Inovasi Teknologi

Hipa 5 Ceva

Hipa 5 Ceva Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2. Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain IV dan VIII. Agak tahan terhadap penyakit tunggro. Tidak ditanam pada daerah endemik OPT.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. I Wayan Laba, M.Sc.

Prof. (Riset). Dr. Ir. I Wayan Laba, M.Sc. I Wayan Laba dilahirkan di Karangasem, Bali, pada tanggal 24 Februari 1953. Ia memperoleh gelar Sarjana Muda Pertanian (1978) dari Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padajajaran Bandung; Sarjana Pertanian (Ir. 1980) dari Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padajajaran Bandung; Master of Science (M.Sc. 1991) dalam bidang Entomologi dari University of The Philippines, Los Banos dan pada tahun 2005 diperoleh gelar Doktor dalam bidang Entomologi dari Institut Pertanian Bogor.

I Wayan Laba sebagai Peneliti Utama dalam bidang Hama Tanaman Pangan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Gelar Profesor Riset diperoleh pada tanggal 01 April 2009 dengan judul orasi Analisis Empirirs Penggunaan Insektisida Menuju Pertanian Berkelanjutan. Ia merupakan Professor Riset ke-57 di Badan Litbang Pertanian dan ke-258 di tingkat Nasional.

Sebagai peneliti telah menghasilkan 130 buah karya tulis ilmiah yang ditulis sendiri maupun dengan penulis lain dalam bentuk buku, jurnal, makalah dalam majalah, dan prosiding yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan 14 di antaranya dalam Bahasa Inggris.

Kegiatan lain disamping peneliti adalah sebagai tenaga pengajar pada Universitas Ibnu Khaldun Bogor dan Pembimbing skripsi (S1) pada Universitas Lampung, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Nasional Jakarta, Universitas Pakuan Bogor, dan Universitas Sriwijaya Palembang.

Dalam organisasi profesi ia juga aktif sebagai Anggota Perhimpunan Entomologi Indonesia dan Anggota Perhimpunan Proteksi Tanaman Indonesia.

I Wayan Laba, Puslitbangbun, Jl. Tentara Pelajar No. I Bogor 16111, Telp. 0251-8316805, Faksimile : 0251-8336194, Email wayan_laba@yahoo.com

Berita

  • Potensi Tersembunyi dari Sukun Asal Malut

    27 Mei

    Di antara hamparan pulau-pulau yang tergabung dalam Provinsi Maluku Utara, ada beberapa pulau yang dikenal sebagai sentra penghasil sukun. Adalah Pulau Maitara dan Kepulauan Sula. Khusus di Pulau Maitara gampang ditemukan pohon sukun varietas lokal yang memiliki aroma spesifik, yaitu sukun telur dan sukun batu. (berita lengkap)

  • Tahan Pecah Polong pada Varietas Kedelai

    26 Mei

    Kedelai Pecah Polong Areal kedelai terluas di Indonesia berada pada musim tanam Juni/Juli hingga September/Oktober (musim kemarau II). Karakteristik lingkungan pada MK II adalah terjadinya peningkatan suhu khususnya pada periode pengisian biji hingga panen kedelai. Kondisi demikian akan memacu terjadinya pecah polong (pod shattering). Kelangkaan tenaga kerja menyebabkan penundaan panen, juga menyebabkan polong pecah. (berita lengkap)

  • Balitbangtan Harus Hasilkan Lompatan Teknologi Modern

    25 Mei

    MALANG – Pembangunan pertanian di Indonesia ke depan, ujar Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Muhammad Prama Yufdy pada acara Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, akan menghadapi antara lain empat isu dari berbagai isu penting yang ada. (berita lengkap)

  • Perlakuan Benih pada Awal Pertanaman Padi Gogo

    24 Mei

    Untuk melindungi pertumbuhan awal tanaman padi gogo dari hama (lundi dan lalat bibit) dan penyakit blas daun perlu dilakukan perlindungan benih (seed treatment). Insektisida yang biasa digunakan untuk perlindungan terhadap hama lundi dan lalat bibit adalah insektisida yang berbahan aktif fipronil. Sedangkan untuk melindungi tanaman terhadap penyakit blas daun bisa digunakan fungisida dengan bahan aktif benomil. Hama pertanaman padi gogo yang cukup penting adalah lalat bibit dan hama kuuk atau mentul. Hama lalat bibit menyerang daun muda sedangkan hama kuuk (lundi) dan menyerang bagian akar tanaman. Usaha untuk mengurangi serangan kedua hama tersebut adalah dengan melakukan perlakuan benih (seed treatment). Perlakuan benih yang umum digunakan adalah pestisida dengan dosis 2 cc/kg benih. Untuk memudahkan pelaksanaan pada saat penanaman campuran benih dan pestisida diberi zat pewarna. (berita lengkap)

  • Sumberdaya Genetik Sumber Pengetahuan dan Kehidupan

    20 Mei

    IBEX Jogja YOGYAKARTA – Kekayaan hayati Indonesia, selain berguna sebagai sumber plasma nutfah juga merupakan sumber ilmu pengetahuan yang harus selalu dijaga dan dilestarikan. Hal itu disampaikan oleh Asisten III Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta Dra. Kristiana Swasti dalam pembukaan Indonesia Biodiversity Expo (IBEX) 2016 di Jogja Expo Center, Kamis (19/5/2016). (berita lengkap)

  • Kopi Specialty, Kopi Luwak Probiotik

    19 Mei

    konferensi pers kopi luwak probiotik JAKARTA – Indonesia terkenal dengan sejumlah kopi khusus (specialty coffe) seperti kopi luwak, kopi Mandailing, kopi Gayo dan kopi Toraja. Kopi luwak merupakan produk kopi yang dihasilkan dari biji yang telah melalui proses perncernaan binatang luwak dan memiliki cita rasa yang spesifik dan istimewa. Dengan makin besarnya permintaan akan kopi luwak, Balitbangtan telah memiliki teknologi pembuatan kopi luwak dengan menggunakan mikroba probiotik dari saluran pencernaan binatang luwak. “Balitbangtan telah menghasilkan kopi luwak probiotik yang secara teknis diinokulasi dari saluran pencernaan luwak dan difermentasi diluar tubuh binatang itu” jelas Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir di Jakarta, Kamis (19/5/2016). (berita lengkap)

Berita lainnya »