Inovasi Teknologi

Dalam Palu (DPU)

Dalam Palu (DPU) Kelapa Dalam Palu (DPU) ini tahan terhadap Phytophthora, agak toleran terhadap kemarau panjang, cocok pengembangan pada daerah lahan kering iklim basah (curah hujan < 1.500 mm/thn)

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Sudaryono

Prof. (Riset). Dr. Ir. Sudaryono Prof. (Riset). Dr. Ir. Sudaryono adalah peneliti utama dalam bidang Ilmu Tanah, saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Balai Penelitian Tanaman Aneke Kacang dan Umbi (Balitkabi), Malang, Jawa Timur.

Selama berkarir sebagai peneliti Sudaryono telah mempublikasikan sekitar 160 buah karya ilmiah dan hasil penelitian , baik sebagai penulis tunggal, utama, maupun co-author, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah, majalah, semi ilmiah, prosiding dan risalah; baik dari lembaga instansi di dalam negeri maupun luar negeri dan 75 buah lebih karya ilmiah belum/tidak terbit.

Sudaryono menyelesaikan pendidikan Strata 1 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (jurusan Pengelolaan Tanah) pada tahun 1978, sedangkan pendidikan doktoral (Dr) jurusan Ilmu-ilmu Pertanian ditempuh di Universitas yang sama, dan diselesaikan pada tahun 1987.

Jabatan yang terkait dengan bidang profesi yang pernah diemban Sudaryono antara lain; yaitu sebagai Ketua Kelti Agronomi (1987-1990); Ketua “Research Planning and Review Committee” kerjasama Balittan Malang dengan Royal Tropical Institute (RTI) ATA 272 (1987-1990); Koordinator Maize on Farm Research MARIF-ATA 272 (1988-1991); Ketua Program Penelitian Jagung dan Sorgum (1989-1993); Ketua Program Jagung dan Milet (1993-1994); Ketua Gugus Keilmuan Agronomi, Tanah, Fisiologi, Produksi dan Ekologi (1993-1995); Ketua Kelompok Peneliti (Kelti) Serealia 1995-1996); Ketua Kelti Fisiologi, Agronomi, dan Agroekologi (1995-1997); Anggota Tim Satuan Perancangbangun dan Perekayasa Usahatani Konservasi (SP2UK) Proyek Pertanian Lahan Kering Kerjasama Pemerintah RI (Jawa Timur) dengan IFAD (1990-1996); Ketua Kelti Fisiologi Hasil (1987-1999); dan Ketua Ekofisiologi (1999-2003).

Jenjang fungsional Ahli Peneliti Utama diperoleh pada tahun 1999, dengan ketertarikan dalam penelitian bidang Ilmu Tanah dan Ilmu-ilmu Lingkungan, dan dikukuhkan sebagai Profesor Riset pada tahun 2006 dengan judul orasi Kontribusi Ilmu Tanah dalam Mendorong Pengembangan Agribisnis Kacang Tanah di Indonesia.

Sudaryono, Balitkabi Jl. Raya Kendal Payak Kotak Pos 66 Malang 65101 Te lp. 0341-801493, Faksimile 0341-801496 Email: sudaryono_balitkabi@yahoo.com

Berita

  • Prospek Industri Susu Kedelai

    22 Jun

    Susu kedelai mempunyai protein yang hampir sama banyaknya dengan protein susu sapi, karena dalam susu kedelai terkandung protein yang tinggi serta vitamin dan mineral. (berita lengkap)

  • Manisnya agribisnis pepaya merah delima, Raup Rp. 58 Juta tiap bulan

    21 Jun

    pepaya merah delima Berada pada ketinggian 600 mdpl dengan udara yang sejuk terhampar sebidang tanah tidak kurang dari 1 hektar dikelilingi tanaman singkong dan bambu. Kampung Karag, Desa Langensari, Cianjur Jawa Barat, disinilah Pak Dadang bercocok tanam pepaya Merah Delima unggulan Badan Litbang Pertanian. Pepaya jenis ini disamping rasanya manis (Total Padatan Terlarut/TSS 14-17 oBrix), warna daging merah menyala, bobot buah sedang (0,8-1,0 kg), tekstur renyah sehingga bisa tahan sampai 6 hari disuhu kamar dengan potensi hasil sampai 70 ton/hektar/tahun. (berita lengkap)

  • Tingkatkan Efisiensi Reproduksi pada Sapi, Kementerian Pertanian Hasilkan Inovasi Deteksi Dini Kebuntingan Sapi

    07 Jun

    tes_kit_kebuntingan Kepala Loka Penelitian Sapi Potong (Dr. Dicky Pamungkas) pada Seminar Bulanan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan mengatakan bahwa teknologi deteksi kebuntingan dini pada sapi induk dapat meningkatkan efisiensi reproduksi sehingga sapi induk yang diketahui belum bunting dapat segera dikawinkan kembali. Kit Imunodotbloting Pregnancy ini merupakan teknologi diagnosis kebuntingan berbasis protein spesifik dengan kepekatan perubahan warna (gradient density) yang akan terjadi ikatan antara antigen dalam serum darah sapi bunting umur 1-3 bulan dengan antibody poliklonal. Kit deteksi kebuntingan ini mempunyai tingkat akurasi mencapai 90% dan mempunyai keunggulan antara lain bisa memberi informasi keberhasilan perkawinan lebih awal, pengaplikasian yang mudah dan akurat, serta tidak menimbulkan trauma pada ternak dan hanya membutuhkan waktu 60 menit dalam pelaksanaannya. Dalam seminar bulanan kali ini juga, Kepala Loka Penelitian Kambing Potong (Dr. Simon Elieser) membahas rencana pelepasan kambing Boerka Galaksi yang merupakan kambing pedaging unggul hasil persilangan kambing boer dengan kambing kacang. Penelitian kambing ini dilakukan mengingat kontribusi kambing terhadap suplai daging nasional yang relatif masih rendah (6,86 ton/tahun dibanding produksi daging nasional 3.175 ton/tahun). (berita lengkap)

  • Pastikan Kinerja Mesin Combine Sorgum dengan Uji Lapang

    06 Jun

    Mesin Combine Sorgum Mesin panen sorgum merupakan hasil modifikasi dari mesin panen padi (Rice Combine Harvester). Oleh karena itu mesin ini selain dapat digunakan untuk memanen sorgum juga dapat digunakan untuk memanen padi, sehingga penggunaannya bisa untuk multi komoditas. (berita lengkap)

  • Biochar-Kompos Rendah Emisi Gas Rumah Kaca

    05 Jun

    biochar Penggunaan pupuk baik organik maupun kimiawi adalah salah satu komponen yang berperan penting dalam budidaya tanaman padi. Di sisi lain, pemberian pupuk juga berpotensi dalam menyumbangkan gas rumah kaca, dimana gas rumah kaca adalah penyebab bumi makin panas. Pengelolaan pupuk yang tepat akan dapat meningkatkan hasil dan dapat menurunkan kadar gas rumah kaca. Pemberian pupuk organik yang telah matang ke dalam tanah sawah cenderung menghasilkan gas rumah kaca lebih rendah. (berita lengkap)

  • Meningkatkan Efektifitas Data Padi dengan DOI

    04 Jun

    Pelatihan Digital Object Identifier untuk data tanaman padi Database tanaman padi yang cukup besar dapat dikelola secara efektif dengan memanfaatkan Digital Object Identifier (DOI) atau pengenal objek digital melalui manajemen dokumen secara digital atau elektronik. Pelatihan DOI dilakukan dengan tujuan mengenalkan sistem DOI untuk tanaman padi sekaligus mengimplementasikan sistem ini dengan melakukan registrasi DOI. Diharapkan bahwa data tersebut dapat dimanfaatkan bersama untuk keperluan penelitian dan pengembangan padi. (berita lengkap)

Berita lainnya »