanan IPB (Ir. 1978), dan gelar magister sains Ekonomi Pertanian Sekolah Pasca Sarjana IPB (MS, 1978). Dia memperoleh gelar Doktor Ekonomi pada tahun 1986 dari Iowa State University, Ames, Iowa, Amerika Serikat. Selama bekerja, ia mengikuti berbagai pelatihan di dalam maupun di luar negeri, antara lain Pelatihan Peningkatan Kemampuan Diplomasi dan Negosiasi Internasional dan economic analysis of agricultural research.

Selain sebagai peneliti, Pantjar Simatupang juga pernah menduduki jabatan struktural, yaitu: Pejabat Kepala Sub Bidang Publikasi Pusat Penelitian Agro Ekonomi (1981-1984), Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (2002-2005) dan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pembangunan Pertanian (2010-sekarang).

Sebagai peneliti, Pantjar telah berpartisipasi aktif dalam lebih dari 50 kegiatan penelitian, baik sebagai ketua, anggota maupun nara sumber Tim Peneliti, baik sebagai kegiatan penelitian internal unit kerja tempatnya bekerja maupun sebagai kegiatan kerjasama antar lembaga penelitian pemertintah maupun swasta, kerjasama dengan lembaga non-penelitian pemerintah maupun swasta, perguruan tinggi, di dalam maupun di luar negeri. Kerjasama penelitian internasional antara lain dilakukan dengan Institute of Developing Ecomies, Tokyo, Japan; International Rice Research Institurte (Los Banos, Philippines); International Food Policy Research Institute, Washington, USA); Food and Agriculture Organization, Rome, Italy; Pacific Economic Cooperation Conference (PECC) - Center for Agricultural Policy Studies, Massey University, New Zealand; UN-ESCAP CGPRT Centre.

Pantjar pernah menjadi ketua atau anggota Dewan Redaksi maupun mitra bestari pada sejumlah majalah ilmiah dan semi-ilmiah nasional maupun internasional seperti Jurnal Agro Ekonomi (Pusat Sosial Ekonomi Pertanian), Jurnal Ekonomi Analisis Ilmiah (Universitas Kristen Indonesia), Majalah Pangan (Bulog) dan Journal of Productivity Analysis. Dia juga menjadi ketua atau anggota Dewan Editor cukup banyak buku, prosiding seminar, dan buku bunga rampai. Pantjar Simatupang aktif berpartisipasi dalam kegiatan simposium, seminar, konferensi, workshop, maupun pertemuan, baik sebagai invited speaker, pemakalah, ataupun peserta, di tingkat nasional maupun internasional. Pertemuan ilmiah internasional yang dia ikuti antara lain di di negara Amerika, Swiss, Belanda, Jerman, Jepang, Korea, PR-China, Filipina, India, Thailand, Vietam, Australia, New Zealand, Tonga, Vanuatu, Fiji dan Papua Nugini. Di tingkat nasional, ia sering diundang sebagai pemakalah undangan, nara sumber atau pembicara dalam berbagai seminar, workshop, atau forum ilmiah lainnya yang diselenggarkan oleh berbagai Kementerian, LPND atau swasta dan organisasi kemasyarakatan.

Jabatan Ahli Peneliti Utama diperaoleh pada tahun 1994 dan dikukuhkan sebagai profesor Riset pada tahun 2006, dengan judul orasi “Industrialisasi Pertanian sebagai Strategi Agrobisnis dan Pembangunan Pertanian”.

Penghargaan yang pernah diterima Pantjar Simatupang atas prestasi dan sumbangsihnya dalam bidang penelitian bagi pembangunan Pertanian, yaitu : (1) Peneliti Berprestasi dari Menteri Pertanian RI (1994); (2) Penghargaan Ketahanan Pangan (2006); (3) Satya Lencana Karya Satya 20 tahun, 2004, dari Presiden Republik Indonesia, (4) Instruktur Pelatihan Terbaik, Pusat Penelitian Agro Ekonomi (1991); (5) Penulis Bahan Pelatihan Terbaik, (6) Pusat Penelitian Agro Ekonomi (1991).

Pantjar Simatupang, Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Jl. Jend A. Yani No. 70 Bogor 16161, Telp. 0251-8333964, Faksimile 0251-8314496, Email: pantjars@yahoo.com,

Berita

  • Mineral Blok Plus Untuk Penggemukan Sapi

    24 Apr

    mineral_blok Pakan pada ruminansia dapat diberikan dalam berbagai bentuk, salah satunya bentuk padat. Pakan padat dalam bentuk multimineral block memiliki banyak keuntungan seperti mudah dibawa, mudah digunakan dan disimpan, serta lebih efisien dibandingkan metode pemberian mineral lainnya seperti dalam air minum. Pemberian mineral yang lebih efisien ini akan meningkatkan asupan mineral dan vitamin bagi ternak sehingga akan meningkatkan produksinya. Hal ini tentunya yang diharapkan oleh setiap pelaku usaha penggemukan. (berita lengkap)

  • Pengolahan Teh Botol Daun Gambir

    23 Apr

    Teknologi Pengolahan Daun Gambir merupakan salah satu hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balitbangtan. Pengolahan daun gambir menjadi teh botol merupakan diversifikasi olahan daun gambir yang dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan keluarga tani dan KWT (Kelompok Wanita Tani) sebagai pelaku usaha. Keluarga tani tidak hanya menerima hasil dari getah gambir tetapi juga dari teh botol. (berita lengkap)

  • Sawut Pisang, Sereal Sehat untuk Sarapan

    20 Apr

    Sawut Pisang Sarapan adalah waktu makan yang paling penting, meski sebagian besar orang melewatkannya untuk berbagai alasan. Tidak hanya memberikan energi untuk memulai aktivitas, ada banyak manfaat sarapan lainnya untuk kesehatan. (berita lengkap)

  • Kemiri Sunan Energi Alternatif Masa Depan

    19 Apr

    KemiriSunan Upaya pemerintah menanggulangi krisis energi dilakukan dengan cara mencari energi alternatif yang dapat diperbaharui (energi baru terbarukan) yang ramah lingkungan. Peranan energi baru dan terbarukan dalam kurun waktu 10 tahun kedepan ditargetkan meningkat paling sedikit 23%, sementara peran minyak bumi kurang dari 25%. Pada tahun 2050 peranan energi baru dan terbarukan meningkat paling sedikit 31%, sementara peranan minyak bumi menjadi kurang dari 20%. Salah satu sumber energi baru dan terbarukan tersebut adalah minyak dari kemiri sunan. (berita lengkap)

  • Alat Pengepras Tebu Mendukung Swasembada Gula

    18 Apr

    Alat Pengepras Tebu Salah satu usaha mendukung program swasembada gula nasional, dalam meningkatkan produktivitas tanaman tebu adalah dengan penanaman sistem kepras tebu (ratoon), yaitu memelihara sisa batang tebu setelah panen (ditebang) hingga tumbuh tunas dan menjadi tanaman tebu produksi. Hal ini dapat memperpendek waktu budidaya tebu, karena tidak perlu pengolahan tanah dan tanam tebu. (berita lengkap)

  • Lahan Kering dan Rawa Mendukung Terwujudnya Ketahanan Pangan

    17 Apr

    lahan rawa dan kering BOGOR ­- Rapat Koordinasi terkait Pengembangan Lahan Kering dan Rawa Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSLP) telah dilaksanakan dan dibuka oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman didampingi oleh Dr. Muhammad Syakir Kepala Balitbangtan. Pada sambutanya beliau mengatakan akan menyiapkan 20 juta hektar lahan kering dan rawa sebagai solusi permanen mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional di Indonesia, lahan tersebut diyakini memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif sebagai sumber pertumbuhan baru produksi pertanian. (16/4/2018) (berita lengkap)

Berita lainnya »