Berita » Kebutuhan Hara Tanaman padi

(pdi/20 Nop 2015)

Ada 19 unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman, yaitu C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Cu, Zn, Mo, B, Cl, (Na, Si, dan Co). Unsur hara disebut esensial apabila memenuhi tiga syarat, yaitu tanpa unsur tersebut tanaman tidak tumbuh, mengalami gejala kekahatan yang spesifik, dan berperan dalam proses metabolik tanaman.

Hara makro ditemukan dan dibutuhkan tanaman dalam jumlah lebih besar dibandingkan hara mikro. Sebagai contoh, nitrogen ditemukan dalam jaringan tanaman lebih dari 100 kali lipat unsur mikro Zn.

Unsur hara tanaman menjadi empat kelompok. Kelompok pertama tergolong hara penyusun senyawa organik C, H, O, N, S. Karbon (C) diambil dalam bentuk CO2 dari udara atau HCO3 dari dalam tanah. Hidrogen diambil dalam bentuk H2O dari larutan tanah atau udara lembab.

Oksigen sebagian diambil dari O2 udara, sisanya diserap tanaman dari dalam tanah dalam bentuk ion-ion anorganik sederhana. Bentuk kation maupun anion yang diserap tanaman akan berperan dalam proses asimilasi, metabolisme tanaman, katalis enzim, dll.

Varietas unggul padi sangat tanggap terhadap pemberian makro N, P, K. Untuk pertumbuhannya, tanaman padi mendapat input unsur hara dari dalam tanah, air irigasi, hujan, fiksasi nitrogen bebas, dan pupuk. Output yang dihasilkan berupa gabah, jerami, kehilangan hara akibat air perkolasi, dan kehilangan hara dalam bentuk gas, terutama nitrogen.

Berdasarkan perhitungan input dan output tersebut, maka untuk menghasilkan gabah rata-rata 6t/ha (VUB), tanaman padi membutuhkan hara 165 kg N, 19 kg P, dan 112 Kg K/ha atau setara dengan 350 kg urea, 120 kg SP36, dan 225 kg KCL/ha.

Apabila kebutuhan hara tidak terpenuhi, tanaman akan menguras unsur hara dari dalam tanah. Jika tanah tempat tumbuh tanaman padi tersebut subur, maka dalam jangka pendek tidak tampak terjadi penurunan hasil padi. Namun dalam jangka panjang akan terjadi penurunan produktivitas tanah dan tanaman. Pengaruh kekurangan pupuk baru terlihat jelas apabila lahan kurang subur.

Informasi lebih lanjut : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi