Inovasi Teknologi

Prabu Bestari

Prabu Bestari Varietas jenis ini memiliki karakter rasa manis dengan kapasitas produksi 5-15 ton/ha. Umur panen 120 hari setelah pangkas produksi. dan daya simpan 7-14 hari.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Supriadi, M.Sc

Prof. (Riset). Dr. Ir. Supriadi, M.Sc Prof. (Riset). Dr. Ir. Supriadi, M.Sc adalah Peneliti Utama dalam bidang penelitian Fitopatologi (Hama dan Penyakit Tanaman), saat ini bekerja pad Kelompok Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO), Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Bidang yang di fokuskan adalah bio-ekologi patogenpatogen penyebab penyakit utama pada berbagai tanaman obat dan aromatik, serta tanaman industri, terutama kelompok bakteri patogen tanaman, seperti Ralstonia solanacearum pada berbagai tanaman obat dan atsiri (Zingiberaceae, Solanaceae, dan Musaceae); Pseudomonas syzigii pada tanaman cengkeh; Pseudomonas cepacia pada tanaman garut (Marantha arundinaceae), Xanthomonas xampestris pv. malvacearum pada tanaman kapas, dan Erwinia carotovora pada tanaman lidah buaya (Aloe vera). Di antara kelompok jamur patogen yang pernah diteliti adalah jamur akar cokelat (Phellinus noxius) pada tanaman jambu mente.

Supriadi menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian (Ir) dalam bidang Hama dan Penyakit dari Institut Pertanian Bogor (1982); Master of Science (M.Sc.) dalam bidang Fitopatologi dari Imperial College, University of London, UK (1987); Doctor of Philosophy (Ph.D) dalam bidang Bakteriologi dari Imperial College, University of London, UK (2004).

Bidang penelitian yang digeluti Supriadi akhir-akhir ini adalah pestisida nabati, khususnya pemanfaatan minyak atsiri untuk mengendalikan hama dan penyakit. Beberapa jenis formula pestisida nabati berbasis minyak atsiri yang sudah dihasilkan adalah formula anti bakteri dan jamur, seperti CEES (mengandung eugenol dan sitronellal), CEKAM (mengandung eugenol dan sinnamal dehida), dan ASIMBO (mengandung sitronellal dan asam salisilat). Minyak atsiri berpotensi sebagai pestisida nabati, tidak hanya untuk penyakit dan hama tanaman, seperti penyakit layu bakteri, bercak daun dan busuk lunak pada tanaman, juga berpotensi sebagai anti rayap rumah tangga dan kebun, serta serangga pengganggu pada manusia dan hewan, seperti nyamuk dan lalat sapi. Keefektifan pestisida nabati berbasis minyak atsiri sebanding dengan pestisida sintetik. Kendala utama dalam pengembangan pestisida nabati minyak atsiri adalah harga bahan baku minyak yang fluktuatif dan cenderung mahal sehingga sulit bersaing dengan pestisida sintetik.

Jabatan yang terkait dengan profesi yang pernah diduduki Supriadi antara lain; sebagai redaksi majalah ilmiah, sebagai editor sejak tahun 1995 pada beberapa jurnal ilmiah seperti: Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Jurnal LITTRI) pada Pusat Peneltian Tanaman Perkebunan (1995 – sekarang); Indonesian Journal of Agricultural Science (IJAS), Badan Litbang Pertanian (2000 – sekarang); Forestry and Estate Crops Research Journal, Badan Litbang Kehutanan; Jurnal Mikrobiologi Indonesia (2001 – sekarang). Di samping editor pada media lainnya, seperti Prosiding beberapa Pertemuan Ilmiah.

Gelar Profesor Riset diperoleh dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada bidang fitopatologi pada tanggal 23 Desember 2009 dengan judul Orasi Ilmiah ”Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum): Dampak, Bioekologi dan Peranan Teknologi Pengendaliannya”.

Penghargaan yang pernah diperoleh Supriadi adalah Peneliti Berprestasi dari Menteri Pertanian Indonesia pada tanggal tahun 1998.

Supriadi, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO), Jl. Tentara Pelajar No. 3, Bogor 16111, Tlp 0251-8321879, Fax. 8327010), email supriadi_balittro@yahoo.co.id

Berita

  • Buah Kopi Masak Serentak dengan Pakuwon Biofertilizer

    24 Peb

    Pakuwon Biofertilizer, merupakan pupuk hayati yang sangat efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kopi. (berita lengkap)

  • Produksi Padi Sehat

    23 Peb

    Beras merupakan makanan pokok bagi hampir seluruh rakyat Indonesia sehingga ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada kecukupan beras. Pengadaan beras dengan cara impor mengakibatkan ketergantungan pangan pada negara lain, sehingga akan melemahkan kondisi ekonomi dan politik nasional. (berita lengkap)

  • Satu Wanita Lima Cabai

    23 Peb

    Gerakan Tanam Cabe di Kab. Sigi, Sulteng SULTENG – Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah bersatupadu melakukan Gerakan Tanam (Gertam) Cabai di Dusun Bolopuntu Jaya, Desa Olobuju, Kecamatan Sigi Biromaru. (berita lengkap)

  • Indonesia Menuju Swasembada Protein Hewani

    22 Peb

    grafik unggas Salah satu zat gizi yang harus dikonsumsi oleh setiap orang adalah protein. Dalam Ilmu Gizi, protein sebagai zat pembangun sel-sel tubuh, jadi protein memiliki fungsi yang sangat penting bagi pertumbuhan manusia. Bayi dan anak-anak memerlukan protein yang lebih banyak daripada orang dewasa karena mereka masih mengalami masa pertumbuhan. Dampaknya tidak hanya mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia namun juga akan mempunyai daya saing pada dunia internasional. (berita lengkap)

  • Kelambu Nilon, Basmi Hama dan Ramah Lingkungan

    22 Peb

    Kabupaten Probolinggo merupakan sentra produksi bawang merah kedua di Jawa Timur setelah Nganjuk. Luas areal panen bawang merah di Probolinggo tahun 2015 yaitu 7.155 ha dengan produksi 514.086 kuintal. (berita lengkap)

  • Ayam SenSi-1 Agrinak, Berpotensi Jadi Komoditas Seksi

    21 Peb

    Ayam Sentul Terseleksi(SenSi)-1 Agrinak CIAWI – Indonesia mempunyai sumberdaya genetika asli yang beragam, termasuk ayam. Saat ini, ayam kampung lokal nasional mulai dilirik sebagai salah satu sumber protein utama selain daging sapi ataupun ayam ras. (berita lengkap)

Berita lainnya »