Inovasi Teknologi

Mega Murapi

Mega Murapi Dapat Berbuah terus menerus dan cocok untuk ditanam didaerah dengan ketinggian 200 - 1000 m di atas permukaan laut

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Zulkifli Zaini, M.S.

Prof. (Riset). Dr. Ir. Zulkifli Zaini, M.S. Prof. (Riset). Dr. Ir. Zulkifli Zaini, M.S. adalah Peneliti Utama dalam bidang penelitian budidaya tanaman pangan, saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan .

Sebagai peneliti, Zulkifli Zaini telah menghasilkan lebih dari 100 karya ilmiah, baik yang ditulis sendiri maupun bersama dengan rekan sejawat, diterbitkan dalam jurnal, dan prosiding di dalam dan luar negeri.

Zulkifli Zaini menyelesaikan pendidikan Strata 1 pada Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang Pada tahun 1977 (S1), Tahun 1980 – Magister Sains (MS) dalam bidang Budidaya Tanaman dari Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor dan 1984 - Doktor dalam bidang Fisiologi Tanaman dari Department of Biological Sciences University of The Phillippines, Los Banos.

Selama bekerja, Zulkifli pernah menduduki beberapa jabatan struktural, antara lain: pada tahun 1988, Zulkifli dipercaya menjadi Kepala Balittan Sukarami dan pada tahun 1992; Kepala BPTP Sumatera Utara pada periode 1997-2001; Kepala Bidang Program dan Evaluasi di Puslitbang Tanaman Pangan. Tahun 2002 ; Kepala Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP).

Disamping kegiatan sebagai peneliti ia juga aktif bekerjasama dengan perguruan tinggi sebagai Tenaga pengajar pada Universitas Andalas Padang; Pembimbing skripsi pada Universitas Muhammad Yamin, Solok, pembimbing tesis (S2) pada Universitas Sumatera Utara, dan Institut Pertanian Bogor, serta penguji disertasi (S3) pada Institut Pertanian Bogor. Ia juga aktif pada organisasi profesi seperti Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia; Perhimpunan Agronomi Indonesia.

Zulkifli mencapai jenjang Ahli Peneliti Utama di bidang budidaya tanaman sejak tahun 2001. Orasi pengukuhan Profesor Riset dalam Bidang Budidaya Tanaman disampaikan pada April 2008 dengan judul: Memacu Peningkatan Produksi Padi Sawah melalui Inovasi Teknologi Budidaya Spesifik Lokasi dalam Era Revolusi Hijau Lestari, sebagai Profesor Riset ke-46 Badan Litbang Pertanian atau ke-223 tingkat Nasional.

Penghargaan yang pernah diterima Zulkifli berupa Penghargaan Kepada Penggerak/Pemrakarsa/Pelopor Dibidang Pembangunan Pertanian Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2016, Satyalancana Wirakarya diperoleh dari Presiden RI pada tahun 1996, dan Satyalancana XX tahun dari Presiden RI tahun 2007.

Zulkifli Zaini, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Jl. Merdeka No. 47 Bogor 161111 Telp. 0251-8334089, Faksimile 0251-8321755 zulkiflizaini@yahoo.co.id; z.zaini@irri.org,

Berita

  • Prospek Industri Susu Kedelai

    22 Jun

    Susu kedelai mempunyai protein yang hampir sama banyaknya dengan protein susu sapi, karena dalam susu kedelai terkandung protein yang tinggi serta vitamin dan mineral. (berita lengkap)

  • Manisnya agribisnis pepaya merah delima, Raup Rp. 58 Juta tiap bulan

    21 Jun

    pepaya merah delima Berada pada ketinggian 600 mdpl dengan udara yang sejuk terhampar sebidang tanah tidak kurang dari 1 hektar dikelilingi tanaman singkong dan bambu. Kampung Karag, Desa Langensari, Cianjur Jawa Barat, disinilah Pak Dadang bercocok tanam pepaya Merah Delima unggulan Badan Litbang Pertanian. Pepaya jenis ini disamping rasanya manis (Total Padatan Terlarut/TSS 14-17 oBrix), warna daging merah menyala, bobot buah sedang (0,8-1,0 kg), tekstur renyah sehingga bisa tahan sampai 6 hari disuhu kamar dengan potensi hasil sampai 70 ton/hektar/tahun. (berita lengkap)

  • Tingkatkan Efisiensi Reproduksi pada Sapi, Kementerian Pertanian Hasilkan Inovasi Deteksi Dini Kebuntingan Sapi

    07 Jun

    tes_kit_kebuntingan Kepala Loka Penelitian Sapi Potong (Dr. Dicky Pamungkas) pada Seminar Bulanan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan mengatakan bahwa teknologi deteksi kebuntingan dini pada sapi induk dapat meningkatkan efisiensi reproduksi sehingga sapi induk yang diketahui belum bunting dapat segera dikawinkan kembali. Kit Imunodotbloting Pregnancy ini merupakan teknologi diagnosis kebuntingan berbasis protein spesifik dengan kepekatan perubahan warna (gradient density) yang akan terjadi ikatan antara antigen dalam serum darah sapi bunting umur 1-3 bulan dengan antibody poliklonal. Kit deteksi kebuntingan ini mempunyai tingkat akurasi mencapai 90% dan mempunyai keunggulan antara lain bisa memberi informasi keberhasilan perkawinan lebih awal, pengaplikasian yang mudah dan akurat, serta tidak menimbulkan trauma pada ternak dan hanya membutuhkan waktu 60 menit dalam pelaksanaannya. Dalam seminar bulanan kali ini juga, Kepala Loka Penelitian Kambing Potong (Dr. Simon Elieser) membahas rencana pelepasan kambing Boerka Galaksi yang merupakan kambing pedaging unggul hasil persilangan kambing boer dengan kambing kacang. Penelitian kambing ini dilakukan mengingat kontribusi kambing terhadap suplai daging nasional yang relatif masih rendah (6,86 ton/tahun dibanding produksi daging nasional 3.175 ton/tahun). (berita lengkap)

  • Pastikan Kinerja Mesin Combine Sorgum dengan Uji Lapang

    06 Jun

    Mesin Combine Sorgum Mesin panen sorgum merupakan hasil modifikasi dari mesin panen padi (Rice Combine Harvester). Oleh karena itu mesin ini selain dapat digunakan untuk memanen sorgum juga dapat digunakan untuk memanen padi, sehingga penggunaannya bisa untuk multi komoditas. (berita lengkap)

  • Biochar-Kompos Rendah Emisi Gas Rumah Kaca

    05 Jun

    biochar Penggunaan pupuk baik organik maupun kimiawi adalah salah satu komponen yang berperan penting dalam budidaya tanaman padi. Di sisi lain, pemberian pupuk juga berpotensi dalam menyumbangkan gas rumah kaca, dimana gas rumah kaca adalah penyebab bumi makin panas. Pengelolaan pupuk yang tepat akan dapat meningkatkan hasil dan dapat menurunkan kadar gas rumah kaca. Pemberian pupuk organik yang telah matang ke dalam tanah sawah cenderung menghasilkan gas rumah kaca lebih rendah. (berita lengkap)

  • Meningkatkan Efektifitas Data Padi dengan DOI

    04 Jun

    Pelatihan Digital Object Identifier untuk data tanaman padi Database tanaman padi yang cukup besar dapat dikelola secara efektif dengan memanfaatkan Digital Object Identifier (DOI) atau pengenal objek digital melalui manajemen dokumen secara digital atau elektronik. Pelatihan DOI dilakukan dengan tujuan mengenalkan sistem DOI untuk tanaman padi sekaligus mengimplementasikan sistem ini dengan melakukan registrasi DOI. Diharapkan bahwa data tersebut dapat dimanfaatkan bersama untuk keperluan penelitian dan pengembangan padi. (berita lengkap)

Berita lainnya »