Berita » Acar Cabai, Pertahankan Umur Simpan Cabai Hingga 1 Tahun

(psc/17 Mei 2017)

Di Indonesia kita mengenal begitu banyak jenis acar, mulai dari acar mentah, asam, segar sampai acar kuning dengan rasa yang agak gurih. Terutama pada makanan yang berbahan dasar mie, baik mie yang di goreng maupun yang berkuah. Berkat teknologi yang dihasilkan Balai Besar Pasca Panen Badan Litbang Pertanian terdapat acar cabai yang memiliki rasa sedikit pedas, asam, manis dan segar, mirip dengan acar mentimun hanya saja bahan baku dari acar ini adalah cabai rawit hijau maupun cabai rawit merah.  Rasa asam yang mengiringi rasa pedas cabai membuat acar ini enak dimakan sebagai pelengkap.

Membuat acar cabai sangat mudah, yang diperlukan selain cabai sebagai tokoh sentral adalah larutan rendaman (brine) yang terbuat dari cuka, gula, garam dan air. Semua bahan air rendaman direbus hingga mendidih dan biarkan dingin sebelum dituangkan ke dalam botol berisi cabai. Untuk wadah yang digunakan, anda bisa menggunakan botol kaca, atau wadah plastik lainnya. Hindari menggunakan wadah yang terbuat dari alumunium atau stainless steel karena sifat cuka yang korosif. Cabai yang sudah direndam di dalam larutan cuka siap untuk disantap setelah 2 atau 3 hari. Untuk masa simpan yang lebih lama disarankan untuk menyimpan acar cabai di lemari pendingin.

Untuk mengoptimalkan umur simpannya, pembuatan acar cabai harus benar-benar teliti dan higienis, mulai dari pemilihan bahan baku cabai yang baik, menggunakan larutan cuka dengan tingkat keasaman 5%, larutan garam dan gula yang sesuai sampai peralatan yang digunakan untuk mengolahnya harus bersih.

Mengolah cabai menjadi acar merupakan salah satu cara untuk mengawetkan cabai, dengan memanfaatkan khasiat dari air garam dan cuka sebagai pengawet alami, acar cabai ini mampu memperpanjang umur simpan sampai dua belas bulan (EGA/RJS).

Acar Cabe