Inovasi Teknologi

Inpari 13

Inpari 13 Umur tanaman 103 hari. Potensi hasil 8,80 ton/ha. Tekstur nasi Pulen. Tahan terhadap hama Wereng Batang Coklat Biotipe 1,2 dan 3. Agak rentan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri strain III, IV dan VIII, tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan agak tahan terhadap ras 133, 073 dan 173. Cocok ditanam di ekosistem sawah tadah hujan dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl

SDM Profesional

Prof (Riset). Dr. Ir Darman Moudar Arsyad, MS.

Prof (Riset). Dr. Ir Darman Moudar Arsyad, MS. Prof (Riset). Dr. Ir Darman Moudar Arsyad, MS. adalah peneliti utama di bidang pemuliaan dan genatika tanaman, pada kelompok peneliti di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.

Sebagai pemulia tanaman kedelai yang bersangkutan selama bekerja telah menghasilkan atau melepas varietas unggul kedelai antara lain: WILIS (1983), KERINCI (1985), RINJANI (1989), TAMPOMAS (1992), MALABAR (1992), KRAKATAU (1992), CIKURAY (1992), PANGRANGO (1995), MERATUS (1998), TANGGAMUS (2001), SIBAYAK (2001), NANTI (2001), KABA (2001), SINABUNG (2001), ANJASMORO (2001), MAHAMERU (2001), IJEN (2003), RATAI (2004), dan SEULAWAH (2004).

Aktif sebagai pemasok benih penjenis kedelai kepada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Jakarta, antara lain varietas Wilis (35.290 kg, 1990 – 2004), Tampomas (2600 kg, 1993 – 1997), Malabar (1745 kg, 1993 – 2001) dan Tanggamus (1907 kg, 2002 – 2009).

Darman memperoleh gelar Sarjana Pertanian (Ir.) dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang pada Agustus 1976. Kemudian melanjutkan studi pascasarjana (S2) di Institut Pertanian Bogor dalam bidang Pemuliaan Tanaman dan lulus Magister Sains (MS) pada tahun 1983. Pada tahun yang sama, melanjutkan studi pascasarjana (S3) di Institut Pertanian Bogor dalam bidang ilmu yang sama, dan lulus Doktor (Dr.) pada tahun 1988.

Pelatihan yang pernah diikuti adalah penelitian (research training) tentang pemuliaan tanaman kedelai di bawah bimbingan Dr. S. Shanmugasundaram diikuti di The Asian Vegetable Research and Development Center (AVRDC), Tainan, Taiwan, selama enam bulan pada tahun 1978.

Kegiatan yang terkait dengan profesinya yakni: sebagai Dewan Redaksi/Editor Jurnal dan Prosiding antara lain: Ketua merangkap anggota Dewan Redaksi Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), 2007 – 2011; Referee Jurnal Berita Biologi LIPI, 2011; Editor Prosiding Seminar Nasional Membangun Sistem Inovasi Perdesaan, BBP2TP, 2007; Editor Prosiding Lokakarya Nasional Akselerasi Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian Mendukung Pembangunan Berawal Dari Desa, BBP2TP, 2007; Editor Prosiding Seminar Hasil Pengkajian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, 2007; Editor Prosiding Seminar Hasil BPTP Sumatera Utara, 2007; Reviewer pada HAYATI Journal of Biosciences, 2007; Reviewer Buletin Agronomi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, 2006; Editor Prosiding Seminar Hasil Penelitian Balai Penelitian Tanaman Kacangkacangan dan Umbi-umbian, 2000 – 2004; Editor Prosiding Simposium Pemuliaan Perhimpunan Ilmu Pemuliaan (PERIPI) Jawa Timur, 2003.

Yang bersangkutan juga aktif sebagai pemrasaran/ pemakalah/ narasumber/ peserta pada berbagai Seminar/ Simposium/ Lokakarya/ Rapat Kerja, baik di dalam maupun di luar negeri.

Jenjang fungsional Ahli Peneliti Utama diperoleh pada tahun 2009. Dikukuhkan sebagai Profesor riset 11 Oktober 2011 setelah menyampaikan orasi ilmiah berjudul: Perspektif Perakitan Varietas Unggul Baru Spesifik Agroekologi Lahan Kering Masam menuju Swasembada Kedelai. Dia merupakan Profesor Riset ke-94 Badan Litbang Pertanian atau ke-348 tingkat Nasional.

Penghargaan yang pernah diterima yang bersangkutan adalah penghargaan Anugerah Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa Tahun 2009 dari Menteri Pendidikan Nasional RI.

Darman Moudar Arsyad saat ini telah menjalani masa purnabakti (pensiun) pada 1 Januari 2016.

Berita

  • Sentuhan Teknologi Lahan Tadah Hujan di Ujung Kalimantan

    17 Okt

    geltek HPS 37 Kalbar Kegiatan HPS disambut baik oleh para petani desa ini karena dengan adanya kegiatan ini petani bisa diperkenalkan dengan teknologi terkini dan bisa menanam varietas unggul baru seperti Inpari 30, Ciherang Sub 1, dan Inpari 33 dan beberapa Inpari lain yang sebelumnya tidak dikenal petani Sanggau. Sebelum mengenal varietas yang saat ini ditanam, setiap musim petani menanam varietas Ciherang dan Cibogo. (berita lengkap)

  • Pupuk Lengkap Lepas Lambat (Pukap)

    17 Okt

    pukap Pengembangan pupuk berkarakter lepas lambat (slow release fertilizer) merupakan langkah cerdas dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian yang semakin kompleks terutama dalam peningkatan efisiensi, produktivitas, mutu panen dan kelestarian lingkungan. Tiga prototype pupuk lengkap slow release adalah PUKAP-01, PUKAP-02, dan PUKAP-03. (berita lengkap)

  • Pemanfaatan Sabut Kelapa sebagai Sumber Kalium Organik

    16 Okt

    Sabutkelapa Sabut kelapa mengandung unsur kalium sebesar 10,25%, sehingga dapat menjadi alternatif sumber kalium organik untuk menggantikan pupuk KCl. Selain digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik, sabut kelapa juga digunakan sebagai media tanam dan pembuatan agar-agar kertas. (berita lengkap)

  • Seleksi Lokasi Investasi dengan Peta Tematik

    13 Okt

    peta SAMARINDA – Salah satu produk teknologi unggulan Balitbangtan adalah informasi geospasial pertanian tematik berupa peta, antara lain peta tanah, peta kesesuaian lahan serta peta arahan komoditas dan rekomendasi pengelolaan lahan di 236 Kabupaten/Kota. (berita lengkap)

  • Penyiapan Media Tanam, Pembibitan dan Pertanaman Semi Mekanis

    13 Okt

    Mesin pencampur tanah (Mixer) Tahapan dari proses persiapan persemaian setelah tanah dihancurkan dan disaring adalah proses pencampuran tanah yang telah halus dengan pupuk dan bahan organik atau kompos, Badan Litbang Pertanian melalui organnya Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) mengembangkan satu alat dan mesin pertanian yang dapat dipergunakan untuk proses pencampuran tersebut. Mesin pencampur tanah (Mixer) ini merupakan pengembangan dari mesin pencampur semen yang ada di pasaran yang selanjutnya dimodifikasi untuk pencampur tanah. BBP Mektan mengkelompokan mesin ini ke dalam alur proses penyiapan media tanam, pembibitan dan pertanaman semi mekanis. (berita lengkap)

  • Budidaya Padi di Lahan Rawa Lebak Tergantung pada Keramahan Alam

    12 Okt

    rawa lebak Lahan rawa lebak telah diusahakan petani Banjar dan petani Bugis secara tradisional di sepanjang pedalaman sungai di Kalimantan dan petani Melayu di Sumatera sejak ratusan tahun yang lalu. Usahatani, khususnya padi di lahan rawa lebak ini semakin berkembang setelah pemerintah membangun polder di sepanjang sungai sehingga air banjir dapat terkontrol, seperti halnya polder Alabio dan polder Manteren di Kalimantan. Di lahan rawa lebak ini petani bisa tanam padi dua kali setahun bahkan tiga kali dengan menanam palawija dan sayuran. (berita lengkap)

Berita lainnya »