Inovasi Teknologi

Dalam Mapanget (DMT)

Dalam Mapanget (DMT) Kelapa Dalam Mapanget (DMT) berwarna coklat kemerahan, tahan terhadap Phythoptora dan agak toleran terhadap kemarau panjang, anjuran daerah pengembangan di lahan kering iklim basah.

SDM Profesional

Prof. (Riset).Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS

Prof. (Riset).Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS Prof. (Riset).Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS adalah peneliti di bidang fisiologi tanaman, saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.

Selama berkarir sebagai peneliti, Yusdar telah menghasilkan lebih dari 109 karya tulis ilmiah baik sebagai penulis tunggal ataupun penulis Utama dan Anggota yang diterbitkan di dalam maupun di luar negeri.

Yusdar menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di UNPAD masing-masing tahun 1980 dan 1985. Pada tahun 2000 mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan Doctor of Philosophy dari Departemen of Land Management, Universiti Putra Malaysia (UPM) dan selesai pada tahun 2003.

Pendidikan jangka pendek yang diikuti Yusdar untuk menunjang profesinya antara lain Analisis Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk di Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Bogor (1985), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN, Jakarta (1985). Research Intern Training di Soil Science Department Asian Vegetable Research and Development Centre tahun 1985-1986, Vegetable Growing di International Agricultural Centre Wageningen. The Netherland (1988), Pertanian Ramah Lingkungan di Kyusei Nature Farming, Thailand (1997), dan Mikrobiologi Tanah di Universiti Pertanian Malaysia (1998).

Sebagai peneliti, Yusdar banyak terlibat dengan Penelitian Tanaman Hortikultura yang terkait dengan Proyek Penelitian nasional/Internasional antara lain: Proyek ATA-373, The Netherlands (1988-1995), Upland Agriculture and Conservation Project tahun 1986, Tim Teknis Hortikultura pada Upland Farming Development Project (1995-1997), Indigenous Vegetables (AVRDC) tahun 2001, Steering Committee (SC) pada AARD, Bioversity International, GEF dan UNEP 2007-2013, SC pada BAPNET- Biodeversity International (2007-2013), Project Leader Breeding partisipatif Impatient Plants-Horticultural Research Cooperation between Indonesia and The Netherlands (2005-2007) dan Panitia Pengarah Program Kerjasama Kemitraan penelitian pertanian dengan perguruan tinggi, badan Litbang Pertanian (2007-2012), Ketua TP2V Horticultura (2007-2008) dan anggota tim Launching Varietas (2012 -2013).

Selain sebagai peneliti Yudar juga pernah menduduki jabatan struktural antara lain: Kepala Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (2004-2005), Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias (2005-2007) dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (2007-2013).

Dia berperan aktif sebagai narasumber/pembicara dalam seminar, lokakarya, simposium di forum nasional dan internasional dan Delegasi Indonesia (DELRI) baik sebagai Ketua maupun Anggota working group.

Yusdar mencapai jenjang Ahli Peneliti Utama pada tahun 2000. Gelar Profesor Riset diperoleh setelah menyampaikan naskah orasi berjudul: Teknologi Inovatif Budi Daya Sayuran Lahan Kering Berbasis Pengelolaan Hara Terpadu Menuju Terwujudnya Ekonomi Biru (Pertanian Ramah Lingkungan). Dia merupakan Profesor Riset ke-113 di Litbang Pertanian atau ke-424 tingkat nasional.

Penghargaan yang pernah diterima Yusdar atas pengabdiannya dibidang pertanian antara lain: penghargaan IAC Holland Quiz (2nd PR) dari Director IAC Wageningen, The Netherland (1988); Peneliti Teladan dari Kepala Balitnak (1997); Satyalancana Karya Satya ke 20 dari Presiden RI (2009); Instruktur Sistem Manajemen nasional (SISMENAS) dari Gubernur Lemhannas (2012); dan SPI Award I dan III lingkup Pertanian dari Menteri Pertanian RI (2012-2013).

Yusdar Hilman, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16111 - Jawa Barat Indonesia Phone: +62 251-8372096, Fax: +62 251-8387651, 8372096 Email: puslitbanghorti@litbang.pertanian.go.id, puslitbanghorti@gmail.com

Berita

  • Tingkatkan Kinerja Prototipe Mesin Rota Tanam dengan Uji Lapang

    17 Nop

    Mesin Rota Tanam Pengolahan tanah tidak hanya merupakan kegiatan lapang untuk memproduksi hasil tanaman, tetapi juga berkaitan dengan kegiatan lainnya seperti penyebaran benih (penanaman bibit). Keterkaitan ini sangat erat sehingga tujuan yang ingin dicapai dalam pengolahan tanah tidak terlepas dari keberhasilan dalam kegiatan lainnya.

    Pengolahan tanah mempengaruhi penyebaran dan penanaman benih. Pengolahan tanah dapat juga dilakukan bersamaan dengan penanaman benih dianggap pula sebagai suatu metode rotavator dan tanam (Rota-Tanam). (berita lengkap)

  • Kajian Tematik Pisang, Tebu, Kentang dan Tomat

    16 Nop

    Penentuan prioritas kegiatan penelitian yang tepat akan memiliki dampak yang positif dalam pemanfaatan suatu bidang keilmuan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) di Bogor pada sepertiga akhir tahun 2017 mengadakan serangkaian seminar kajian komoditas seperti padi, kedelai, cabe, tebu dan sebagainya. (berita lengkap)

  • Apa dan Bagaimana Pola Tanam itu?

    16 Nop

    pola tanam Sering kita dengar istilah pola tanam, namun apa sebenarnya pola tanam itu? Secara pengertian, pola tanam adalah usaha penanaman pada sebidang lahan dengan mengatur susunan tata letak dan urutan tanaman selama periode waktu tertentu termasuk masa pengolahan tanah dan masa tidak ditanami selama periode tertentu. (berita lengkap)

  • Tebon Jagung yang Bermanfaat untuk Ternak

    16 Nop

    silase-tebon-jagung Cara pembuatan silase, tebon jagung muda 79 kg dicampur dengan daun indigofera 18,3 kg, dedak padi 2,5 kg dan mineral 0,23 kg dan diaduk secara merata.Kemudian dimasukkan ke dalam wadah (tong atau kantong plastik), ditutup rapat, dan kedap udara. Disimpan selama 15-21 hari sebelum digunakan. (berita lengkap)

  • Penanganan Cemaran Getah Kuning pada Buah Manggis

    15 Nop

    Cemaran Getah Kuning pada Buah Manggis Manggis adalah salah satu komoditas buah yang paling besar menyumbangkan devisa negara di antara jenis buah lainnya meskipun volume ekspornya relatif sedikit. Masalah aktual untuk pemasaran manggis adalah rendahnya kualitas buah yang disebabkan oleh adanya cemaran getah kuning. (berita lengkap)

  • JH36, Jagung Hibrida Unggul Baru

    14 Nop

    Jagung hibrida JH 36 merupakan varietas unggul baru (VUB) jagung hibrida (JH) yang telah dilepas pada 18 Oktober 2016. Varietas ini dirakit oleh Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal). VUB JH 36 ini merupakan jenis hibrida silang tunggal (single cross) yang diperoleh dari hasil persilangan galur murni Nei9008P sebagai tetua betina dengan galur murni GC14 sebagai tetua jantan (Nei9008 x GC14). (berita lengkap)

Berita lainnya »