Inovasi Teknologi

Inpari 14 Pakuan

Inpari 14 Pakuan Ketahanan terhadap hama agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, serta rentan terhadap biotipe 3. Ketahanan terhadap penyakit, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV dan agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe VIII, agak tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 133, rentan penyakit blas ras 073 dan 173, serta rentan terhadap virus tungro. Cocok ditanam di ekosistem sawah tadah hujan dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Endang Gati Lestari, M.Si.

Prof. (Riset). Dr. Endang Gati Lestari, M.Si. Prof. (Riset). Dr. Endang Gati Lestari, M.Si. adalah peneliti utama dibidang Bioteknologi Pertanian, saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.

Sebagai peneliti, Endang telah menghasilkan 102 karya tulis ilmiah, baik yang ditulis sendiri maupun ditulis bersama dengan peneliti lain, 11 diantaranya ditulis dalam bahasa Inggris. Yang bersangkutan aktif membimbing skripsi maupun Praktek Kerja Lapang mahasiswa S1 dan D3 dari Universitas Pakuan Bogor, IPB, UNTIRTA dan Universitas Kristen Satyawacana.

Endang memperoleh gelar Sarjana Biologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1984. Gelar Master diperoleh pada tahun 2001 dan gelar Doktor pada tahun 2005 dari Fakultas Biologi Institut Pertanian Bogor.

Kegiatan yang terkait dengan profesinya diantaranya sebagai penelaah di Majalah Menara Perkebunan (LRPI) (2005), Hayati (IPB) (2007), Biodiversitas (UNS) (2008), Indonesian Journal of Agronomi (2009-sekarang), Berita Biologi (LIPI) (2010-sekarang) dan Biotropa (Seameo Biotrop) (2009-sekarang).

Sebagai peneliti juga aktif sebagai anggota organisasi profesi antara lain: PERAGI, (1998-sekarang), PBPI, (1998-sekarang); PERIHIPHA, (1995-sekarang) dan MAKSI (2008-sekarang). Selain itu juga aktif dalam beberapa penelitian pada Riset Kompetitif.

Jabatan fungsional diperoleh Peneliti Utama Bioteknologi Pertanian tahun 2008, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 139/M tahun 2008 dan gelar profesor riset Kementerian Pertanian yang ke-104 yang dikukuhkan pada Desember 2012 dengan orasi “Pembentukan Galur Unggul Tanaman Melalui Peningkatan Keragaman Genetik dengan Metode Variasi Semiklonal”.

Endang Gati Lestari, Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Jalan Tentara Pelajar, No. 3A, Bogor 16111; Telepon: 0251-8337975-8339793; Faksimile: 0251-8321762; E-mail: bb_biogen@litbang.deptan.go.id, endang_gati@yahoo.com.

Berita

  • Yoghurt Powder Probiotik Sebagai Pangan Fungsional

    24 Jan

    Yoghurt Powder Perkembangan pangan fungsional di dunia semakin meningkat. Pangan fungsional semakin digemari, hal ini didasari atas meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat mulai dari menjaga pola makannya supaya terhindar dari berbagai penyakit degeneratif. (berita lengkap)

  • Gertam Cabai di Pekarangan, 25 Ribu Bibit Tiap Provinsi

    23 Jan

    SEMARANG – Kementerian Pertanian mencanangkan Gerakan Nasional Penanaman Cabai (Gertam Cabai) 50 juta pohon cabai di Pekarangan. Penanaman cabai di pekarangan merupakan salah satu solusi untuk membantu penyediaan cabai secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga dan untuk mengatasi tingginya fluktuasi harga cabai yang terjadi setiap tahun. (berita lengkap)

  • Jagung Ungu: Jagung Pangan Sehat

    23 Jan

    Jagung Ungu Jagung ungu atau dalam bahasa Spanyol dikenal dengan nama maiz morado adalah salah satu jenis varietas jagung yang masih belum populer khususnya di Indonesia. Warna ungu yang terdapat pada jagung ungu disebabkan oleh tingginya kandungan antosianin, khususnya jenis Chrysanthemin. Antosianin bersifat sebagai antioksidan di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya aterosklerosis, penyakit penyumbatan pembuluh darah. (berita lengkap)

  • Balitbangtan dan Kabupaten Bangka Kerjasama Tingkatkan Produksi Padi Ladang

    21 Jan

    BANGKA – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) jalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait penelitian, pengembangan dan inovasi pertanian di Kabupaten Bangka. (berita lengkap)

  • TSP Natar Mendukung Swasembada di Lahan Kering Masam

    20 Jan

    BANDAR LAMPUNG – Taman Sains Pertanian (TSP) Natar, merupakan TSP yang difokuskan untuk mendukung upaya pencapaian swasembada padi, jagung, dan kedelai khususnya di lahan kering masam. Potensi Lahan kering masam di Indonesia sekitar 104.613.900 ha atau 72,4% dari total lahan kering atau 54,8% dari luas daratan Indonesia. (berita lengkap)

  • Lahan Ladang untuk Padi Gogo

    20 Jan

    ladang padi gogo Pengolahan tanah harus disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan di olah. Lahan yang akan diolah tergantung kepada tipe penggunaannya. Lahan-lahan tersebut dapat meliputi lahan perladangan berpindah (shifting cultivation), yaitu hutan atau semak belukar ditebang dan dibakar lalu ditanami. Setelah 2-3 tahun kesuburan tanahnya menurun, lahan tersebut ditinggalkan untuk menghutan kembali. (berita lengkap)

Berita lainnya »