Inovasi Teknologi

Hipa 5 Ceva

Hipa 5 Ceva Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2. Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain IV dan VIII. Agak tahan terhadap penyakit tunggro. Tidak ditanam pada daerah endemik OPT.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Nur Richana, M.Si.

Prof. (Riset). Dr. Ir. Nur Richana, M.Si. Prof. (Riset). Dr. Ir. Nur Richana, M.Si. adalah peneliti utama di bidang Teknologi Pascapanen, saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen.

Selama berkarir sebagai peneliti, Nur Richana telah menghasilkan penelitian biofarm dari amprok jagung telah dipublikasikan sebanyak 118 karya ilmiah (104 publikasi ilmiah dalam bahasa Indonesia dan 14 publikasi ilmiah dalam bahasa Inggris).

Nur Richana memperoleh gelar S1 pada Fakultas Teknologi Pertanian Gadjah Mada (UGM) 1983, gelar magister bidang teknologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1977, dan gelar doktor bidang Industri Pertanian di IPB pada 2006.

Dalam rangka peningkatan kemampuan penelitian, pelatihan yang telah diikuti antara lain: pelatihan penelitian laboratorium di Sukamandi, nutrition and antinutrition for food crop di ICRISAT India, dan Food Technology di UPLB Filipina.

Berbagai kegiatan non struktural antara lain sebagai ketua kelompok peneliti bioproses, Ketua dewan redaksi Buletin Pascapanen, serta mitra bestari di Menara Perkebunan (Jurnal Penelitian Bioteknologi Perkebunan), Jurnal Teknologi Industri Pertanian (IPB), dan Jurnal Agritech (UGM).

Nur Richana merupakan profesor riset Kementerian Pertanian yang ke-105 yang dikukuhkan pada Desember 2012 dengan judul orasi “Teknologi Bioproses Jagung dan Ubikayu untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi. Penghargaan yang pernah diterima adalah Satya Lancana Karya Satya XX pada 17 September 2009 dan Peneliti Utama Berprestasi oleh Kementan pada 24 Juni 2011.

Pengalaman Riset : 1. Penelitian proses produksi xilanase dari bakteri alkalofilik, dan media xilan dari tongkol jagung (2001 - 2004) 2. Penelitian siklodektrin dari umbi garut (2002 - 2003) 3. Penelitian maltodekstrin dari umbi-umbian langka (2002 - 2003) 4. Penelitian sagu untuk makanan tradisional (mie) (2003 - 2004) 5. Produksi glukosa, gula kasava dan fruktosa skala pedesaan (2005 - sekarang).

Nur Richana, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Jalan Tentara Pelajar 12 Cimanggu, Bogor 16114; Telepon: 0251-8321762; Faksimile 0251-8350920; E-mail:bb_pascapanen@litbang.deptan.go.id, richana@yahoo.com; HP. 085714783511.

Berita

  • Menanti Padi Ciherang Wangi

    19 Peb

    Uji daya hasil pendahuluan padi Ciherang Wangi yang dilakukan di Sukamandi Padi Ciherang memiliki banyak keunggulan termasuk produktivitas yang tinggi, nasinya yang pulen dan ketahanan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit. Balitbangtan mengembangkan padi Ciherang yang disilangkan dengan padi aromatik seperti Pandanwangi sehingga terbentuk galur padi Ciherang yang memiliki aroma wangi. Untuk mempercepat proses seleksi, diaplikasikan bioteknologi marka molekuler. (berita lengkap)

  • Penanaman benih dan Penaburan Pupuk Lebih Cepat dan Efisien

    18 Peb

    Penanaman benih dan penabur pupuk buatan selama ini harus dikerjakan secara manual atau tugal (semi mekanis) yang membutuhkan waktu, tenaga kerja, serta biaya yang banyak dan kapasitas yang rendah. Penanaman secara mekanis merupakan cara yang lebih cepat dan efisien. (berita lengkap)

  • Perjalanan Jagung Hibrida di Indonesia

    16 Peb

    Jagung HIbrida Bima 19 Penelitian jagung hibrida di Indonesia diawali pada tahun 1950an oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. (berita lengkap)

  • Cara Praktis Mengidentifikasi Planlet dan Tanaman Kopi Hasil Embriogenesis Somatik atau Organogenesis

    15 Peb

    Gambar1Cara Penyediaan benih melalui kultur in vitro dapat melalui jalur embriogenesis somatik dan organogenesis. Pada tanaman kopi, penggunaan metode embriogenesis somatik lebih menguntungkan, karena jumlah lebih banyak, akarnya juga merupakan akar tunjang sama seperti perbanyakan benih melalui biji. Agar tidak terkecoh saat membeli benih hasil kultur in vitro sebaiknya pengguna mengetahui beberapa karakter morfologi yang terkait dengan tanaman yang dihasilkan secara embriogenesis somatik dan organogenesis. (berita lengkap)

  • Paket Inovasi Teknologi Veteriner Untuk Mendukung Upsus Siwab

    14 Peb

    inovasi BOGOR – Balitbangtan kembali luncurkan hasil inovasi teknologinya. Selasa (13/2/2018) di Bogor, Kepala Balitbangtan Dr. Muhammad Syakir mengenalkan paket teknologi veteriner untuk perbibitan sapi mulai dari penyiapan sapi sehat dengan paket pemeriksaan penyakit (medical checkup/MCU), vaksinasi pada sapi dara atau calon induk yang akan dikawinkan, deteksi birahi dan kebuntingan, serta vaksinasi pada masa kebuntingan untuk mencegah kematian dini pada pedet. (berita lengkap)

  • Mesin Penggulud Dan Pemasang Mulsa Plastik Siap Dikembangkan

    14 Peb

    Mesin Penggulud Dan Pemasang Mulsa Plastik Setiap teknologi yang dihasilkan perlu dilakukan uji lapang, hal ini bertujuan agar teknologi tersebut dapat memenuhi standar yang telah ditentukan. Pada mesin pembuat bedengan atau guludan dan mesin pemasang mulsa plastik telah dilakukan uji lapang dan Hasil dari uji lapang menunjukkan hasil sesuai yang diharapkan, sehingga teknologi ini dapat dikembangkan untuk tahap selanjutnya. (berita lengkap)

Berita lainnya »