Inovasi Teknologi

Dalam Mapanget (DMT)

Dalam Mapanget (DMT) Kelapa Dalam Mapanget (DMT) berwarna coklat kemerahan, tahan terhadap Phythoptora dan agak toleran terhadap kemarau panjang, anjuran daerah pengembangan di lahan kering iklim basah.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Supriadi, M.Sc

Prof. (Riset). Dr. Ir. Supriadi, M.Sc Prof. (Riset). Dr. Ir. Supriadi, M.Sc adalah Peneliti Utama dalam bidang penelitian Fitopatologi (Hama dan Penyakit Tanaman), saat ini bekerja pad Kelompok Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO), Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Bidang yang di fokuskan adalah bio-ekologi patogenpatogen penyebab penyakit utama pada berbagai tanaman obat dan aromatik, serta tanaman industri, terutama kelompok bakteri patogen tanaman, seperti Ralstonia solanacearum pada berbagai tanaman obat dan atsiri (Zingiberaceae, Solanaceae, dan Musaceae); Pseudomonas syzigii pada tanaman cengkeh; Pseudomonas cepacia pada tanaman garut (Marantha arundinaceae), Xanthomonas xampestris pv. malvacearum pada tanaman kapas, dan Erwinia carotovora pada tanaman lidah buaya (Aloe vera). Di antara kelompok jamur patogen yang pernah diteliti adalah jamur akar cokelat (Phellinus noxius) pada tanaman jambu mente.

Supriadi menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian (Ir) dalam bidang Hama dan Penyakit dari Institut Pertanian Bogor (1982); Master of Science (M.Sc.) dalam bidang Fitopatologi dari Imperial College, University of London, UK (1987); Doctor of Philosophy (Ph.D) dalam bidang Bakteriologi dari Imperial College, University of London, UK (2004).

Bidang penelitian yang digeluti Supriadi akhir-akhir ini adalah pestisida nabati, khususnya pemanfaatan minyak atsiri untuk mengendalikan hama dan penyakit. Beberapa jenis formula pestisida nabati berbasis minyak atsiri yang sudah dihasilkan adalah formula anti bakteri dan jamur, seperti CEES (mengandung eugenol dan sitronellal), CEKAM (mengandung eugenol dan sinnamal dehida), dan ASIMBO (mengandung sitronellal dan asam salisilat). Minyak atsiri berpotensi sebagai pestisida nabati, tidak hanya untuk penyakit dan hama tanaman, seperti penyakit layu bakteri, bercak daun dan busuk lunak pada tanaman, juga berpotensi sebagai anti rayap rumah tangga dan kebun, serta serangga pengganggu pada manusia dan hewan, seperti nyamuk dan lalat sapi. Keefektifan pestisida nabati berbasis minyak atsiri sebanding dengan pestisida sintetik. Kendala utama dalam pengembangan pestisida nabati minyak atsiri adalah harga bahan baku minyak yang fluktuatif dan cenderung mahal sehingga sulit bersaing dengan pestisida sintetik.

Jabatan yang terkait dengan profesi yang pernah diduduki Supriadi antara lain; sebagai redaksi majalah ilmiah, sebagai editor sejak tahun 1995 pada beberapa jurnal ilmiah seperti: Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Jurnal LITTRI) pada Pusat Peneltian Tanaman Perkebunan (1995 – sekarang); Indonesian Journal of Agricultural Science (IJAS), Badan Litbang Pertanian (2000 – sekarang); Forestry and Estate Crops Research Journal, Badan Litbang Kehutanan; Jurnal Mikrobiologi Indonesia (2001 – sekarang). Di samping editor pada media lainnya, seperti Prosiding beberapa Pertemuan Ilmiah.

Gelar Profesor Riset diperoleh dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada bidang fitopatologi pada tanggal 23 Desember 2009 dengan judul Orasi Ilmiah ”Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum): Dampak, Bioekologi dan Peranan Teknologi Pengendaliannya”.

Penghargaan yang pernah diperoleh Supriadi adalah Peneliti Berprestasi dari Menteri Pertanian Indonesia pada tanggal tahun 1998.

Supriadi, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO), Jl. Tentara Pelajar No. 3, Bogor 16111, Tlp 0251-8321879, Fax. 8327010), email supriadi_balittro@yahoo.co.id

Berita

  • Kemiri Sunan Energi Alternatif Masa Depan

    19 Apr

    KemiriSunan Upaya pemerintah menanggulangi krisis energi dilakukan dengan cara mencari energi alternatif yang dapat diperbaharui (energi baru terbarukan) yang ramah lingkungan. Peranan energi baru dan terbarukan dalam kurun waktu 10 tahun kedepan ditargetkan meningkat paling sedikit 23%, sementara peran minyak bumi kurang dari 25%. Pada tahun 2050 peranan energi baru dan terbarukan meningkat paling sedikit 31%, sementara peranan minyak bumi menjadi kurang dari 20%. Salah satu sumber energi baru dan terbarukan tersebut adalah minyak dari kemiri sunan. (berita lengkap)

  • Alat Pengepras Tebu Mendukung Swasembada Gula

    18 Apr

    Alat Pengepras Tebu Salah satu usaha mendukung program swasembada gula nasional, dalam meningkatkan produktivitas tanaman tebu adalah dengan penanaman sistem kepras tebu (ratoon), yaitu memelihara sisa batang tebu setelah panen (ditebang) hingga tumbuh tunas dan menjadi tanaman tebu produksi. Hal ini dapat memperpendek waktu budidaya tebu, karena tidak perlu pengolahan tanah dan tanam tebu. (berita lengkap)

  • Lahan Kering dan Rawa Mendukung Terwujudnya Ketahanan Pangan

    17 Apr

    lahan rawa dan kering BOGOR ­- Rapat Koordinasi terkait Pengembangan Lahan Kering dan Rawa Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSLP) telah dilaksanakan dan dibuka oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman didampingi oleh Dr. Muhammad Syakir Kepala Balitbangtan. Pada sambutanya beliau mengatakan akan menyiapkan 20 juta hektar lahan kering dan rawa sebagai solusi permanen mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional di Indonesia, lahan tersebut diyakini memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif sebagai sumber pertumbuhan baru produksi pertanian. (16/4/2018) (berita lengkap)

  • Gladiol Varietas Azka Agrihorti Si Cantik Nan Menawan

    16 Apr

    Gladiol azka agrihorti Gladiol (Gladiolus hybridus L.) merupakan komoditas tanaman hias yang mempunyai prospek pengembangan yang cukup bagus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Gladiol merupakan tanaman hias yang potensial untuk dibudidayakan secara meluas, karena nilai estetikanya dan mampu menunjang peningkatan pendapataan petani. (berita lengkap)

  • Empat Varietas Jagung Putih untuk Mendukung Diversifikasi Pangan

    13 Apr

    Indonesia memiliki beragam hasil pertanian yang bisa difungsikan sebagai makanan pokok, salah satunya adalah komoditas pangan utama kedua setelah padi yakni jagung. (berita lengkap)

  • Vinegar, Mampu Pertahankan Kesegaran Daging Selama 9 Hari

    12 Apr

    Vinegar Air Kelapa Daging merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Kandungan gizi daging yang lengkap, pH mendekati netral, dan kandungan aktifitas air tinggi menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme pembusuk. Hal ini lah yang membuat beberapa pedagang nakal untuk mencurangi pembelinya dengan memberi formalin agar dagangannya dapat bertahan lama dan dengan keadaan fisik yang masih baik. (berita lengkap)

Berita lainnya »