Inovasi Teknologi

Padma Buana

Padma Buana Umur mulai berbunga 52-56 hari setelah tanam, Warna bunga merah muda, Tinggi tanaman 104-119,7 cm, Diameter kuntum bunga 7.6-8.1 cm, Tipe bunga spray, Jenis bunga potong, Ketahanan mekar dalam vas 10-12 hari, beradaptasi dengan baik di dataran sedang hingga tinggi dengan altitude 700-1.200 m dpl

SDM Profesional

Prof. (Riset).Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS

Prof. (Riset).Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS Prof. (Riset).Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS adalah peneliti di bidang fisiologi tanaman, saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.

Selama berkarir sebagai peneliti, Yusdar telah menghasilkan lebih dari 109 karya tulis ilmiah baik sebagai penulis tunggal ataupun penulis Utama dan Anggota yang diterbitkan di dalam maupun di luar negeri.

Yusdar menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di UNPAD masing-masing tahun 1980 dan 1985. Pada tahun 2000 mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan Doctor of Philosophy dari Departemen of Land Management, Universiti Putra Malaysia (UPM) dan selesai pada tahun 2003.

Pendidikan jangka pendek yang diikuti Yusdar untuk menunjang profesinya antara lain Analisis Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk di Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Bogor (1985), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN, Jakarta (1985). Research Intern Training di Soil Science Department Asian Vegetable Research and Development Centre tahun 1985-1986, Vegetable Growing di International Agricultural Centre Wageningen. The Netherland (1988), Pertanian Ramah Lingkungan di Kyusei Nature Farming, Thailand (1997), dan Mikrobiologi Tanah di Universiti Pertanian Malaysia (1998).

Sebagai peneliti, Yusdar banyak terlibat dengan Penelitian Tanaman Hortikultura yang terkait dengan Proyek Penelitian nasional/Internasional antara lain: Proyek ATA-373, The Netherlands (1988-1995), Upland Agriculture and Conservation Project tahun 1986, Tim Teknis Hortikultura pada Upland Farming Development Project (1995-1997), Indigenous Vegetables (AVRDC) tahun 2001, Steering Committee (SC) pada AARD, Bioversity International, GEF dan UNEP 2007-2013, SC pada BAPNET- Biodeversity International (2007-2013), Project Leader Breeding partisipatif Impatient Plants-Horticultural Research Cooperation between Indonesia and The Netherlands (2005-2007) dan Panitia Pengarah Program Kerjasama Kemitraan penelitian pertanian dengan perguruan tinggi, badan Litbang Pertanian (2007-2012), Ketua TP2V Horticultura (2007-2008) dan anggota tim Launching Varietas (2012 -2013).

Selain sebagai peneliti Yudar juga pernah menduduki jabatan struktural antara lain: Kepala Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (2004-2005), Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias (2005-2007) dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (2007-2013).

Dia berperan aktif sebagai narasumber/pembicara dalam seminar, lokakarya, simposium di forum nasional dan internasional dan Delegasi Indonesia (DELRI) baik sebagai Ketua maupun Anggota working group.

Yusdar mencapai jenjang Ahli Peneliti Utama pada tahun 2000. Gelar Profesor Riset diperoleh setelah menyampaikan naskah orasi berjudul: Teknologi Inovatif Budi Daya Sayuran Lahan Kering Berbasis Pengelolaan Hara Terpadu Menuju Terwujudnya Ekonomi Biru (Pertanian Ramah Lingkungan). Dia merupakan Profesor Riset ke-113 di Litbang Pertanian atau ke-424 tingkat nasional.

Penghargaan yang pernah diterima Yusdar atas pengabdiannya dibidang pertanian antara lain: penghargaan IAC Holland Quiz (2nd PR) dari Director IAC Wageningen, The Netherland (1988); Peneliti Teladan dari Kepala Balitnak (1997); Satyalancana Karya Satya ke 20 dari Presiden RI (2009); Instruktur Sistem Manajemen nasional (SISMENAS) dari Gubernur Lemhannas (2012); dan SPI Award I dan III lingkup Pertanian dari Menteri Pertanian RI (2012-2013).

Yusdar Hilman, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16111 - Jawa Barat Indonesia Phone: +62 251-8372096, Fax: +62 251-8387651, 8372096 Email: puslitbanghorti@litbang.pertanian.go.id, puslitbanghorti@gmail.com

Berita

  • Jamu Berbasis Tanaman Obat untuk Ternak Ayam

    02 Des

    Jamuternak Tanaman obat mengandung senyawa aktif yang dapat bermanfaat sebagai antivirus, antibakteri, anti parasit, antioksidan, dan peningkat daya tahan tubuh. Ayam adalah jenis hewan yang mudah diserang oleh penyakit, sehingga diperlukan pertahanan tubuh untuk melawan penyakit. Tanaman obat dapat diolah menjadi jamu ternak dalam bentuk cair, ekstrak dan serbuk. (berita lengkap)

  • Dua Peneliti Raih Penghargaan Adhi Karya Pangan Nusantara 2016

    01 Des

    Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara JAKARTA - Dua orang peneliti Badan Litbang Pertanian meraih penghargaan APN 2016 kategori Pelayanan Ketahanan Pangan, Dr. Tike Sartika sebagai Peneliti Utama Bidang Pemuliaan dan Genetika Ternak dari Balai Penelitian Ternak Ciawi dan Dr. Dwinita Wikan Utami, Peneliti Madya Bidang Bioteknologi Pertanian dari BB Biogen Bogor. Penghargaan diberikan oleh Presiden RI di Istana Negara, Rabu (30/11/2016). (berita lengkap)

  • Penguatan Teknologi FELISAVET untuk Deteksi Penyakit Bovine Viral Diarrhea pada Sapi

    30 Nop

    felisavet kit Upaya peningkatan populasi sapi di Indonesia, antara lain ditempuh dengan perbaikan efisiensi reproduksinya. Untuk itu, inseminasi buatan (IB) telah diperkenalkan pada awal tahun 1952 dan hingga kini masih tetap digalakkan bagi sapi-sapi milik rakyat. (berita lengkap)

  • Balitbangtan Serahkan Royalti Kepada 10 Inventor

    29 Nop

    BOGOR – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menyerahkan royalti kepada para inventor serta pemulia lingkup Balitbangtan, Selasa (29/11/2016). Menteri Pertanian yang diwakili Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian menyerahkan royalti kepada delapan inventor paten dan dua pemulia. (berita lengkap)

  • Dukungan Inovasi Pertanian Mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia

    28 Nop

    BOGOR – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr Muhammad Syakir mengatakan isu global yang dihadapi bersama saat ini adalah tuntutan kebutuhan pangan dan energi. Penelitian dan pengembangan dalam perspektif jangka panjang harus tetap berada di garda terdepan untuk menjawab tantangan ini. (berita lengkap)

  • Jenis Kelamin Itik Master Dapat Diketahui dari Warna Bulu

    24 Nop

    Itik MASTER adalah hasil persilangan Mojosari (Jantan) dan Alabio (betina). Penelitian yang dilakukan di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) ini diarahkan pada evaluasi kemampuan produksi berbagai jenis itik lokal. (berita lengkap)

Berita lainnya »