Inovasi Teknologi

Ratu Tembilahan

Ratu Tembilahan Warna buah matang ungu tua kehitaman

SDM Profesional

Prof. (Riset). Ir. Suwandi, MS.

Prof. (Riset). Ir. Suwandi, MS. Prof. (Riset). Ir. Suwandi, MS. adalah Peneliti Utama dalam kelompok peneliti kelompok peneliti Ekofisiologi Sayuran di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa),Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.

Hasil penelitian yang sudah dilakukan dan mempunyai dampak dalam pertanian adalah penggunaan mulsa plastik dan juga pengapuran tanah dengan Kaptan atau Dolomit dapat diadopsi mulai awal tahun 90-an sampai sekarang pada komoditas sayuran. Setelah itu mulai digalakan penelitian budidaya sayuran tahan suhu panas di dataran rendah pada komoditas kubis-kubisan (Kerjasama Puslitbang Hortikultura dengan AVRDC Taiwan, 1984 – 1986). Intensitas peran aktif dalam penelitian sayuran dataran rendah (bawang merah dan cabai) terjadi ketika BALITSA mendapat dukungan kerjasama dari Belanda melalui project ATA-395 ”Research on Low-Land Vegetables” (1986 – 1991).

Sebagai peneliti, Suwandi telah menghasilkan lebih 100 publikasi ilmiah yang sudah diterbitkan diterbitkan, 80 persen di antaranya dalam jurnal penelitian dan juga prosiding yang umumnya ditulis dalam Bahasa Indonesia dan beberapa di antaranya dalam bahasa Inggris. Publikasi lainnya sekitar (20%) merupakan publikasi yang bersifat pemasyarakatan teknologi kepada pengguna yang ditulis dalam bentuk monograf maupun majalah.

Suwandi mengawali pendidikan tingginya dengan menyelesaikan Strata 1 di Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Ilmu Tanah lulus tahun 1977 dan meneruskan pendidikan Pasca Sarjana IPB jurusan Ilmu Tanah mulai tahun 1979 dan lulus Magister Sains (S2) tahun 1981.

Suwandi selama bekerja telah mengikuti kegiatan pelatihan yang terkait dengan bidang keahlian dan tugas peneliti, di antaranya kursus The 3rd International Course for Research on Agricuclure, di Wageningen – The Netherlands tahun 1984; studi banding on Farm management for research activities in Netherlands 1988 dan The Course of Facilitating Multi-Stakeholders pada tahun 2006 di Netherlands. Mengikuti kegiatan seminar dan Simposium Internasional yaitu Hot-pepper Seminar, di Taiwan 1988, Symposium on High Value of Vegetable Crops di Malaysia 1993, Workshops on Technology Transfer and Farmers Training di Philiphines 1995, serta symposium/workshop of UVOV on Bracica crops di Beijing, 2003 dan juga menjadi pemakalah pada International Horticultural Symposium yang dilaksanakan pada 11 – 13 Maret 2011 di Salatiga, Jawa Tengah.

Kegiatan yang banyak dilakukan saat ini antara lain adalah: (1) aktif dalam kegiatan penelitian ekofisiologi tanaman sayuran, (2) melakukan pengkajian diseminasi varietas kentang hasil Balitsa di beberapa propinsi bersama-sama dengan BPTP, (3) aktif dalam perencanaan penelitian sayuran dan kajian dampak perubahan iklim pada komoditas hortikultura, (4) aktif dalam kegiatan penelitian JIRCAS, dan (5) aktif dalam tim evaluator Kajian Kompetitif dan monev integratif BBP2TP, serta (6) aktif dalam kegiatan forum komunikasi profesor riset (FKPR) Kementan.

Selain sebagai peneliti, jabatan struktural yang pernah pernah dijabat antara lain; Kasie Yantek Balitsa (1998 – 2000); Kepala Bidang KSPHP Pada Tahun 2000 – 2003 pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan di Bogor; kemudian mulai tahun 2004 – 2010 ditugaskan sebagai Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian DKI Jakarta, sampai bulan Agustus 2010.

Jenjang jabatan Ahli Peneliti Utama dalam bidang budidaya tanaman diperoleh pada tanggal 1 September 1998. Yang bersangkutan dikukuhkan sebagai Profesor Riset pada 2009. Yang bersangkutan merupakan profesor riset ke-62 di Badan Litbang Pertanian dan ke- 266 tingkat Nasional.

Suwandi, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA); Jl.Tangkuban perahu 517, Lembang – Bandung 40391; Tlp. 022-2786245, Fax: 022-2786416; Email:wandiswd@yahoo.comsuwandi@litbang.pertanian.go.id

Berita

  • Kefir, Susu Fermentasi Dengan Rasa Menyegarkan

    26 Jun

    Kefir Susu fermentasi dewasa ini berkembang pesat dalam kualitas dan kuantitas. Upaya untuk menarik minat konsumen terhadap jenis bahan pangan ini terus dilakukan, antara lain melalui diversifikasi produk. Jenis susu fermentasi bentuk cair yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah yogurt beserta produk pengembangannya yaitu dengan menambahkan berbagai jenis pemanis, flavor agar rasa dan baunya lebih meningkatkan selera seperti coklat dan buah-buahan, serta penggunaan pewarna makanan agar penampilan produk lebih menarik, selain itu juga penggunaan kultur lain disamping Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dengan sifat probiotik seperti Bifidobacterium sp dan Lactobacillus sp. (berita lengkap)

  • ITIK PMp Mampu Penuhi Kebutuhan Protein Masyarakat

    23 Jun

    itik pmp Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, Balitbangtan mengembangkan Itik PMp yang merupakan bibit itik tipe pedaging baru. Bibit itik ini secara genetik mengandung kombinasi darah itik Peking dan itik Mojosari putih. (berita lengkap)

  • Kembangkan Jagung di Sulawesi Tenggara Untuk Penuhi Kebutuhan Mancanegara

    22 Jun

    BAUBAU - Menteri Pertanian Dr Amran Sulaiman melakukan ramah tamah dengan pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Baubau bertempat di Rumah Jabatan Walikota Baubau, Rabu (21/06/2017). Hadir pada kesempatan itu Kasdam Wirabuana, Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Prov. Sultra, Kepala BPTP Sultra, Peneliti, Penyuluh, Rektor Universitas se Baubau, Kepala Dinas Pertanian Muna, dan Kepala Dinas Pertanian Buton. (berita lengkap)

  • Bagaimana Membedakan Ayam Segar dan Ayam Tiren

    22 Jun

    Ayam Tiren Kesegaran bahan makanan yang digunakan dalam sajian bukan cuma penting demi menjamin cita rasa lezat sajian tersebut, tapi juga aspek kehalalan, keamanan pangan, dan kesehatan konsumen adalah hal yang harus diperhatikan. (berita lengkap)

  • Keprok JOP, Oranye dengan Rasa Manis Segar

    21 Jun

    Jeruk JOP ini mempunyai keunggulan warna yang oranye, dengan rasa asam manis segar dengan kadar gula 12,7º brix dan berair banyak dengan kandungan 87,40%. Berat dari buah ini antara 115,5 – 158,6 gram. Ciri lain dari jeruk ini adalah bentuk buah yang bulat gepeng dan warna daging buah oranye muda. (berita lengkap)

  • Pangan Sehat dan Cantik dari Pasta Ubi Jalar

    20 Jun

    Pangan Ubijalar Selama ini pemanfaatan ubi jalar masih terbatas pada bentuk makanan tradisional (direbus/digoreng), sehingga citra dan daya saing produknya di pasaran relatif rendah. Padahal, ubi jalar potensial untuk diolah menjadi beragam produk pangan yang cantik, bergizi, dan relatif sederhana teknologi pengolahannya. (berita lengkap)

Berita lainnya »