Inovasi Teknologi

Prabu Bestari

Prabu Bestari Varietas jenis ini memiliki karakter rasa manis dengan kapasitas produksi 5-15 ton/ha. Umur panen 120 hari setelah pangkas produksi. dan daya simpan 7-14 hari.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Elna Karmawati, M.S.

Prof. (Riset). Dr. Ir. Elna Karmawati, M.S. Prof. (Riset). Dr. Ir. Elna Karmawati adalah peneliti utama di bidang hama dan penyakit tanaman, saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Sebagai peneliti, lebih dari 120 karya tulis ilmiah (KTI) yang ditulis sendiri atau bersama dengan peneliti lain yang dipublikasikan dalam jurnal, prosiding atau buku. Dalam mengelola majalah ilmiah.

Elna Karmawati menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Pertanian, Bidang Statistika Terapan pada tahun 1978 (S1), melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor (S2) di bidang yang sama diperoleh pada tahun 1981. Pada tahun 1988, Doktor Entomology (S3) Bidang Ekologi Kuantitatif diperoleh pada Institut Pertanian Bogor.

Selama bertugas sebagai peneliti, yang bersangkutan pernah menjalani pelatihan di luar negeri yaitu International Course for Plants Protection di Netherlands (1987), International Course for Development Oriented Research of Agriculture di Netherlands dan Tanzania (1991), International Course for Research Publication di Australia (1993), Scientific Exchange Programme di China (1996) dan Thailand (2003). Selain itu, pada tahun 2004 dan 2005 pernah menjadi Anggota Tim Asistensi BPTP Lingkup Badan Litbang Pertanian, Tim Evaluasi Dampak Proyek PAATP Badan Litbang Pertanian, serta Tim Kelompok Kerja Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan pada tahun 2006, wakil ketua tim TPPI Badan Litbang Pertanian sejak tahun 2010, wakli ketua TPPU Puslitbang Perkebunan dan anggota komisi pembinaan tenaga Badan Litbang Pertanian.

Selain sebagai peneliti, Elna pernah juga menduduki jabatan struktural yakni; Kepala Sub Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Data. Tahun 1990-1994 sebagai Kepala Sub Bidang Adaptasi Hasil Penelitian pada Puslitbang Tanaman Industri, kemudian pada tahun 1994 sampai 2004 menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Penelitian pada Puslitbang Tanaman Industri (1994 – 2000) dan Puslitbang Perkebunan (2001 – 2004).

Jabatan yang pernah diemban terkait dengan profesi Elna antara lain; sebagai Anggota Dewan Redaksi Pemberitaan Littri (1987 – 1994), Anggota Dewan Redaksi Jurnal Littri (1995 – 2003), Ketua Dewan Redaksi Jurnal Littri (2004 – 2011), Anggota Dewan Redaksi Buletin Penelitian Tanaman Industri (1990 – 1994), Anggota Dewan Redaksi Informasi Pertanian (1993 – 1994), Anggota Dewan Redaksi Media Komunikasi Litbangtri (1990 – 1994), Ketua/Anggota penyunting Prosiding, (Simposium I Hasil Penelitian Litbangtri (1989), Konferensi Nasional Kelapa III (1993), Simposium II Hasil Litbangtri (1994), Simposium III Hasil Litbangtri (1999), Konferensi Nasional Kelapa IV (1998), Seminar Nasional Peranan Entomologi dalam Pengendalian Hama yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis (1999), Inovasi Teknologi Perkebunan (2002), Simposium MaRI (2001), Simposium IV Hasil Litbangtri (2004), Workshop I Jarak Pagar (2006), Workshop II Jarak Pagar (2007), Konferensi Nasional Kelapa VI (2006), Anggota Penyunting Infotek Perkebunan (2009 – sekarang).

Gelar profesor riset diperoleh pada tahun 2007 dengan judul orasi “Pengendalian Hama Helopeltis spp Pada Jambu Mente Berdasarkan Ekologi : Strategi dan Iplementasi”. Yang bersangkutan merupakan profesor riset ke-42 di Puslitbangbun, dan ke-215 di Badan Litbang Pertanian.

Elna Karmawati, Puslitbang Perkebunan. Jl. Tentara Pelajar No.1 Bogor 16111, Telp. 0251-8313083. Faksimile: 0251-8336194, Email: karmawati@yahoo.com

Berita

  • Pengukuhan Profesor Riset Balitbangtan: Indonesia miliki Profesor Budidaya dan Inovasi Lada Perdu

    16 Okt

    Orasi Kabadan Kementerian Pertanian kembali menambah jumlah profesor risetnya menjadi 132 orang dengan dikukuhkannya satu peneliti Balitbangtan oleh Kepala LIPI di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor, pada Senin (15/10/2018). Peneliti yang dikukuhkan menjadi profesor riset kali ini adalah Dr. Muhammad Syakir yang juga merupakan Kepala Balitbangtan. (berita lengkap)

  • Raker Badan Litbang Pertanian: Konsolidasi Manajemen Kinerja dan Rencana Litbang 2019

    15 Okt

    RakerLitbang Penelitian Badan Litbang Pertanian harus mempunyai fondasi yang kuat agar penelitian dapat menghasilkan inovasi teknologi mulai dari hulu hingga ke hilir. (berita lengkap)

  • SDG Lokal Kaltim “Padi Adan” Permata Hijau yang Harus Dilestarikan

    10 Okt

    Beras Adan merupakan produk khas Krayan, selain memiliki sistem pengolahan yang organik tetapi juga merupakan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran internasional. Kondisi pertanian yang tradisional hingga saat ini masih tetap dipertahankan di Krayan. Sebagaimana potret pertanian yang sarat dengan nilai – nilai tradisional, masyarakat Krayan mengelola usahataninya secara terpadu dengan memadukan usahatani sawah, dengan ternak besar dan ikan sebagai penunjang serta keberadaan unggas sebagai pelengkap. Sistem pertanian ini telah berlangsung secara turun temurun dari beberapa generasi. Adat sebagai penyangga nilai – nilai hidup masyarakat Krayan mengajarkan kepada mereka kearifan lokal dengan tetap berusaha untuk bertahan dalam upaya mengembangkan usahataninya yang senantiasa bersandarkan kepada potensi alam sekitar. Keunikan inilah yang dimiliki oleh Krayan, yang tidak dimiliki oleh pola pertanian sistem moderen. (berita lengkap)

  • Optimalkan Bantuan Alsintan Lewat Pelatihan

    09 Okt

    Pelatihan Alsintan SERPONG - Kementerian Pertanian Optimalkan Bantuan Alsintan Dengan Kegiatan Pelatihan Alsintan Model Pengembangan Pertanian Korporasi sebagai bagian dari kegiatan Pilot Percontohan Model Pertanian Modern Berbasis Mekanisasi Tahun 2018 pada Senin (8/10/2018) di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong. (berita lengkap)

  • Gerbera Nashita cantik nan menawan

    08 Okt

    garbera nashita Gerbera varietas Nashita Agrihorti mempunyai bunga berbentuk semi ganda dengan ukuran diameter kuntum bunga mencapai 9,3-9,7 cm. Tanaman mempunyai daun memanjang berlekuk dengan dimensi helaian 15,7-18,3 cm (panjang) dan 8,5 – 10,7 cm (lebar). (berita lengkap)

  • Manfaatkan Hasil Samping Padi untuk Menambah Pendapatan Petani

    05 Okt

    Rudy Tjahjohutomo sedang menerangkan cara kerja mesin AP-RMU kepada Bupati Banyuasin Askolani BANYUASIN - Balitbangtan melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian telah mengembangkan kawasan Bioindustri padi di berbagai wilayah, salah satunya yang baru diresmikan 4 Oktober 2018 kemarin di daerah Telang Rejo, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan. (berita lengkap)

Berita lainnya »