Inovasi Teknologi

Prabu Bestari

Prabu Bestari Varietas jenis ini memiliki karakter rasa manis dengan kapasitas produksi 5-15 ton/ha. Umur panen 120 hari setelah pangkas produksi. dan daya simpan 7-14 hari.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Agus Pakpahan

Prof. (Riset). Dr. Ir. Agus Pakpahan Prof. (Riset). Dr. Ir. Agus Pakpahan adalah peneliti di bidang Agro Ekonomi (Ekonomi Pertanian), saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Sebagai peneliti, Agus Pakpahan telah menghasilkan 211 karya tulis sebagai penulis tunggal maupun bersama penulis lain dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia, Inggris maupun bahasa asing lainnya.

Agus Pakpahan menyelesaikan Pendidikan S1 dan S2 masing-masing diperoleh di Institut Pertanian Bogor pada 1978 dan 1981. Pada 1983 mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan Doctor of Philosophy dalam bidang Agricultural Economics di Michigan State University dan selesai pada 1988.

Pendidikan non formal yang pernah Dia ikuti adalah: 1) Agro Economic Method di Philipina pada 1982; 2) Service Irrigation Methodology di Langkawi, Malaysia pada 1991; 3) Service Irrigation Methodology di Feldafing, Germany pada 1992; 4) Risk Management Banking Business di London pada 2008; dan 5) Risk Management for Retail Banking di Amsterdam pada 2010.

Pada 1992, Dia mendapat kesempatan menjadi visiting scholar jangka pendek pada Cornell International Institute for Food, Agriculture and Development, Amerika Serikat; dan pada tahun 1995 menjadi visiting scholar di Indonesia Project pada Australian National University.

Selain sebagai peneliti, Agus pernah menduduki beberapa jabatan struktural antara lain: Kepala Bidang Tata Operasional Penelitian di Pusat Penelitian Agro Ekonomi sebagaipada 1990-1994, Kepala Bidang Analisis Kebijakan Pertanian pada Biro Pertanian dan Pengairan di BAPPENAS, Kepala Biro Bantuan dan Regional I, Kepala Biro Kelautan Kedirgantaraan Lingkungan Hidup dan IPTEK. Selanjutnya menjabat Direktur Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian pada 1998-2003; Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Agroindustri, Kehutanan, Kertas, Percetakan dan Penerbutan Rekayasa Genetik sejak 2010.

Jenjang fungsional Ahli Peneliti Utama diraih pada 1996 Gelar Profesor Riset diperoleh pada 13 November 2013 setelah melakukan orasi ilmiah berjudul: Membalik Arus Guremisasi Petani dan Pertanian. Dia merupakan Profesor Riset ke-110 tingkat Badan Litbang Pertanian atau ke-411 tingkat nasional.

Penghargaan yang pernah diterima yang bersangkutan selama bekerja antara lain: Penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 tahun (1995); Satyalancana Wirakarya (1997); Satyalancana Pembangunan (1999); dan pada mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 tahun (2002).

Agus Pakpahan, Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Jl. Jend. A. Yani No. 70 Bogor; Telp. 0251-8325177;, Faksimili 0251-8314496.

Berita

  • Cara Tanam Tugal Atau Larikan, Tergantung Kondisi Curah Hujan

    29 Jun

    Cara tanam  padi gogo yang aman adalah dengan sistem tugal, karena benih dapat berada pada kedalaman Cara tanam padi gogo yang aman adalah dengan sistem tugal, karena benih dapat berada pada kedalaman 2-3 cm dan pada kelembaban tanah yang cukup setelah lubang tugalan ditimbun. Tanam tugal dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan yang tidak menentu. Pada daerah-daerah yang curah hujannya dapat diramalkan tetap, maka tanam padi gogo dapat dilakukan dengan sistim larikan. Kedalaman larikan hanya 2-3 cm saja, namun benih yang ditanamkan akan cepat tumbuh karena hujannya relatif tetap dan hari hujan merata. (berita lengkap)

  • SDG Cengkeh Afo, Simbol Kejayaan Maluku Utara

    27 Jun

    Cengkeh adalah komoditas yang turut membuat nama Maluku Utara dikenal sebagai wilayah utama penghasil rempah yang sangat diminati oleh pedagang dan konsumen dari Cina, India, dan Eropa. Bahkan saat ini rempah dari Maluku Utara diminati oleh konsumen di seluruh dunia. Siapa sangka, tanaman cengkeh tertua di dunia, atau yang dengan nama cengkeh AFO, berada di lereng gunung Gamalama, Pulau Ternate. (berita lengkap)

  • Kefir, Susu Fermentasi Dengan Rasa Menyegarkan

    26 Jun

    Kefir Susu fermentasi dewasa ini berkembang pesat dalam kualitas dan kuantitas. Upaya untuk menarik minat konsumen terhadap jenis bahan pangan ini terus dilakukan, antara lain melalui diversifikasi produk. Jenis susu fermentasi bentuk cair yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah yogurt beserta produk pengembangannya yaitu dengan menambahkan berbagai jenis pemanis, flavor agar rasa dan baunya lebih meningkatkan selera seperti coklat dan buah-buahan, serta penggunaan pewarna makanan agar penampilan produk lebih menarik, selain itu juga penggunaan kultur lain disamping Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dengan sifat probiotik seperti Bifidobacterium sp dan Lactobacillus sp. (berita lengkap)

  • ITIK PMp Mampu Penuhi Kebutuhan Protein Masyarakat

    23 Jun

    itik pmp Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, Balitbangtan mengembangkan Itik PMp yang merupakan bibit itik tipe pedaging baru. Bibit itik ini secara genetik mengandung kombinasi darah itik Peking dan itik Mojosari putih. (berita lengkap)

  • Kembangkan Jagung di Sulawesi Tenggara Untuk Penuhi Kebutuhan Mancanegara

    22 Jun

    BAUBAU - Menteri Pertanian Dr Amran Sulaiman melakukan ramah tamah dengan pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Baubau bertempat di Rumah Jabatan Walikota Baubau, Rabu (21/06/2017). Hadir pada kesempatan itu Kasdam Wirabuana, Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Prov. Sultra, Kepala BPTP Sultra, Peneliti, Penyuluh, Rektor Universitas se Baubau, Kepala Dinas Pertanian Muna, dan Kepala Dinas Pertanian Buton. (berita lengkap)

  • Bagaimana Membedakan Ayam Segar dan Ayam Tiren

    22 Jun

    Ayam Tiren Kesegaran bahan makanan yang digunakan dalam sajian bukan cuma penting demi menjamin cita rasa lezat sajian tersebut, tapi juga aspek kehalalan, keamanan pangan, dan kesehatan konsumen adalah hal yang harus diperhatikan. (berita lengkap)

Berita lainnya »