Inovasi Teknologi

Hipa 5 Ceva

Hipa 5 Ceva Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2. Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain IV dan VIII. Agak tahan terhadap penyakit tunggro. Tidak ditanam pada daerah endemik OPT.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Achmad Suryana, MS

Prof. (Riset). Dr. Ir. Achmad Suryana, MS Prof. (Riset). Dr. Ir. Achmad Suryana, MS adalah peneliti utama dalam bidang Sosial Ekonomi Pertanian, saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Pusat Sosial ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Achmad Suryana telah melahirkan inovasi di bidang manajemen penelitian, diantaranya pada saat menjadi Kepala Pusat Sosial Ekonomi Pertanian ia mengintroduksi kegiatan Analisis Kebijakan dalam rancangan program penelitian. Kegiatan ini memberikan keleluasaan kepada pimpinan unit kerja untuk dapat dengan segera merumuskan alternatif kebijakan dalam bentuk Policy Brief dalam aspek kebijakan pembangunan pertanian dan pedesaan, baik sebagai respon atas permintaan/arahan pimpinan maupun antisipasi terhadap permasalahan yang kemungkinan muncul kemudian. Pada saat menjabat sebagai Kepala Badan Litbang Pertanian, Suryana memperkenalkan program PRIMATANI, suatau pendekatan praktis untuk mempercepat diseminasi teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian kepada para pengguna ataupun petani. Penugasan peneliti dan penyuluh untuk bekerja secara sinergis di lapangan (dan tinggal) bersama petani, merupakan salah satu ciri utamanya.

Sebagai peneliti, Achmad Suryana telah menulis lebih dari 100 artikel ilmiah ataupun semi ilmiah, menjadi dewan redaksi tiga majalah ilmiah, penyunting 16 buku, dan menulis sebuah buku tentang ketahanan pangan.

Suryana mengawali pendidikan Strata 1 di Institut Pertaninan Bogor (IPB) dengan keahlian Sosial Ekonomi Pertanian, selesai tahun 1978 (ir), S2 (MS) di IPB dengan keahlian Ekonomi Pertanian tahun 1980, dan S3 (Ph.D) di North Carolina State University (NCSU), Raleigh, North Carolina, Amerika Serikat dengan keahlian Ekonomi tahun 1986.

Selain sebagai peneliti, Suryana pernah menduduki jabatan struktural di Kementerian Pertanian, antara lain ; Kepala Pusat Pengembangan Investasi dan AMDAL, Badan Agribisnis (1994 – 1995) oleh Menteri Pertanian Syarifuddin Baharsyah, Kepala Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian (1995 – 1998), dan Kepala Biro Perencanaan (1998 – 2000). Suryana mulai dipercaya sebagai pejabat eselon I yaitu sebagai Kepala Badan Urusan Ketahanan Pangan (2000 – 2001) pada era Menteri Pertanian Muhammad Prakosa. Setelah itu berlanjut sebagai Kepala Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan (2001 – 2004), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2004 – 2008), Direktur Jenderal Tanaman Pangan ad interim (2005 – 2006) dan Kepala Badan Ketahanan Pangan (2008 – 2011).

Di bidang kepakarannya, Suryana aktif sebagai anggota Pengurus Pusat PERHEPI (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia) pada empat kepengurusan dari tahun 1989 sampai 2003, Pengurus Pusat PERGIZI Pangan (2001 – 2003), Anggota Dewan Riset Nasional (2005 – 2008), dan Wakil Ketua Komisi Bioetika Nasional (2005 – 2008). Di kancah internasional, ia menjadi Anggota BOT-IRRI (Board of Trustees - International Rice Research Institute) untuk dua periode yaitu dari tahun 2008 – 2010 dan 2011 – 2013.

Jenjang jabatan Ahli Peneliti Utama diperoleh pada bulan Maret 1997. Pada bulan Agustus 2007 ia dikukuhkan sebagai Profesor Riset dengan judul orasi “Menelisik Ketahanan Pangan, Kebijakan Pangan dan Swasembada Beras”.

Penghargaan yang pernah diterima oleh Achmad Suryana adalah; Satyalancana Wira Karya (1997), Satyalancana Pembangunan (1999), Satyalancana Karya Satya X Tahun (1996), XX Tahun (2003), dan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun (2009).

Achmad Suryana, Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Jl. A. Yani No. 70 Bogor, Telp. 0251 8325177, Faksimile 0251 8314496, Email: achsuryana@gmail.com

Berita

  • Serangan Tunggau Merah Pada Ubi Kayu dapat dikendalikan

    12 Des

    tunggau merah Pengendalian serangan hama tungau merah bisa dilakukan secara biologi, kultur teknis, dan kimiawi. Pengendalian secara biologi dilakukan dengan menggunakan musuh alami (predator) yang ada di alam. Predator tungau yang paling penting adalah: (1) Oligota minuta untuk Mononychellus tanajoa, (2) Stethorus tridens untuk T. urticae dan T. cinnabarinus, dan (3) Phytoseiidae. (berita lengkap)

  • Gejala Serangan Hama Tungau Merah pada Ubi Kayu

    12 Des

    tunggau merah Ubi kayu sering dikenal dengan tanaman semusim dan tumbuh pada lahan kering dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah dan ketersediaan air terbatas. Namun, dengan umur panen ubi kayu yang panjang menyebabkan berisiko tumbuh pada musim kemarau yang panjang dan berpeluang mengalami cekaman kekeringan. Pada saat kondisi kekeringan, tanaman ubi kayu dapat terserang hama tungau merah (Tetranychus urticae) (berita lengkap)

  • 8 Varietas baru dilepas, jawab tantangan untuk lahan agroekosistem non eksisting

    11 Des

    simnas bb padi 2017 Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Muhammad Syakir. menyambut baik dan sangat mengapresiasi launching delapan varietas yang dihasilkan para peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Dalam sambutannya Kepala Badan menegaskan bahwa “kontribusi peneliti dan pakar-pakar padi Indonesia sangat besar dan siapa lagi sumber mata air kalau bukan dari balai”, demikain ungkap Dr. Muhammad Syakir. (berita lengkap)

  • Jestro Ag60; Anggur Kecil Manis Tanpa Biji (seedles)

    11 Des

    Jestro Ag60; Anggur Kecil Manis Tanpa Biji (seedles) Anggur merupakan salah satu buah yang bergizi tinggi dan juga memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mempunyai koleksi plasma nutfah anggur dengan banyak aksesi di Kebun Percobaan Banjarsari salah satunya anggur Jestro Ag60. (berita lengkap)

  • Solusi Efektif dan Efisien Memanen Bawang Merah

    08 Des

    Alsin Pemanen Bawang Merah Alsin yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) pada tahun 2017 ini, dapat memanen umbi lebih cepat, efektif dan efisien, dibandingkan tenaga manusia. Alsin ini dilengkapi dengan kemampuan untuk menggali umbi, mangambil dan memisahkan tanah dari umbi. Mesin ini selain dapat dipergunakan untuk memanen bawang merah, juga dapat digunakan untuk memanen produk hortikultura lainnya seperti kacang tanah dan kentang. (berita lengkap)

  • Panen Padi Hibrida dan Temu Lapang di Tabanan Bali

    07 Des

    Temu lapang dan gelar teknologi padi hibrida mengangkat tema “Meningkatkan Daya Saing Petani Melalui System Pertanian Berbasis Komunitas dipusatkan di Desa Tajen, Kec. Penebel, Kab. Tabanan, Bali, selasa (5/12/2017). (berita lengkap)

Berita lainnya »