Inovasi Teknologi

Raja Siem

Raja Siem Rasa manis, tekstur daging berserat, kadar gula 27%, kadar tepung 79,8 g, vitamin C 5,1 mg/100 g, vitamin A 712 SI, dan kalori tinggi. Tahan pH rendah, aerasi jelek, dan toleran terhadap penyakit layu bakteri Pseudomonas sp. Jumlah buah pertandan 112, bobot sisir 1,2-1,5 kg. Daya simpan 15 hari. Morfologi tanaman ramping, genjah. Umur berbuah 278 hari setelah tanam. Umur panen 117 hari setelah bunga.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Agus Kardinan, M.Sc.

Prof. (Riset). Dr. Agus Kardinan, M.Sc. Lahir di Tasikmalaya pada tanggal 17 Agustus 1957, merupakan anak ketujuh dari Bapak Kaswanda (Alm) dan ibu Kusminah (Almh) dari sembilan bersaudara. Menikah dengan Sri Angkati dan telah dikaruniai 3 orang anak. Peneliti di bidang hama tanaman, khususnya menekuni pestisida nabati dan pertanian organik, saat ini bekerja di Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik.

Pendidikan SD hingga SMA diselesaikan di Tasikmalaya. Mendapat gelar S1 dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung, sedangkan S2 diperoleh dari University of Arkansas, Amerika dan S3 dari Institut Pertanian Bogor.

Pengalaman bekerja sebagai peneliti diawali tahun 1987 sebagai staf di Balai penelitian Tanaman Pangan, Bogor dan mulai memperoleh jabatan fungsional sebagai Ajun Peneliti Muda pada tahun 1990. Pada tahun 1995 dialihtugaskan ke Balai penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor sebagai peneliti di kelompok peneliti hama tanaman, khususnya menekuni pestisida nabati. Tahun 2002 mencapai jenjang Ahli Peneliti Utama dan pada tahun 2007 menyampaikan orasi ilmiah untuk memperoleh gelar Profesor Riset.

Telah menghasilkan sekitar 100 karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal dan terbitan lainnya, baik yang bersifat nasional, maupun internasional. Selain karya tulis ilmiah, juga telah menghasilkan 11 buku yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit swasta dan telah beredar di toko-toko buku di seluruh Indonesia. Selain menghasilkan karya tulis ilmiah, juga telah menghasilkan sejumlah formula dari bahan alami (natural products) dan beberapa diantaranya telah dikerjasamakan (lisensi) dengan pihak swasta untuk dikomersilkan.

Saat ini, selain bekerja sebagai peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Litbang), juga aktif di bidang pertanian organik, yaitu sebagai anggota kelompok kerja (POKJA) pertanian organik di Kementerian Pertanian, Sebagai Koordinator Inspektor Organik di Lembaga Sertifikasi Pertanian Organik (Inoffice), sebagai Komisi Sertifikasi di Lembaga Sertifikasi Pertanian Organik Indonesia (BioCert). Telah mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan pertanian organik di beberapa negara, diantaranya di Swedia, Thailand, Malaysia dan Korea Selatan.

Agus Kardinan, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Jl. Tentara pelajar no. 3, Bogor, Tlp. 0251-8321879, Fax. 0251-8327010, HP. 08159551837, E-mail: kardinanagus@yahoo.com

Berita

  • Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Hasil Gabah

    30 Jan

    Hasil dari pertanaman padi (gabah) dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu genetik, kondisi abiotik dan biotik. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa hasil gabah (GKP) sangat dipengaruhi oleh kesesuaian varietas yang ditanam, keberadaan dan keparahan serangan hama penyakit dan kondisi lingkungan tumbuh. (berita lengkap)

  • AMR Pada Foodborne Pathogens

    29 Jan

    Perkembangan teknologi peternakan dari tradisional hingga komersial mengakibatkan penggunaan antimicrobial juga semakin meluas sebagai substansi yang digunakan untuk pengobatan, hingga meningkatkan performance hewan baik kesehatan dan pertumbuhannya. (berita lengkap)

  • Agri Gardina 45, Genjah dan Unik

    29 Jan

    Agri Gardina 45 merupakan mangga hibrid yang terdaftar sebagai varietas unggul baru melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 125/Kpts /SR.120/D.2.7/3/2014. Mangga ini merupakan persilangan mangga Arumanis 143 dengan Saigon yang bertujuan untuk memperbaiki sifat buah mangga Arumanis 143 yang buahnya berkulit hijau agar menjadi merah/menarik. (berita lengkap)

  • Jeruk Tejakula Memberi Harapan di Tanah Kering Berbatu

    28 Jan

    Jeruk_Tejakula Tidak pernah terbayangkan kalau di kemudian hari tanah desa seluas 50 hektar di Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur akan berubah menjadi kebun jeruk. (berita lengkap)

  • E-BOOK Sebagai Sarana Diseminasi Informasi Pertanian

    28 Jan

    Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan dan gambaran dari ide, imajinasi dan pikiran seseorang.Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mempengaruhi penerbit dalam mengembangkan inovasi terbitannya. Salah satunya adalah keberadaan buku elektronis atau disebut juga dengan E-book dengan berbagai aplikasi cara pembuatannya. (berita lengkap)

  • Umbi Garut, Pangan Alternatif Yang Patut Dikembangkan

    27 Jan

    Tanaman garut merupakan terna (tumbuhan yang batangnya lunak karena tidak membentuk kayu) tegak, berakar dangkal, dengan rimpang yang dapat menembus tanah. Rimpang berbentuk silinder, berdaging, berwarna putih atau kemerahan. Umumnya garut ditanam pada ladang yang tidak diusahakan petani di pinggir hutan. Budidaya garut yang cukup intensif dilakukan petani di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. (berita lengkap)

Berita lainnya »