Inovasi Teknologi

Hipa 5 Ceva

Hipa 5 Ceva Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2. Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain IV dan VIII. Agak tahan terhadap penyakit tunggro. Tidak ditanam pada daerah endemik OPT.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Supriadi, M.Sc

Prof. (Riset). Dr. Ir. Supriadi, M.Sc Prof. (Riset). Dr. Ir. Supriadi, M.Sc adalah Peneliti Utama dalam bidang penelitian Fitopatologi (Hama dan Penyakit Tanaman), saat ini bekerja pad Kelompok Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO), Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Bidang yang di fokuskan adalah bio-ekologi patogenpatogen penyebab penyakit utama pada berbagai tanaman obat dan aromatik, serta tanaman industri, terutama kelompok bakteri patogen tanaman, seperti Ralstonia solanacearum pada berbagai tanaman obat dan atsiri (Zingiberaceae, Solanaceae, dan Musaceae); Pseudomonas syzigii pada tanaman cengkeh; Pseudomonas cepacia pada tanaman garut (Marantha arundinaceae), Xanthomonas xampestris pv. malvacearum pada tanaman kapas, dan Erwinia carotovora pada tanaman lidah buaya (Aloe vera). Di antara kelompok jamur patogen yang pernah diteliti adalah jamur akar cokelat (Phellinus noxius) pada tanaman jambu mente.

Supriadi menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian (Ir) dalam bidang Hama dan Penyakit dari Institut Pertanian Bogor (1982); Master of Science (M.Sc.) dalam bidang Fitopatologi dari Imperial College, University of London, UK (1987); Doctor of Philosophy (Ph.D) dalam bidang Bakteriologi dari Imperial College, University of London, UK (2004).

Bidang penelitian yang digeluti Supriadi akhir-akhir ini adalah pestisida nabati, khususnya pemanfaatan minyak atsiri untuk mengendalikan hama dan penyakit. Beberapa jenis formula pestisida nabati berbasis minyak atsiri yang sudah dihasilkan adalah formula anti bakteri dan jamur, seperti CEES (mengandung eugenol dan sitronellal), CEKAM (mengandung eugenol dan sinnamal dehida), dan ASIMBO (mengandung sitronellal dan asam salisilat). Minyak atsiri berpotensi sebagai pestisida nabati, tidak hanya untuk penyakit dan hama tanaman, seperti penyakit layu bakteri, bercak daun dan busuk lunak pada tanaman, juga berpotensi sebagai anti rayap rumah tangga dan kebun, serta serangga pengganggu pada manusia dan hewan, seperti nyamuk dan lalat sapi. Keefektifan pestisida nabati berbasis minyak atsiri sebanding dengan pestisida sintetik. Kendala utama dalam pengembangan pestisida nabati minyak atsiri adalah harga bahan baku minyak yang fluktuatif dan cenderung mahal sehingga sulit bersaing dengan pestisida sintetik.

Jabatan yang terkait dengan profesi yang pernah diduduki Supriadi antara lain; sebagai redaksi majalah ilmiah, sebagai editor sejak tahun 1995 pada beberapa jurnal ilmiah seperti: Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Jurnal LITTRI) pada Pusat Peneltian Tanaman Perkebunan (1995 – sekarang); Indonesian Journal of Agricultural Science (IJAS), Badan Litbang Pertanian (2000 – sekarang); Forestry and Estate Crops Research Journal, Badan Litbang Kehutanan; Jurnal Mikrobiologi Indonesia (2001 – sekarang). Di samping editor pada media lainnya, seperti Prosiding beberapa Pertemuan Ilmiah.

Gelar Profesor Riset diperoleh dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada bidang fitopatologi pada tanggal 23 Desember 2009 dengan judul Orasi Ilmiah ”Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum): Dampak, Bioekologi dan Peranan Teknologi Pengendaliannya”.

Penghargaan yang pernah diperoleh Supriadi adalah Peneliti Berprestasi dari Menteri Pertanian Indonesia pada tanggal tahun 1998.

Supriadi, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO), Jl. Tentara Pelajar No. 3, Bogor 16111, Tlp 0251-8321879, Fax. 8327010), email supriadi_balittro@yahoo.co.id

Berita

Berita lainnya »