Tahukah Anda?

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Daun Kelor

Telah lama dipercaya, daun kelor memiliki kandungan yang tinggi akan vitamin C, kalsium, beta karoten dan potassium yang bekerja efektif sebagai sumber anti oksidan alami. Karena tingginya kandungan nutrisi dalam daunnya, kelor dijuluki sebagai ‘tree of life’.

Organisasi kesehatan dunia WHO telah lama menganjurkan penggunaan kelor bagi anak anak di dunia karena daun tanaman ini mengandung 7 kali vitamin C pada jeruk, 4 kali kalsium pada susu, 4 kali vitamin A pada wortel, 2 kali protein pada susu dan 3 kali potassium pada pisang.

Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) sangat banyak mengandung protein. Bagian dari tanaman yang memiliki nutrisi tinggi adalah daunnya. Daun kelor dilaporkan memiliki kandungan protein (19-29 persen), serat (16-24 persen), lemak, karbohidrat, mineral, kalsium, magnesium, fosfor, besi, sulfur, asam oksalat, vitamin A, vitamin B (Kolin), vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3, vitamin C dan vitamin E.

Konsumsi daun kelor sangat mudah. Daun tanaman dipetik tiga tangkai, dicuci bersih lalu ditiriskan. Panaskan air sampai mendidih, lalu masukan daun kelor, tambahkan potongan jagung muda, daun salam, sedikit garam dan gula.

Masakan sayur kelor dapat dikonsumsi selagi masih hangat. Efek antioksidan kelor masih kuat bila dikonsumsi disaat masih hangat. Selain berkhasiat sebagai obat, daun kelor juga sumber makanan yang lezat.

Saat ini kelor mulai banyak ditanam di masyarakat luas karena mereka telah mengetahui manfaatnya dalam kesehatan. Untuk program nasional. rencananya kelor akan mulai dikembangkan di tahun 2020. Hal ini diawali dengan akan dibangunkannya daerah pengembangan kelor di Nusa tenggara Timur (NTT).

Di tahun 2020 juga sedang dilaksanakan proses penetapan sumber benih kelor di NTT sehingga benih yang akan diedarkan nantinya adalah benih yang bersertifikat sehingga terjamin mutunya.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat