Inovasi Teknologi

Hipa 6 Jete

Hipa 6 Jete Rentan terhadap hama wereng, batang coklat, biotipe 2. Agak rentan terhadap penyakit hawar daun, bakteri strain serta rentan terhadap virus tungro.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Fahmudin Agus

Prof. (Riset). Dr. Fahmudin Agus Prof. (Riset). Dr. Fahmudin Agus adalah Peneliti Utama dalam bidang Hidrologi dan Konservasi Tanah, saat ini bekerja pada kelompok peneliti di Balai Penelitian Tanah (Balitanah), Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian.

Selama kariernya sebagai peneliti, yang bersangkutan sudah menghasilkan 113 karya tulis ilmiah yang dipublikasi pada jurnal nasional dan internasional, surat kabar, buku panduan, text book, dan prosiding seminar ilmiah; 64 diantaranya dalam bahasa Inggris. Yang bersangkutan juga aktif mengikuti berbagai forum nasional dan internasiona di bidang pengelolaan tanah dan perubahan iklim.

Fahmudin Agus meraih Gelar Sarjana Pertanian di bidang Ilmu Tanah diperoleh dari Universitas Andalas, Padang, tahun 1983. Tahun 1987 mengikuti program studi S2 dan kemudian S3 di North Carolina State University (NCSU), Raleigh, Amerika Serikat. Gelar M.S dan Ph.D di bidang ilmu tanah diperoleh berturut-turut pada tahun 1989 dan 1993. Dalam program S3 yang bersangkutan juga ditugaskan sebagai asisten dosen fisika tanah di NCSU.

Selain jabatan sebagi peneliti, Fahmudin pernah menduduki jabatan struktural sebagai Kepala Balai Penelitian tanah dari tahun 2002-2005.

Sedangkan jabatan non struktural yang pernah diemban antara lain: sebagai koordinator beberapa proyek penelitian kerjasama, antara lain dengan Departemen Kehutanan dan Departemen Dalam Negeri pada Watershed Management and Conversation Project, tahun 1994-1998; International Water Management Institute dalam penelitian Management of Soil Erosion, tahun 1998-2003; Ministry of Agriculture Forestry and Fisheries (MAFF) jepang dan Negara-negara anggota ASEAN di bidang multifungsi pertanian, tahun 2000-2006; dan Word Agroforestry Centre (ICRAF) dibidang pengolahan tanah dan daerah aliran sungai (DAS), tahun 2001-2004. Tahun 2005-2007 mengkoordinir penelitian kerjasama dengan National Institute of Agricultural Science and Technology (NIAST), Korea di bidang Pertanian Organik; bidang Nitrogen Balance dengan Universitas of Ghent, Belgi, tahun 2006-2008; dan pengolahan tanah terkena dampak tsunami dengan ICRAF; Konsorsium Penelitian Perubahan iklim dimulai sejak tahun 2007 melalui kerja sama dengan ICRAF; Konsorsium Penelitian Perubahan Iklim Badan Litbang Pertanian; kerja sama dengan Kementerian RISTEK; penelitian Indonesian Climate Change Trust Fund (ICCTF), dan kerja sama dengan James Hutton Institute, Skotlandia.

Kegiatan yang terkait dengan profesi Fahmudin yaitu aktif sebagai anggota: 1) Soil Science Society of America (SSSA), (1987-1997); 2) Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI), (1994-sekarang); 3) Masyarakat Konversi Tanah dan Air (MKTI), (1995-sekarang); 4) Global Steering Group pada konsorsium Alternative to Slash and Burn (ASB), (2001-sekarang); 5) World Association of Soil and Water Conservation (WASWAC), (2002-sekarang); 6) International Peat Society (IPS), (2007-sekarang); 6), Anggota Green House Gas Working Group pada Roundtable for Sustainable Palm Oil (RSPO), (2010-2012); 7) Lead author RSPO untuk studi emisi dari perubahan penggunaan lahan untuk kelapa sawit, (2012-2012); 8) Salah seorang lead author pada Inter- governmantal Panel on Climate Change (IPCC) untuk “Supplement 2013” tentang panduan inventarisasi lahan gambut, (2012-2013). Selain itu juga aktif sebagai reviewer beberapa jurnal nasional dan internasional dan editor beberapa publikasi, antara lain buku Soil Erosion at Multiple Scales terbitan CAB International, Wallingford, United Kingdom, (1998) dan Indonesian Journal of Agricultural Sciences (IJAS), (2002-sekarang).

Gelar Profesor riset dikukuhkan pada tahun 2012 setelah menyampaikan orasi berjudul: Konservasi Tanah dan Karbon untuk Mitigasi Perubahan Iklim Mendukung Keberlanjutan Pembanguan Pertanian, merupakan Profesor Riset ke-102 Badan Litbang Pertanian atau ke-379 tingkat Nasional.

Penghargaan yang telah diperoleh Fahmudin sebagai dedikasi yang tinggi terhadap penelitian dan kontribusinya pada masyarakat antara lain: 1) tahun 1989, High Scholarship and Outstanding Achieverment dari Gamma Sigma Delta, North Carolina State University; 2) tahun 2002, Peneliti Berprestasi dari Menteri Pertanian; 3) 2006, Satyalancana Karya Satya XX dari Presiden RI dan 4) 2007, Peneliti Berprestasi dari Badan Litbang Pertanian.

Fahmudin Agus, Balai Penelitian Tanah, Jalan Tentara Pelajar, Cimanggu Bogor; Telepon: 0251-8336757; faksimile: 0251-8321608; E-mail: balittanah@litbang.deptan.go.id, f.agus@cgiar.org; HP. 08129401106.

Berita

  • Aneka Saus dari Dapur Sendiri

    26 Agu

    Saus kini menjadi salah satu pendamping menu makanan pokok masyarakat Indonesia. Produk olahan berbahan baku utama cabai tersebut menjadi bisnis yang cukup menggiurkan. Terlihat dari banyaknya merek produk saus tersebut. Dari mulai industri pangan besar hingga skala kecil. (berita lengkap)

  • Rhizoctonia solani: Penyakit Busuk Kanopi Kedelai di Lahan Pasang Surut

    25 Agu

    Gejala infeksi alamiah R. solani Dalam proses infeksi, R. solani mengeluarkan ensim ekstraseluler yang bersifat toksin merusak dinding sel tanaman sehingga muncul gejala busuk. R. solani dapat mengeluarkan beberapa jenis senyawa metabolit yaitu fenol 17,40%, asam karboksilat 12,79%, karbohidrat 6,08%, asam lemak 3,78%, dan asam amino 3,47% yang toksis atau merusak sel tanaman inang. (berita lengkap)

  • Kenali Penyakit Layu pada Nanas

    24 Agu

    Pengembangan komoditas nanas di Indonesia mengalami kendala utama yakni serangan penyakit layu yang disebabkan virus (closterovirus) yang disebut dengan Pineapple mealybug wilt-associated viruses(PMWaV) atau virus yang hidup berasosiasi dengan hama kutu putih. (berita lengkap)

  • Teknologi Tata Kelola Air Mikro Spesifik di Lahan Rawa

    23 Agu

    Pengelolaan air merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya pertanian di lahan rawa pasang surut. Penyiapan lahan padi pada sawah pasang surut sangat berbeda dengan lahan sawah irigasi. Kendalanya lebih beragam, sehingga penyiapan lahan untuk budidaya memerlukan teknologi yang relatif berbeda. (berita lengkap)

  • Tingkatkan Kinerja untuk Capai Sasaran

    22 Agu

    BOGOR – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Muhammad Syakir melantik 32 pejabat Eselon III dan IV lingkup Balitbangtan, Senin (22/8/2016). (berita lengkap)

  • Sentra Kekayaan Intelektual Terproduktif 2016 untuk Balitbangtan

    22 Agu

    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbantan) melalui Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) sampai dengan tahun 2015 telah mendaftarkan 234 invensi serta 70 Hak PVT. Selain itu, sebanyak 140 kerjasama lisensi telah ditandatangani antara Balitbangtan dengan dunia usaha. (berita lengkap)

Berita lainnya »