Inovasi Teknologi

Inpari 14 Pakuan

Inpari 14 Pakuan Ketahanan terhadap hama agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, serta rentan terhadap biotipe 3. Ketahanan terhadap penyakit, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV dan agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe VIII, agak tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 133, rentan penyakit blas ras 073 dan 173, serta rentan terhadap virus tungro. Cocok ditanam di ekosistem sawah tadah hujan dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Baehaki Suherlan Effendi

Prof. (Riset). Dr. Ir. Baehaki Suherlan Effendi Prof. (Riset). Dr. Ir. Baehaki Suherlan Effendi adalah peneliti utama di bidang Hama dan Penyakit Tanaman, pada kelompok peneliti di Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi).

Karya ilmiah hasil penelitian Baehaki yang hingga kini tercatat sekitar 73 makalah yang telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah, majalah semi ilmiah, dan prosiding, baik di dalam maupun luar negeri. Baehaki juga telah menulis dua buku tentang hama padi dan insektisida yang diterbitkan oleh PT Angkasa Bandung, Telah menulis buku SL-PTT Padi Sawah, Telah menulis buku SL-PTT Padi Gogo, Telah menulis buku Pedoman IP Padi 400, Telah menulis buku SOP Pengendalian wereng coklat 2010 – 2011, Telah menulis Policy Brief berjudul model rencana tindak lanjut (MRTL) pengendalian hama wereng coklat berdasarkan kebijakan triangle strategi dalam pengamanan produksi padi nasional.

Tidak kurang dari 84 makalah yang belum terbit dan dipresentasikannya di kongres perhimpunan profesi, IRRI IPM-Network, International Rice Congress, International Rice Conference, Badan Ketahanan Pangan, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Universitas, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Pemda, kursus-kursus, pelatihan calon pakar dan pelatihan petani. Dia juga dipercaya sebagai penyunting makalah ilmiah dalam beberapa prosiding dan pernah menjadi anggota redaksi Media Penelitian Sukamandi.

Baehaki dalam karir penelitinya telah memetakan biotipe wereng coklat dan menghasilkan teknologi pengendaliannya melalui uji ketahanan dan pergiliran varietas. Selain itu Baehaki juga telah menemukan Telenomus dignus parasitoid penggerek batang padi, menentukan ambang ekonomi hama tunggal dan hama ganda tanaman padi, menemukan formulasi pengendalian hama berdasarkan ambang ekonomi musuh alami, menggelar teknologi sistem integrasi pertanaman padi dan palawija (SIPALAPA), Menggelar teknologi sistem rotasi palawija setelah padi (ROPALAPA), mengembangkan entomophagus insect dan memformulasi Metarhizium anisopliae (Metaria WP). Pada 2011, mengawal teknologi Tanam Serempak Padi Inpari 13 di Polanhardjo sebagai upaya Gubernur Jawa Tengah melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pengendalian hama wereng coklat dan hama utama padi lainnya.

Baehaki memperoleh gelar sarjana pertanian diperoleh pada tahun 1974 di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung. Program pendidikan S2 di Institut Pertanian Bogor hanya diselesaikan dalam tempo satu tahun dengan NMR 3,8 sehingga diperkenankan mengikuti program S3 di perguruan tinggi yang sama. Pada tahun 1985 berhasil meraih gelar Doktor di bidang entomologi.

Pada dua tahun terakhir ini yang bersangkutan Aktif mensosialisasikan Strategi Pengendalian Wereng Coklat kepada para kebijakan, PPL, PHP, kontak tani dan petani di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara bersama PT Bayer Indonesia yang bekerjasama dengan Direktorat Pelindungan Tanaman Pangan.

Penghargaan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional diperolehnya pada tahun 1994 atas peransertanya dalam program pelatihan, pengembangan, dan penerapan PHT dari tahun 1989 hingga 1993, dan sebagai peneliti program nasional PHT dalam periode 1991 – 92. Penghargaan juga diperoleh dari Menteri Pertanian pada tahun 2002 atas jasanya dalam penemuan teknologi pengendalian hama wereng coklat, dan penghargaan dari Presiden RI berupa Satyalencana Karya Satya XX pada tahun 2004. Berbagai sertifikat diperolehnya dari IRRI, Zhejiang University, berbagai lembaga penelitian pertanian, dan organisasi profesi ilmiah.

Baehaki saat ini telah menjalani masa purnabakti (pensiun) pada 1 Juli 2013.

Baehaki S.E, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Jl. Raya No.9 Sukamandi-Subang-Jawa Barat. Telp. 0260-520157, Faksimile 0260-520158, E- mail: baehaki.se@telkom.net

Berita

  • Padi-Jeruk Pemanfaatan Lahan Rawa yang Menjanjikan

    20 Jul

    padi jeruk Lahan rawa lebak sangat potensial dimanfaatkan sebagai daerah lumbung pangan, yakni salah satunya dengan tananam padi. Pemanfaatan lahan rawa lebak oleh petani di Kalimantan Selatan yakni dengan menerapkan sistem Surjan. Sistem surjan merupakan salah satu contoh usaha penataan lahan dengan diversifikasi tanaman di lahan rawa lebak. Petani melakukan budidaya dengan sistem surjan dimana mereka memanfaatkan lahan dengan menanam padi pada ledokan/tabukan dan menanam jeruk pada daerah galangan. (berita lengkap)

  • Perbanyakan Massal Tanaman Kopi Menggunakan Teknik Bioreaktor

    19 Jul

    Foto Kopi Perkembangan penelitian memperlihatkan bahwa perbanyakan menggunakan metode embriogenesis somatik memiliki potensi untuk perbanyakan skala besar. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar memperlihatkan dari 0,2 gram kalus embriogenik dalam waktu 1 tahun dapat menghasilkan ±100 kecambah kopi. (berita lengkap)

  • Ada Bank Gen di Balitbangtan

    18 Jul

    Gedung fasilitas penyimpanan benih di Bank Gen BB Biogen Indonesia kaya dengan sumber daya alam. Secara geografis, posisi Indonesia yang terletak di daerah katulistiwa memiliki keanekaragaman flora dan fauna. Indonesia merupakan salah satu negara dengan biodiversitas yang sangat tinggi. Hal ini tentu saja adalah potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. (berita lengkap)

  • Kejar Target Penurunan Emisi GRK Peternakan, Balitbangtan Gelar Workshop ALU Tools

    17 Jul

    workshop_gas_rumah_kaca BOGOR - Untuk mendukung target penurunan Emisi Tahun 2020, Pusat Penelitian Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) mengadakan Workshop Pelatihan Peningkatan Kompetensi dan Pengetahuan Peneliti tentang perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari Peternakan Menggunakan Software ALU Tool pada tanggal 16-20 Juli 2018 di The Sahira Hotel Bogor. (berita lengkap)

  • Bungkil Kelapa Hasil Fermentasi Sebagai Ransum Ayam Pedaging

    16 Jul

    bungkil_kelapa Bungkil kelapa dapat ditemui di beberapa negara tropik dan tersedia dengan harga yang bersaing. Tingginya kandungan serat, palatabilitas yang rendah, kurangnya beberapa asam amino esensial, mimiliki zat antinutrisi dan tingkat kecernaan yang rendah sehingga pemakaiannya untuk rumsum masih terbatas. (berita lengkap)

  • Produksi Benih Sebar jengkol

    13 Jul

    Jengkol Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan berubahnya pola konsumsi pangan. Bahan pangan yang mengandung nilai gizi tinggi dan bermanfaat bagi pencegahan terhadap suatu penyakit menjadi prioritas konsumsi. Primadona (2012) menyatakan bahwa jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack.) Prain) kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin. Biji, cangkang dan kulit batang jengkol memiliki kandungan zat anti diabetes, karena beraktifitas secara hipoglikemia. (berita lengkap)

Berita lainnya »