Inovasi Teknologi

Inpari 14 Pakuan

Inpari 14 Pakuan Umur tanaman 113 hari. Potensi hasil 8,2 ton/ha. Tekstur nasi pulen. Ketahanan terhadap hama agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, serta rentan terhadap biotipe 3. Ketahanan terhadap penyakit, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV dan agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe VIII, agak tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 133, rentan penyakit blas ras 073 dan 173, serta rentan terhadap virus tungro. Cocok ditanam di ekosistem sawah tadah hujan dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Sofjan Iskandar, M.Rur.Sc

Prof. (Riset). Dr. Ir. Sofjan Iskandar, M.Rur.Sc Sofjan Iskandar lahir di Bandung pada tanggal 22 Februari 1954 anak pertama dari delapan putra putri Kolonel (purnawirawan) (Alm) H. Opon Sopandji dengan Ibu Hj Siti Djulaeha. Pada tahun 1977 menikah dengan Mieke Danaatmadja, BSc. dan dikaruniai tiga orang anak Tiza Asterina Dewi S. Kom., Bugie Taufik Iskandar, S.Kom. dan Aomi Hazelia Dewi.

Berdasarkan Keputusan Presiden R.I. Nomor 42/M Tahun 2008 tanggal 28 April 2009 yang bersangkutan diangkat sebagai Peneliti Utama Golongan IV/e terhitung mulai tanggal 01 Oktober 2008. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor: 664/A/2011, Tanggal: 14 Juli 2011, tentang Pembentukan Majelis Pengukuhan Profesor Riset, yang bersangkutan dapat melakukan pidato Pengukuhan Profesor Riset.

Menamatkan: Sekolah Dasar pada tahun 1966 dari SD Cibeureum Cimahi, Bandung; Sekolah Menengah Pertama pada tahun 1969 dari SMP Negeri II Cimindi Cimahi Bandung, dan Menengah Atas pada tahun 1972 dari SMA Negeri V Bandung. Pada tahun 1977 menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Peternakan IPB, Bogor dengan gelar Insinyur. Pada tahun 1982 dapat menyelesaikan pendidikan di Faculty of Biochemistry and Nutrition, University of New England, Armidale, NSW Australia dengan gelar Master of Rural Science (M.Rur.Sc.). Pada tahun 1988 menyelesaikan studi dengan gelar philosophy of doctor (PhD) dari Faculty of Animal Medicine and Production, University of Queensland. Mengikuti beberapa pelatihan yang terkait dengan kompetensinya antara lain: Pengelolaan SDA, Bogor (1978), Scientific Writing Workshop, Bogor (1984), Growth and Development in Animals, Australia (1987), Research Management, Cianjur (1992), SPAMA X, Bogor (1995), Logical Framework, Sukabumi (2000), Social and Gender Analysis, UGM, Yogyakarta (2000).

Pada tahun 1977 bekerja sebagai tenaga honorer pada Bagian Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten DT II Bogor selama delapan bulan. Pada tahun 1978 diterima sebagai trainee di Pusat Penelitian Peternakan (P3T, sekarang Balai penelitian Ternak), Direktorat Jenderal Peternakan yang Prof. (R). Dr. Ir. Sofjan Iskandar, MSc bekerjasama dengan CSIRO, Australia dengan dana bantuan Colombo Plan. Kemudian kembali bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di P3T sebagai peneliti bidang kepakaran produksi unggas sampai tahun 2004, yang kemudian diimpasing menjadi bidang kepakaran pakan dan nutrisi. Jenjang fungsional Peneliti Utama diperoleh pada November 2008. Koordinator Penelitian Balitnak pernah dijabat pada tahun 1989 – 1991, kemudian menjadi sekretaris Proyek Penelitian Ternak pada tahun 1991 – 1993 dan selanjutnya bergabung dengan Agricultural Research Management Project (ARMP) Badan Litbang Pertanian, sebagai Research Coordinator tahun 1993 – 2002. Pada tahun 2002 – 2003 menjabat sebagai Pimpinan Proyek ARMP. Pada tahun 2006 – 2009 mendapat tugas sebagai Kepala Balai Penelitian Ternak. Tahun 1991 – 1993: Kepala Seksi Informasi dan Publikasi Balai Penelitian Ternak, Ciawi-Bogor. Tahun 2006 – 2009: Kepala Balai Penelitian Ternak Ciawi- Bogor Jabatan fungsional Peneliti diawali sebagai Ajun Peneliti Muda tahun 1989, Peneliti Muda tahun 1996, Peneliti Madya tahun 2000, Ahli Peneliti Muda tahun 2001, Ahli Peneliti Madya tahun 2004 dan memperoleh jabatan Peneliti Utama bidang Pakan dan Nutrisi tahun 2009.

Sejak tahun 1991 mengikuti berbagai Seminar Ilmiah, pertemuan teknis di dalam negeri. Seminar ilmiah, lawatan Scientific Exchange dan konferensi pernah diikuti di beberapa negara di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia dan Amerika Latin. Menghasilkan 99 (sembilan puluh sembilan) karya tulis ilmiah yang ditulis sendiri maupun dengan penulis lain dalam bentuk buku, jurnal, prosiding dan makalah yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia, 18 (delapan belas) di antaranya dalam Bahasa Inggris. Sejak tahun 1990 – 2007 telah membimbing mahasiswa S1 (24 orang), S2 (7 orang) dan S3 (3 orang) dari IPB Bogor, UNIDA Bogor, UNPAD Sumedang, UNPAK Bogor, dan UNAS Jakarta.

Menerima penghargaan Lubis Award pada tahun 2006 dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Sofjan Iskandar, Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor Telp. 0251- 8240751-753, Fax 0251-8240754. E. mail: sofjaniskandar@yahoo.com

Berita

  • Mengolah Pala Asal Maluku

    28 Jul

    Maluku dikenal sebagai penghasil pala. Tanaman ini berkembang baik dan tersebar hampir di seluruh wilayah Maluku. Sebagian besar perkebunan pala adalah perkebunan rakyat. Biji dan fuli merupakan bagian pala yang diperdagangkan dalam bentuk minyak atsiri. Selain memerlukan biji dan fuli, pengolahan minyak atsiri juga memerlukan bagian organ pala lainnya, yaitu biji tua, huah muda dan daun pala.

    Keberadaan BPTP Maluku memberi warna dalam eksplorasi potensi pala di Maluku melalui berbagai pengkajian yang dilakukan. Salah satunya adalaha pengkajian inovasi pengolahan minyak pala yang dilakukan melalui penyulingan kukus dan penyulingan uap. (berita lengkap)

  • Pestisida dari Buah Maja untuk Penggerek Buah Kakao

    27 Jul

    Maja merupakan tanaman dari suku jeruk-jerukan atau Rutaceae yang tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian lebih kurang 500 m dpl, dengan kulit buah berwarna hijau sebesar bola voli dan memiliki kulit tempurung yang sangat keras, bahkan dua kali lebih keras dari tempurung kelapa. (berita lengkap)

  • Budidaya Kedelai di Lahan Rawa

    26 Jul

    Kedelai, secara umum dapat tumbuh hampir di setiap jenis tanah termasuk tanah rawa. Pengembangan kedelai di lahan rawa merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi kedelai nasional. (berita lengkap)

  • Cara Mudah dan Cepat Membuahkan Jeruk Keprok

    25 Jul

    Keprokisasi adalah salah satu program pemerintah dalam rangka pengembangan jeruk keprok di Indonesia yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar global guna bersaing sekaligus mensubstitusi jeruk impor. (berita lengkap)

  • Dari Limbah Menjadi Bernilai Ekonomi

    22 Jul

    berita_jerami_biofoam Limbah pertanian  paling besar  yang dihasilkan di Indonesia adalah jerami. Masyarakat masih banyak yang belum memanfaatkan limbah jerami, mereka lebih suka untuk membakarnya. Kegiatan ini lebih dipilih para petani karena lebih mudah dan lebih singkat waktunya mengingat lahan akan segera ditanami kembali, dan adanya mitos lama bahwa hasil bakaran sisa panen yang dilakukan di tempat/lahan pertanian dapat menyuburkan tanah. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membakar hasil sisa panen atau limbah pertanian menyebabkan kerusakan lingkungan yang lebih fatal. Polusi udara dan meningkatnya suhu di sekitar lingkungan tempat tinggal akan mengganggu kesehatan pernafasan. (berita lengkap)

  • Dem Area Jarwo Super Sumber Benih Padi Unggul

    21 Jul

    BOYOLALI – Salah satu aspek aspek penting dalam peningkatan produksi padi adalah ketersediaan benih unggul karena penggunaan benih yang bermutu dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil. Sehingga hasil dari teknologi jajar legowo super yang mulai diterapkan di Dem Area seluas 100 hektare di Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali akan langsung dikerjasamakan untuk kepentingan petani. (berita lengkap)

Berita lainnya »