Inovasi Teknologi

Inpari 13

Inpari 13 Umur tanaman 103 hari. Potensi hasil 8,80 ton/ha. Tekstur nasi Pulen. Tahan terhadap hama Wereng Batang Coklat Biotipe 1,2 dan 3. Agak rentan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri strain III, IV dan VIII, tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan agak tahan terhadap ras 133, 073 dan 173. Cocok ditanam di ekosistem sawah tadah hujan dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Elna Karmawati, M.S.

Prof. (Riset). Dr. Ir. Elna Karmawati, M.S. Prof. (Riset). Dr. Ir. Elna Karmawati adalah peneliti utama di bidang hama dan penyakit tanaman, saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Sebagai peneliti, lebih dari 120 karya tulis ilmiah (KTI) yang ditulis sendiri atau bersama dengan peneliti lain yang dipublikasikan dalam jurnal, prosiding atau buku. Dalam mengelola majalah ilmiah.

Elna Karmawati menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Pertanian, Bidang Statistika Terapan pada tahun 1978 (S1), melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor (S2) di bidang yang sama diperoleh pada tahun 1981. Pada tahun 1988, Doktor Entomology (S3) Bidang Ekologi Kuantitatif diperoleh pada Institut Pertanian Bogor.

Selama bertugas sebagai peneliti, yang bersangkutan pernah menjalani pelatihan di luar negeri yaitu International Course for Plants Protection di Netherlands (1987), International Course for Development Oriented Research of Agriculture di Netherlands dan Tanzania (1991), International Course for Research Publication di Australia (1993), Scientific Exchange Programme di China (1996) dan Thailand (2003). Selain itu, pada tahun 2004 dan 2005 pernah menjadi Anggota Tim Asistensi BPTP Lingkup Badan Litbang Pertanian, Tim Evaluasi Dampak Proyek PAATP Badan Litbang Pertanian, serta Tim Kelompok Kerja Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan pada tahun 2006, wakil ketua tim TPPI Badan Litbang Pertanian sejak tahun 2010, wakli ketua TPPU Puslitbang Perkebunan dan anggota komisi pembinaan tenaga Badan Litbang Pertanian.

Selain sebagai peneliti, Elna pernah juga menduduki jabatan struktural yakni; Kepala Sub Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Data. Tahun 1990-1994 sebagai Kepala Sub Bidang Adaptasi Hasil Penelitian pada Puslitbang Tanaman Industri, kemudian pada tahun 1994 sampai 2004 menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Penelitian pada Puslitbang Tanaman Industri (1994 – 2000) dan Puslitbang Perkebunan (2001 – 2004).

Jabatan yang pernah diemban terkait dengan profesi Elna antara lain; sebagai Anggota Dewan Redaksi Pemberitaan Littri (1987 – 1994), Anggota Dewan Redaksi Jurnal Littri (1995 – 2003), Ketua Dewan Redaksi Jurnal Littri (2004 – 2011), Anggota Dewan Redaksi Buletin Penelitian Tanaman Industri (1990 – 1994), Anggota Dewan Redaksi Informasi Pertanian (1993 – 1994), Anggota Dewan Redaksi Media Komunikasi Litbangtri (1990 – 1994), Ketua/Anggota penyunting Prosiding, (Simposium I Hasil Penelitian Litbangtri (1989), Konferensi Nasional Kelapa III (1993), Simposium II Hasil Litbangtri (1994), Simposium III Hasil Litbangtri (1999), Konferensi Nasional Kelapa IV (1998), Seminar Nasional Peranan Entomologi dalam Pengendalian Hama yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis (1999), Inovasi Teknologi Perkebunan (2002), Simposium MaRI (2001), Simposium IV Hasil Litbangtri (2004), Workshop I Jarak Pagar (2006), Workshop II Jarak Pagar (2007), Konferensi Nasional Kelapa VI (2006), Anggota Penyunting Infotek Perkebunan (2009 – sekarang).

Gelar profesor riset diperoleh pada tahun 2007 dengan judul orasi “Pengendalian Hama Helopeltis spp Pada Jambu Mente Berdasarkan Ekologi : Strategi dan Iplementasi”. Yang bersangkutan merupakan profesor riset ke-42 di Puslitbangbun, dan ke-215 di Badan Litbang Pertanian.

Elna Karmawati, Puslitbang Perkebunan. Jl. Tentara Pelajar No.1 Bogor 16111, Telp. 0251-8313083. Faksimile: 0251-8336194, Email: karmawati@yahoo.com

Berita

  • Mengenal Penyakit Speckle Pada Daun Pisang

    14 Sep

    penyakit pisang Penyakit speckle daun pisang yang disebabkan oleh cendawan Cladosporium musae Mason. Merupakan salah satu penyakit bercak daun pisang yang telah tersebar di seluruh pertanaman pisang di dunia. Laporan menyebutkan bahwa penyakit speckle biasanya ditemukan pada daun-daun pertanaman pisang yang sudah tua yang ditanam di daerah tropika basah dan lembab. Di Sumatera Utara. (berita lengkap)

  • Menekan Impor Kentang dengan Varietas Tenggo

    10 Sep

    kentang tenggo Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) menghasilkan teknologi kentang varietas Tenggo berdaya hasil 33,5 ton umbi basah per hektar dan beradaptasi baik di dataran tinggi, tinggi tanaman 90 cm, bentuk batang bulat dan berwarna hijau, bentuk daun bulat telur dengan ukuran 7 x 4,2 cm, permukaan daun licin, tidak berbulu, dan berwarna hijau. (berita lengkap)

  • Sharing Knowledge KI dan Altek dengan IPB

    07 Sep

    Pengelolaan Kekayaan Intelektual (KI) dan Alih Teknologi (altek) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dikelola oleh Balai PATP telah dimulai semenjak tahun 2007. Banyak proses yang telah dilalui dalam pengelolaan KI dan altek sebagai bentuk pelayanan kepada UK/UPT lingkup Balitbangtan dan calon mitra pengguna teknologi Balitbangtan ataupun stakeholders lainnya. (berita lengkap)

  • DETAM, Si Hitam Manis dari Balitkabi

    07 Sep

    KecapDetam Kedelai hitam memiliki kandungan antosianin tinggi yang konon dapat digunakan sebagai senyawa antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab sel kanker dan penuaan dini, pencegah tumor dan kardiovaskular. Selain itu kedelai hitam juga kaya akan vitamin E dan Magnesium. (berita lengkap)

  • Produktivitas Padi Meningkat dengan SMARt

    06 Sep

    SMARt SMARt merupakan formula pupuk hayati untuk meningkatkan efisiensi pemupukan, produktivitas, dan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit. Formula pupuk hayati ini merupakan konsorsia mikroba selektif yang unggul sebagai penambat N, pelarut fosfat, dan penghasil hormon. (berita lengkap)

  • Monitoring Organisme Pengganggu Tanaman Jeruk Menggunakan ES

    05 Sep

    sistem pakar (ES) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menghasilkan program atau sistem aplikasi untuk melakukan pemantauan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dalam bentuk Expert System (ES) atau lebih dikenal sistem pakar. ES ini berfungsi digunakan sebagai komponen monitoring perkembangan hama di lapangan secara real Time berbasis web. (berita lengkap)

Berita lainnya »