Inovasi Teknologi

Dalam Palu (DPU)

Dalam Palu (DPU) Kelapa Dalam Palu (DPU) ini tahan terhadap Phytophthora, agak toleran terhadap kemarau panjang, cocok pengembangan pada daerah lahan kering iklim basah (curah hujan < 1.500 mm/thn)

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Sofjan Iskandar, M.Rur.Sc

Prof. (Riset). Dr. Ir. Sofjan Iskandar, M.Rur.Sc Sofjan Iskandar lahir di Bandung pada tanggal 22 Februari 1954 anak pertama dari delapan putra putri Kolonel (purnawirawan) (Alm) H. Opon Sopandji dengan Ibu Hj Siti Djulaeha. Pada tahun 1977 menikah dengan Mieke Danaatmadja, BSc. dan dikaruniai tiga orang anak Tiza Asterina Dewi S. Kom., Bugie Taufik Iskandar, S.Kom. dan Aomi Hazelia Dewi.

Berdasarkan Keputusan Presiden R.I. Nomor 42/M Tahun 2008 tanggal 28 April 2009 yang bersangkutan diangkat sebagai Peneliti Utama Golongan IV/e terhitung mulai tanggal 01 Oktober 2008. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor: 664/A/2011, Tanggal: 14 Juli 2011, tentang Pembentukan Majelis Pengukuhan Profesor Riset, yang bersangkutan dapat melakukan pidato Pengukuhan Profesor Riset.

Menamatkan: Sekolah Dasar pada tahun 1966 dari SD Cibeureum Cimahi, Bandung; Sekolah Menengah Pertama pada tahun 1969 dari SMP Negeri II Cimindi Cimahi Bandung, dan Menengah Atas pada tahun 1972 dari SMA Negeri V Bandung. Pada tahun 1977 menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Peternakan IPB, Bogor dengan gelar Insinyur. Pada tahun 1982 dapat menyelesaikan pendidikan di Faculty of Biochemistry and Nutrition, University of New England, Armidale, NSW Australia dengan gelar Master of Rural Science (M.Rur.Sc.). Pada tahun 1988 menyelesaikan studi dengan gelar philosophy of doctor (PhD) dari Faculty of Animal Medicine and Production, University of Queensland. Mengikuti beberapa pelatihan yang terkait dengan kompetensinya antara lain: Pengelolaan SDA, Bogor (1978), Scientific Writing Workshop, Bogor (1984), Growth and Development in Animals, Australia (1987), Research Management, Cianjur (1992), SPAMA X, Bogor (1995), Logical Framework, Sukabumi (2000), Social and Gender Analysis, UGM, Yogyakarta (2000).

Pada tahun 1977 bekerja sebagai tenaga honorer pada Bagian Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten DT II Bogor selama delapan bulan. Pada tahun 1978 diterima sebagai trainee di Pusat Penelitian Peternakan (P3T, sekarang Balai penelitian Ternak), Direktorat Jenderal Peternakan yang Prof. (R). Dr. Ir. Sofjan Iskandar, MSc bekerjasama dengan CSIRO, Australia dengan dana bantuan Colombo Plan. Kemudian kembali bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di P3T sebagai peneliti bidang kepakaran produksi unggas sampai tahun 2004, yang kemudian diimpasing menjadi bidang kepakaran pakan dan nutrisi. Jenjang fungsional Peneliti Utama diperoleh pada November 2008. Koordinator Penelitian Balitnak pernah dijabat pada tahun 1989 – 1991, kemudian menjadi sekretaris Proyek Penelitian Ternak pada tahun 1991 – 1993 dan selanjutnya bergabung dengan Agricultural Research Management Project (ARMP) Badan Litbang Pertanian, sebagai Research Coordinator tahun 1993 – 2002. Pada tahun 2002 – 2003 menjabat sebagai Pimpinan Proyek ARMP. Pada tahun 2006 – 2009 mendapat tugas sebagai Kepala Balai Penelitian Ternak. Tahun 1991 – 1993: Kepala Seksi Informasi dan Publikasi Balai Penelitian Ternak, Ciawi-Bogor. Tahun 2006 – 2009: Kepala Balai Penelitian Ternak Ciawi- Bogor Jabatan fungsional Peneliti diawali sebagai Ajun Peneliti Muda tahun 1989, Peneliti Muda tahun 1996, Peneliti Madya tahun 2000, Ahli Peneliti Muda tahun 2001, Ahli Peneliti Madya tahun 2004 dan memperoleh jabatan Peneliti Utama bidang Pakan dan Nutrisi tahun 2009.

Sejak tahun 1991 mengikuti berbagai Seminar Ilmiah, pertemuan teknis di dalam negeri. Seminar ilmiah, lawatan Scientific Exchange dan konferensi pernah diikuti di beberapa negara di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia dan Amerika Latin. Menghasilkan 99 (sembilan puluh sembilan) karya tulis ilmiah yang ditulis sendiri maupun dengan penulis lain dalam bentuk buku, jurnal, prosiding dan makalah yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia, 18 (delapan belas) di antaranya dalam Bahasa Inggris. Sejak tahun 1990 – 2007 telah membimbing mahasiswa S1 (24 orang), S2 (7 orang) dan S3 (3 orang) dari IPB Bogor, UNIDA Bogor, UNPAD Sumedang, UNPAK Bogor, dan UNAS Jakarta.

Menerima penghargaan Lubis Award pada tahun 2006 dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Sofjan Iskandar, Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor Telp. 0251- 8240751-753, Fax 0251-8240754. E. mail: sofjaniskandar@yahoo.com

Berita

  • Pelenturan Cabang untuk Mempercepat Proses Berbuah Tanaman Jeruk Keprok

    27 Jun

    Lentur Batang Keprokisasi yaitu program pemerintah dalam rangka pengembangan jeruk keprok di Indonesia yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar global guna bersaing sekaligus mensubstitusi jeruk impor. Namun petani Indonesia saat ini masih enggan menanam jeruk keprok dikarenakan waktu berbuah lebih lama yaitu rata-rata 4 tahun, sedangkan jeruk siam relatif lebih cepat yaitu rata-rata 2,5 tahun. (berita lengkap)

  • Alat Pengupas Kulit Buah Kopi yang Sederhana dan Terjangkau

    24 Jun

    Alatpengupaskopi Alat pengupas kulit buah kopi sederhana, efektif dan terjangkau dapat menggunakan komponen yang sebagian besar dari bahan kayu atau besi yang dilengkapi dengan beberapa komponen logam bekas, sehingga lebih hemat secara ekonomi dan mudah dalam pengerjaannya. (berita lengkap)

  • Karakteristik Sumber Daya Genetik Kacang Tunggak

    23 Jun

    Kacang Tunggak (Vigna unguiculata, L) termasuk dalam keluarga Leguminosa. Bijinya mempunyai kandungan protein cukup besar yaitu sekitar 25%. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Afrika Barat. (berita lengkap)

  • Minyak Cengkeh dan Serai Wangi Kendalikan Penyakit Pembuluh Kayu pada Kakao

    22 Jun

    Penyakit pembuluh kayu atau Vascular Streak Dieback (VSD) pada kakao telah menjadi masalah serius dalam produksi kakao di Asia, termasuk Indonesia. Tanaman kakao yang terserang penyakit pembuluh kayu menunjukkan gejala daun menguning, terutama daun kedua dan ketiga dari ujung, serta terdapat bercak-bercak hijau kecil yang berbatas tegas. (berita lengkap)

  • Pemberian Kapur pada Kedelai di Lahan Pasang Surut

    21 Jun

    Luas lahan rawa di Indonesia mencapai 33,4–39,4 juta hektar, yang tersebar di wilayah pantai Sumatera, Kalimantan, Irian Jaya, dan Sulawesi. Sekitar 23,1 juta hektar merupakan rawa pasang surut dan 13,3 juta hektar adalah rawa lebak, yang sesuai untuk pertanian diperkirakan 5,6–9,9 juta hektar sehingga peluang pengembangan pertanian masih besar. (berita lengkap)

  • Budidaya Lili dengan Biji

    20 Jun

    Lili Lokal yang dikenal sebagai bunga Krek Lili, berbentuk terompet dan berwarna putih (spesies Longiflorum) banyak ditanam petani Indonesia di daerah pegunungan di Sukabumi, Bandung, Semarang, Malang dan Manado. (berita lengkap)

Berita lainnya »