Inovasi Teknologi

Inpari 14 Pakuan

Inpari 14 Pakuan Umur tanaman 113 hari. Potensi hasil 8,2 ton/ha. Tekstur nasi pulen. Ketahanan terhadap hama agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, serta rentan terhadap biotipe 3. Ketahanan terhadap penyakit, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV dan agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe VIII, agak tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 133, rentan penyakit blas ras 073 dan 173, serta rentan terhadap virus tungro. Cocok ditanam di ekosistem sawah tadah hujan dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Subandriyo, M.Sc.

Prof. (Riset). Dr. Ir. Subandriyo, M.Sc. Subandriyo dilahirkan di Kudus, Jawa Tengah pada tanggal 26 Juli 1950, anak kedua dua bersaudara dari Bapak Soepa'at Asman dan Ibu Wartinah. Pada tahun 1977 menikah dengan dr. Vera Uripi, S. Ked dan dikaruniai dua orang putera yaitu dr. Roy Bozemantoro, S.Ked dan dr. Ryan Halleyantoro, S.Ked.

Lulus Sekolah Dasar pada tahun 1962 dari SR Negeri Mlati Lor I, Kudus, dan berturut-turut menyelesaikan pendidikan dari SMP Negeri I, Kudus pada tahun 1965, dan pendidikan SMA Negeri Kudus pada tahun 1968. Menyelesaikan pendidikan S1 (Ir) dari Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 1976, menyelesaikan pendidikan S2 (MSc) bidang Ilmu Ternak (Animal Science) pada Department Animal and Range Science, Montana State University, Bozeman, MT, USA, pada tahun 1984. Pendidikan S3 (PhD) di bidang Ilmu Ternak (Animal Sciences) dengan spesialisasi Pemuliaan dan Genetika Ternak diselesaikan pada tahun 1990 dari Department of Animal Sciences University of Missouri Columbia, Columbia, MO, USA.

Pelatihan jangka pendek (Short term training) yang pernah diikuti antara lain: (1)`Training on Sheep Production and Management, University of California's Hopland Field Station, Hopland, CA 95449, January - February, 1981; (2) Course in Meat Animal Production and Animal Improvement, Department of Animal Science, University of California, Davis, CA 95616, USA, Spring 1983; (3) Management Training Workshop, PARD-RIAP, Ciawi-Bogor, September 9-13, 1985; (4) International Community and Rural Development Institute, Department of Community Development, College of Public and Community Services and the University Extension Division, University of Missouri, Columbia, MO 65211, USA, Summer 1988; (5) Training Course on Agricultural Research Management, USDA-AARD, Puncak-Bogor, Indonesia, 16 – 27 September, 1991; (6) Pelatihan, Penyunting Publikasi Ilmiah, ARMP-LSI,IPB, Bogor, 6 – 16 Februari, 1995; (7) Training Course on Quantitative Genetics for New Technologies in Animal Breeding, University of Western Australia, Perth, June 28 to July 2, 1999; (8) Training course on Analysis of Multivariate Genetics Data Using ASREML, University of Western Australia, Perth, July 7, 1999 (9) Training on Development and Technology Transfer in Advanced Quantitative Genetics and Quantitative Traits Loci Statistical Analysis, University of Sidney, Camden, Campus, September 1 – October 12, 2001; (10) Workshop on Monitoring and Evaluation for the Crop Animal System Research Network (CASREN) and IFAD Tag 443 Pojects, ILRI, Los Banos, The Philippines, 11 – 14 November 2002; (11) Training Course on Communicating Research with Policy Makers, International Livestock Research Institute (ILRI), Los Banos, The Philippines, 3 – 5 March 2003.

Sejak tahun 1977 bekerja sebagai peneliti di Lembaga Penelitian Peternakan (LPP), Bogor yang kemudian namanya diubah menjadi Balai Penelitian Ternak (Balitnak), yang menekuni bidang Pemuliaan Ternak. Pada tahun 1982 – 1984 mendapatkan kesempatan mengikuti Program Pendidikan S-2 di Montana State University, Bozeman, Montana, USA dengan sponsor/beasiswa dari USAID TITLE XII Small Ruminants CRSP. Setelah menyelesaikan S2 tahun 1984, diberi tugas sebagai Koordinator Sub Program Breeding Ruminansia Kecil. Pada tahun 1985 diangkat sebagai Koordinator Program Ruminansia Kecil merangkap Koordinator Penelitian Ruminansia.

Tahun 1987 – 1990 memperoleh kesempatan untuk mengikuti Program S3 di University of Missouri Columbia, Missouri, USA dengan sponsor dari USAID TITLE XII-Small Ruminant-CRSP. Setelah menyelesaikan S3, berturut-turut mendapatkan tugas sebagai: (1) Koordinator Penelitian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, tahun 1991 – 1992; (2) Co-Principal Investigator Breeding Program, Small Ruminant CRSP/CRIAS-USAID, tahun 1991 – 1996; (3) Liaison Officer, SR-CRSP/USAID, tahun 1992 – 1996; (4) Ketua Kelti Pemuliaan, Balai Penelitian Ternak, sejak tahun 1999 sampai 2009; (5) Ketua Panitia Penilai Jabatan Fungsional Peneliti, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, tahun 1994 – 1999; (6) Wakil Ketua Panitia Penilai Jabatan Fungsional Peneliti, Departemen Pertanian, tahun 1999 – 2004; (7) Ketua Panitia Penilai Jabatan Fungsional Peneliti, Departemen Pertanian yang kemudian berubah menjadi Tim Penilai Peneliti Instansi Departemen Pertanian pada tahun 2006, sejak tahun 2004 sampai sekarang; (8) National Liaison Officers dari ILRI-IFAD Technical Assistant Grant 443 “Development and Testing of an Integrated Approach to the Control of Gastro-Intestinal Parasites of Small Ruminants in South and Southeast Asia” tahun 2000 – 2003.

Jenjang fungsional peneliti diperoleh pada tahun 1980 sebagai Asisten Peneliti, yang kemudian pada tahun 1983 disesuaikan sebagai Asisten Peneliti Muda; Ajun Peneliti Muda pada tahun 1985; Peneliti Muda pada tahun 1988; Ahli Peneliti Muda pada tahun 1993, dan Ahli Peneliti Utama pada tahun 1995. Pada tanggal 2 Oktober 2003 dikukuhkan menjadi Ahli Peneliti Utama dengan bidang kepakaran Pemuliaan Ternak Ruminansia, dengan Orasi Ilmiah berjudul “Merentang Potensi Plasma Nutfah Domba Ekor Tipis dan Peningkatan Mutu Genetik Melalui Persilangan”, dan pada tanggal 6 Januari 2006 mendapatkan gelar Profesor Riset.

Telah dihasilkan sekitar 150 (seratus lima puluh) karya tulis Ilmiah yang ditulis sendiri maupun dengan penulis lain dalam bentuk buku, jurnal, prosiding dan makalah yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia, 60 (enam puluh) di antaranya dalam Bahasa Inggris.

Selain sebagai peneliti juga tercatat sebagai: (1) Anggota Komisi Pembimbing dan Penguji untuk S-1, S-2, dan S-3 pada Fakultas Peternakan dan Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (1985 – sekarang); (2) Anggota Komisi Pembimbing untuk S-1 pada Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang (1999 – 2000); (3) Staf Pengajar Luar Biasa pada Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (2001 – sekarang); (4) Staf Pengajar Luar Biasa dan anggota Komisi Pembimbing pada Program Studi Sumberdaya Ternak Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (2003 – 2005); (5) Staf Pengajar Luar Biasa dan anggota komisi pembimbing dan penguji S2 dan S3 pada Facultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2007 – sekarang);

Kegiatan ilmiah lainnya yang diikutinya antara lain adalah: (1) Anggota Dewan Redaksi beberapa majalah berkala ilmiah antara lain, Indonesia Small Ruminant Network Newsletter (1991 – 1996), Wartazoa (1991 – 1995), Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner (1995 – 2001), Bulletin Plasma Nutfah (2001 sampai sekarang); (2) Anggota Tim Pengelola Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis (Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture), Fak. Peternakan Universitas Diponegoro) sebagai National Editorial Boards, tahun 2010 sampai sekarang; (3) Anggota Panitia Penilai Majalah Berkala Ilmiah (P2MBI) LIPI (2006 sampai sekarang); (4) Anggota Tim Teknis Keamanan Hayati dan Keamanan Pangan, Divisi Hewan (2000 – sekarang); (5) Ketua Sub Komisi Bibit Domba dan Kambing, Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan (2000 – 2004); (6) Anggota Komisi Bibit Nasional, Direktorat Jenderal Perternakan, (2007sampai dengan sekarang); (7) Anggota Tim Penilai dan Pelepas Varietas, Departemen Pertanian, (1998 – 2001); (8) Anggota Komisi Nasional Pelestarian Plasma Nutfah (1991 – 1994); (9) Anggota Komisi Nasional Plasma Nutfah (1999 – 2007); ); (10) Anggota Komisi Nasional Sumber Daya Genetika (2007 sampai sekarang); (11) Anggota Panel Bidang Pertanian dan Pangan, RUT X dan RUT XI, Kementerian Riset Dan Teknologi Republik Indonesia (2002 dan 2003);

Organisasi profesi yang pernah diikuti adalah: (1) Anggota Ikatan Sarjana Ilmu-Ilmu Peternakan (ISPI, 1984 – sekarang); (2) Anggota American Society of Animal Science (ASAS, 1987 – 1990); (3) Anggota Pengurus Pusat Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI), Kompartemen Peternakan (2001 – 2005); (4) Ketua, Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) Komisariat Daerah (Komda) Jabotabek (1999 – sekarang); (5) Anggota Dewan Pertimbangan Organisasi Pengurus Pusat PERIPI (2005 – 2010) dan Anggota Dewan Penasehat Pengurus Pusat PERIPI (sejak 2010); (6) Anggota Dewan Pakar Himpunan Peternak Kambing dan Domba Indonesia (HPDKI, 2004 sampai sekarang).

Penghargaan ilmiah yang pernah diterima mencakup: (1) Piagam Penghargaan Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia, ANUGERAH PERIPI MADYA pada tahun 2000; (2) Piagam Penghargaan Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, SABRANI AWARD sebagai Peneliti Teladan, Kategori Hasil Penelitian Bernilai Komersial Lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan tahun 2001; Piagam Penghargaan Menteri Pertanian, Republik Indonesia sebagai AHLI PENELITI UTAMA BERPRESTASI pada tahun 2002; serta Piagam Penghargaan Presiden Republik Indonesia, SATYA LENCANA WIRAKARYA pada tahun 2002.

Subandryo, Balai Penelitian Ternak, Puslitbang Peternakan, Jl. Raya Padjajaran Kav. E59 Bogor, 16151. Telp 0251-8328384, 8329781, Faximile 0251- 8338382, 8380588, 8344508. Email: bandriyo@indo.net.id, bandriyo267@yahoo.com ,

Berita

  • Mentan : VUB Padi Harus Dioptimalkan Penyebarannya secara Nasional

    21 Nop

    Mentan-Sukamandi SUKAMANDI – Varietas unggul baru (VUB) padi hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi) harus dioptimalkan penyebarannya secara nasional, ujar Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja di Sukamandi, Jawa Barat (21/11/2014). (berita lengkap)

  • Mesin Penepung Multiguna, Untuk Produksi Aneka Tepung dari Bahan Pangan Lokal

    21 Nop

    Mesin Penepung Multiguna Inovasi Balitbangtan Tingkatkan Produksi Tepung dari Bahan Pangan Lokal Indonesia memiliki sumberdaya hayati yang sangat potensial untuk mendukung penganekaragaman pangan dan energi alternatif. Aneka umbi-umbian lokal seperti ubi kayu/singkong, ubi jalar, gayong, garut, talas, iles-iles dan sebagainya, merupakan sumber pati dan tepung yang dapat dikembangkan sebagai sumber karbohidrat dan sebagai penggati tepung terigu. (berita lengkap)

  • Pengendalian OPT Melalui Rekayasa Ekologi

    20 Nop

    Lampu perangkap solar cell Ditlin OPT atau organisme penggangu tanaman khususnya yang menyerang tanaman padi dapat dikendalikan dengan rekayasa ekologi, dengan perpaduan penggunaan light trap, penanaman bunga wijen, dan penggunaan pupuk organik. (berita lengkap)

  • Merah Delima di Kotaanyar, Jawa Timur

    19 Nop

    Merah Delima Pengembangan Pepaya Merah Delima hasil Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) semakin gencar. Hal ini diikuti dengan meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap buah tersebut. Rasanya yang manis, tekstur dagingnya renyah serta tidak berbau membuat pepaya ini semakin diminati masyarakat. (berita lengkap)

  • Umbi Garut sebagai Alternatif Pengganti Terigu untuk Individual Autistik

    18 Nop

    Umbi Garut Indonesia memiliki banyak jenis bahan pangan lokal yang dapat digunakan untuk menunjang ketahanan pangan nasional. Bahan pangan lokal tidak hanya tersedia dalam jumlah besar tetapi juga memiliki nilai produktivitas yang tinggi dan kandungan gizi yang baik. (berita lengkap)

  • The 6th Livestock Research Group Meeting

    17 Nop

    YOGYAKARTA - Indonesia sudah menjadi anggota Livestock Research Group (LRG) sejak tahun 2008. LRG setiap tahun mengadakan pertemuan untuk membahas penelitian dan aktivitas yang berkaitan dengan mitigasi gas rumah kaca dari setiap negara anggota LRG dalam rangka pengendalian emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan. (berita lengkap)

Berita lainnya »