Berita Baru

Rice Transplanter Jajar Mampu Mengatasi Kelangkaan Tenaga Kerja Tanam

(mkt/22 Sep 2017)

rice transplanter jajar legowo prototipe II Salah satu strategi untuk mengatasi ancaman kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian adalah dengan penerapan mekanisasi pertanian, salah satunya mesin tanam bibit padi rice transplanter jajar legowo prototipe II. Penerapan alat dan mesin pertanian (Alsintan) tersebut diperlukan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan tenaga kerja, mempercepat dan mengefisiensikan proses, dan sekaligus menekan biaya produksi.

Keunggulan mesin tanam bibit padi rice transplanter jajar legowo prototipe II ini adalah manuverability (kemudahan operasional), mampu menggantikan 20 tenaga kerja tanam/ha, kapasitas lapang 5-6 jam/ha sehingga mampu menurunkan kebutuhan tenaga kerja dan biaya tanam sekaligus mempercepat waktu tanam. Teknologi ini dapat diterapkan dengan baik pada kondisi lahan dengan pengolahan tanah sempurna, memiliki kedalaman kaki (foot sinkage) 400-600 mm, serta tinggi genangan air 30-100 mm. (berita lengkap)

Jarak Tanam Menentukan Jumlah Populasi

(pdi/21 Sep 2017)

jaraktanam-berita Jarak tanam yang menentukan populasi tanaman per satuan luas bervariasi antarpetani dan antarlokasi. Hal ini dapat menyebabkan dugaan produktivitas padi per satuan luas menjadi tidak akurat. Kesalahan dalam pendugaan hasil padi per satuan luas berdampak terhadap kesalahan data produksi nasional. Oleh karena itu, diperlukan standarisasi ubinan, pengukuran populasi tanaman (jumlah rumpun) per satuan luas, dan konversi gabah hasil dari ubinan ke hektar berdasarkan jarak tanam padi di lapangan. Produksi padi ditentukan oleh berbagai aspek, termasuk jarak tanam yang menentukan populasi tanaman di lapangan. Jarak tanam dan populasi tanaman mempengaruhi (1) penangkapan radiasi surya oleh individu tanaman, terutama daun untuk fotosintesis, (2) efektivitas penyerapan hara oleh akar tanaman, (3) kebutuhan air tanaman, (4) sirkulasi udara terutama CO2 untuk fotosintesis dan O2 untuk hasil fotosintesis, (5) ketersediaan ruang yang menentukan populasi gulma, dan (6) iklim mikro (kelembaban dan suhu udara) di bawah kanopi, yang juga berpengaruh terhadap perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Keenam faktor tersebut berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan individu rumpun tanaman padi. (berita lengkap)

Kit Deteksi Cepat untuk Penyakit CVPD tanaman Jeruk

(hor/20 Sep 2017)

kit cvpd dePAT-CVPD adalah perangkat kit deteksi cepat penyakit CVPD, salah satu teknologi inovatif hasil penelitian Badan Litbang pertanian sebagai solusi alternative dalam system deteksi penyakit CVPD tanaman jeruk. Kit deteksi ini dikembangkan dengan platform Loop-mediated Isothermal Amplification (LAMP), suatu teknik amplikasi DNA secara isothermal yang diintroduksikan oleh Notomi pada tahun 2000 (berita lengkap)

Aplikasi Biosinta Di Pulau Dewata Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan

(psc/19 Sep 2017)

Aplikasi Biosinta Serbuk Pulau Bali atau yang lebih dikenal dengan Pulau Dewata merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal seantero dunia. Kombinasi antara keindahan alam pantai, pegunungan dengan adat budaya yang kental serta kuliner yang tersaji nikmat, selalu membawa kita untuk kembali ke Pulau Dewata. (berita lengkap)

Kaya akan SDG Lokal Buah Manggis

(tp/19 Sep 2017)

SDG Manggis Setidaknya, sudah ada empat varietas lokal buah manggis yang diketahui sebagai SDG (sumber daya genetik) di provinsi masing-masing. Antara lain, manggis Cipaku dan Jayanti dari Jawa Barat, manggis Marel dari Bengkulu, dan manggis Saburai dari Lampung. Isu SDG memang tengah diangkat ke layar publikasi, untuk terus mengingatkan akan pentingnya pelestarian plasma nutfah asli Indonesia mendukung ketersediaan pangan. (berita lengkap)

VUB Kemloko Agribun 4, 5 dan 6 : Harapan Petani Tembakau di Lahan Endemik Penyakit

(bun/18 Sep 2017)

kemloko Varietas Unggul Baru (VUB) Tembakau Temanggung Kemloko 4, 5, dan 6 Agribun sesuai untuk lahan endemik penyakit (nematoda Meloidogyne spp, bakteri Ralstonia solanacearum, dan cendawan Phythopthora nicotianae). Ketiga VUB ini juga merupakan suksesor dari varietas sebelumnya Kemloko 1, 2, dan 3. (berita lengkap)

Sexing Spermatozoa pada Sapi Perah

(nak/18 Sep 2017)

sexing Teknologi pemisahan sperma telah banyak dilakukan dan mungkin bisa mempengaruhi efisiensi biologis dan ekonomis. Sexing spermatozoa adalah upaya pemisahan kromosom X dan Y pada spermatozoa ternak untuk menentukan jenis kelamin ternak yang dilahirkan.

Spermatozoa mempunyai dua jenis kromosom yang berbeda yaitu X dan Y. Keberhasilan membuahi sel telur dapat menghasilkan anak betina (XX) dan jantan (XY). (berita lengkap)

Metode Pengolahan Tanah Dan Tanam Secara Bersamaan Menggunakan Mesin Rota-Tanam

(mkt/15 Sep 2017)

Mesin Rota-Tanam Pengolahan tanah tidak hanya merupakan kegiatan lapang untuk memproduksi hasil tanaman, tetapi juga berkaitan dengan kegiatan lainnya seperti penyebaran benih (penanaman bibit). Keterkaitan ini sangat erat sehingga tujuan yang ingin dicapai dalam pengolahan tanah tidak terlepas dari keberhasilan dalam kegiatan lainnya. Pengolahan tanah mempengaruhi penyebaran dan penanaman benih. Pengolahan tanah dapat juga dilakukan bersamaan dengan penanaman benih dianggap pula sebagai suatu metode rotavator dan tanam (rota-tanam).

Salah satu metode pengolahan tanah dan tanam secara bersamaan adalah dengan mesin pengolah tanah rotavator dan tanam (rota-tanam). Mesin rota-tanam ini memiliki fungsi gabungan sebagai pengolah tanah dengan rotavator, pemupukan dan penanam biji-bijian (grains seeder), sehingga mampu meningkatkan efisiensi waktu dan efektifitas proses produksi. (berita lengkap)

Tarabas, Beras Tipe Japonica Pertama Di Indonesia

(pdi/14 Sep 2017)

tarabas Selain beras medium dan premium yang telah mampu dicukupi oleh produksi dalam negeri, masih terdapat beberapa jenis beras khusus yang juga mempunyai penikmat di beberapa kalangan. Beras-beras khusus yang selama ini masih diimpor itu antara lain tipe beras Japonica, Basmati dan beras dengan indeks glikemik rendah. (berita lengkap)

Kita Tidak Boleh Tersandera Perubahan Iklim

(adm/13 Sep 2017)

simnas bbsdlp BOGOR – Sektor pertanian adalah sektor yang paling terpengaruh oleh perubahan iklim, hal ini terjadi karena pengaruh ketersediaan air bagi tanaman, intensitas dan lamanya hujan yang meningkatkan erosi tanah, pencucian hara dan banjir. Selain itu juga musim kemarau yang panjang dapat menyebabkan kekeringan dan berpotensi kebakaran serta meningkatkan suhu udara yang dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit. (berita lengkap)

Pengendalian Hama Thrips pada Kacang Hijau

(tan/12 Sep 2017)

Hama Thrips Salah satu musuh utama tanaman kacang hijau pada musim kemarau adalah hama Thrips (MegaluroThrips usitatus). Kehilangan hasil kacang hijau akibat serangan Thrips berkisar antara 12-64 % dan faktor lain yang mempengaruhi adalah varietas, umur tanaman, dan musim. (berita lengkap)

Sayuran Awet Dengan Far Infra Red

(psc/11 Sep 2017)

FIR Kepraktisan, kembali menjadi alasan seseorang menyukai makanan instan. Perubahan gaya hidup masa kini yang ingin serba cepat mempengaruhi pola makan atau kebutuhan pangan seseorang. Karena itu, makanan instant termasuk tambahannya berupa sayuran kering berkembang sangat pesat untuk memenuhi kebutuhan orang modern yang sibuk. (berita lengkap)

Serangan WBC dan Virus Kerdil di Subang Masih dibawah Ambang Batas

(pdi/10 Sep 2017)

Serangan WBC dan Virus Kerdil Kepala Badan mengatakan “Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, dan jika para petani ingin berhasil dalam menanam padi, anut pertanian modern sesuai anjuran Kementerian Pertanian, lakukan tanam serempak dan lakukan pergiliran varietas dengan menanam varietas tahan wereng seperti Inpari 33, Inpari 42 dan Inpari 43, hasil Litbang Pertanian, ungkap Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S pada pertemuan di Desa Mekarjaya. (berita lengkap)

Teknologi Embung Turut Meramaikan CCFE 2017

(hms/08 Sep 2017)

ccfe JAKARTA - Pembangunan nasional yang sedang gencar dilakukan telah mempunyai komitmen rendah karbon dan berketahanan iklim. "Hal ini tertuang dalam penjabaran Nawa Cita sebagai aksi prioritas pembangunan nasional yang beradaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terintegrasi dan lintas sektoral." jelas Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono saat membuka Climate Change Forum & Expo 2017 (7/9/2017) di Jakarta. (berita lengkap)

Solusi Percepat Pertanaman Benih di Lahan Luas

(mkt/08 Sep 2017)

Mesin Penanam Benih Cabai dan Bawang Merah Berbagai inovasi teknologi telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, tak terkecuali teknologi untuk komoditas hortikultura. Diantara inovasi teknologi tersebut adalah mesin penanam benih cabai dan bawang merah yang sangat bermanfaat bagi petani.

Keunggulan inovasi teknologi alsintan penanam cabai dan bawang merah yang direkayasa oleh Badan Litbang Pertanian melalui Unit Teknis bidang kerekayasaan alsintan yaitu Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) tahun 2017, Alsintan ini dapat menenam benih tanaman sayuran yang berasal dari pot/tray, Hybrid, lebih efisien dengan menggunakan bahan bakar dan listrik, sederhana sehingga mudah dalam pengoperasiannya (berita lengkap)

Tanam Padi Dengan Mempertimbangkan Ketersediaan Air

(pdi/07 Sep 2017)

Tanam Padi Ketersediaan Air Dalam budidaya tanaman padi, umumnya pemberian air padi sawah irigasi adalah dengan digenangi terus menerus sehingga bisa dinilai sangat boros. Penggunaan air berkisar antara 11.000-14.000 m3/ha pada musim kemarau (MK) dan 8.000-10.000 m3/ha pada musim hujan (MH). (berita lengkap)

Gaung Kebangkitan Hortikultura di Talkshow Indonesian Horticultural Club (IHC)

(hor/06 Sep 2017)

Indonesia Hortikultural Club Mengusung tema “Bersama Kita Siap Mewujudkan Kebangkitan Hortikultura Nusantara”, Talkshow Indonesian Horticultural Club (IHC) telah digelar kemarin (5/9) di The Margo Hotel, Depok. Acara ini dihadiri oleh lembaga pemerintah lingkup Kementerian Pertanian dan stakeholders yang terdiri Perusahaan Perbenihan, UGM, IPB, ITB, petani penangkar, ASBENINDO, PTPN, dan lainnya. (berita lengkap)

Si KEPAS, Teknologi Unggul Budidaya Kedelai Lahan Pasang Surut

(tan/06 Sep 2017)

Si KEPAS Teknologi KEPAS mampu meningkatkan produktivitas pertanaman kedelai di wilayah ini dari rata-rata 1,6 t/ha menjadi 2,1–2,8 t/ha, dengan menggunakan varietas unggul Anjasmoro. (berita lengkap)

AMATOR: Inovasi Baru untuk Lahan Pasang Surut

(tp/05 Sep 2017)

BPTP Sumatera Selatan sejak tahun 2008 berusaha memperbaiki kelemahan dari sistem tabela (tanam sebar langsung) cara hambur (sonor) dengan mengenalkan alat tanam benih langsung (Atabela) tipe “IRRI drum seeder”. Upaya ini telah dilakukan di beberapa lokasi lahan pasang surut Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Untuk meningkatkan kinerja Atabela terutama kapasitas kerjanya, peneliti BPTP Sumatera Selatan bersama-sama dengan tenaga penyuluh lapang dan UPJA/Gapoktan memodifikasi disain Atabela. Selanjutnya alat hasil modifikasi tersebut difabrikasi di tingkat lapangan. Alat itu diberi nama AMATOR. (berita lengkap)

Kenikmatan Mie Talas Beneng dari Banten

(tp/04 Sep 2017)

mie beneng Talas Beneng dikenal sebagai pangan lokal asal Banten. Beneng asal katanya dari “besar” dan “koneng”. Talas beneng banyak ditemukan di Desa Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang. Kadar asam oksalat penimbul rasa gatal talas ini memang tinggi yaitu 3300 ppm untuk talas yang dibudidayakan, dan 4400 ppm untuk talas liar. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa talas beneng dengan perlakuan perendaman menggunakan air garam 10% selama 120 menit dapat mengurangi kadar oksalat terbanyak, yaitu sebesar 51,5%. (berita lengkap)

Balitbangtan : Ciptakan Empat Inovasi Teknologi untuk Jeruk

(adm/01 Sep 2017)

4 inovasi jeruk BATU - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) menciptakan empat inovasi baru untuk memudahkan petani jeruk mengatasi berbagai macam masalah. (berita lengkap)

Di Maluku Utara, Dari Jarwo Transplanter Menuju Bisnis Bibit

(tp/31 Agu 2017)

Di Kao Barat-Halmahera Utara, BPTP Maluku Utara membina seorang petani untuk memproduksi bibit padi dari persemaian dapog. Sebut saja nama petani ini Hadi Sugito. Awalnya, dia menjadi mitra BPTP Maluku Utara dalam program Desa Mandiri Benih di tahun 2015. Dua tahun berlalu, dan kini dia telah menjalankan bisnis sebagai penyedia jasa pembibitan sekaligus tanam menggunakan alat tanam jajar legowo (Jarwo Transplanter). Sementara itu, petani lain tinggal memesan padanya, varietas padi yang akan ditanam dan kapan waktu penanamannya. (berita lengkap)

Cegah Tungro dengan Taro

(hms/30 Agu 2017)

SIDRAP – Jarwo Super kembali memperlihatkan hasilnya di Sulawesi Selatan. Penerapan teknologi jarwo super menggunakan varietas unggul tahan tungro Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang berhasil memperoleh produktivitas 9,7 ton/Ha Gabah Kering Giling saat dilakukan panen perdana dan temu lapang di Kebun Percobaan Loka Penelitian Penyakit Tungro Lanrang, Sidrap, Sulawesi Selatan, Selasa (29/08/2017). (berita lengkap)

'Top Working' untuk Perbaikan Kualitas Jeruk

(hor/30 Agu 2017)

'Top Working' untuk Perbaikan Kualitas Jeruk Manfaat dari metode top working adalah dapat meremajakan tanaman, mengganti varietas baru sesuai selera pasar, tanaman cepat berproduksi (1,5 – 2 tahun) setelah top working, serta mampu meningkatkan nilai tambah tanaman dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. (berita lengkap)

UK 1 Agritan: Ubi Kayu Berumur Genjah dengan Hasil Pati Tinggi

(tan/29 Agu 2017)

Varietas UK 1 Agritan Badan Litbang Pertanian melepas varietas UK 1 Agritan pada tahun 2016. UK 1 Agritan merupakan varietas ubi kayu hasil dari persilangan antara tetua betina Malang 1 dengan tetua jantan MlG 10075 tahun 2003. Klon Malang 1 adalah sumber gen hasil tinggi dan umbi yang agak tahan busuk, sedangkan MLG 10075 merupakan sumber gen hasil tinggi dan tahan hama tungau. (berita lengkap)

Bursa Hewan Qurban, Lindungi Peternak dan Konsumen

(hms/28 Agu 2017)

BOGOR – Bursa Hewan Qurban (BHQ) kembali digelar oleh Badan Litbang Pertanian. Gelaran yang telah memasuki tahun ke 17 ini diselenggarakan mulai tanggal 23 Agustus hingga 1 September 2017 di Lapangan Kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. (berita lengkap)

Mobile Pump AP-S100 Hybrid menghemat biaya irigasi sebesar 23%

(mkt/25 Agu 2017)

Mobile Pump AP-S100 Hybrid Serpong - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir, MS melakukan Launching Pompa AP-S100 Hybrid dalam acara Inovasi Teknologi Mekanisasi Modern Hortikultura dan Agro Inovator Award di BBP Mektan (24/08/2017). (berita lengkap)

Teknologi Mekanisasi Modern Hortikultura Bantu Tingkatkan Produksi Pertanian

(adm/24 Agu 2017)

Modern Hortikultura SERPONG-Mekanisasi pertanian merupakan salah satu komponen penting untuk pertanian modern dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan. Bahkan kemajuan teknologi mekanisasi pertanian akan menjadikan pertanian jaya sehingga Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dapat diwujudkan, tegas Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaeman, MP. saat peluncuran Mekanisasi Modern Hortikultura, Kamis (24/08/2017) di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) Serpong. (berita lengkap)


Lihat Arsip Berita >>

Kategori