Berita » Terobosan Garap Limbah Organik di Kepulauan Seribu

(tp/19 Jun 2017)

Sentuhan inovasi Balitbangtan pun sampai ke Kepulauan Seribu, terutama di Pulau Pramuka dan Pulau Panggang. Adalah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DKI Jakarta yang menggarap introduksi inovasi tersebut hingga sampai kesini.

BPTP DKI Jakarta telah melakukan survey terhadap potensi limbah organik bersama kelompok wanita yang ada di kedua pulau tersebut. Survey ini kemudian ditindaklanjuti dengan suatu pengkajian teknik pengolahan limbah yang dinilai lebih praktis untuk diterapkan di wilayah setempat.

Saat ini, beberapa prosedur pengomposan sedang dalam proses penerapan. Salah satunya adalah proses pengomposan dengan memanfaatkan cacing tanah.

Jenis cacing tanah yang digunakan dalam kajian ini adalah Eiseniafetida. Cacing ini juga dikenal dengan istiah cacing merah atau cacing tiger, karena tubuhnya yang berwarna cokelat kemerahan dengan segmen cerah, dan pada ujung ekornya berwarna kekuningan.

Awalnya, muncul sedikit kekhawatiran bahwa cacing ini tidak dapat bertahan hidup di lingkungan Kepulauan Seribu yang bertemperatur relatif lebih tinggi dariapda daratan Jakarta. Tetapi setelah masa inkubasi 1 bulan, nampak bahwa cacing tetap hidup dan berkembang.

Bahkan, menurut peserta pengkajian (Mariah dari Kelompok Hutan Wisata, Pulau Pramuka dan Yani dari anggota PKK, Pulau Panggang), seminggu setelah masa inkubasi awal, vermikompos sudah terbentuk dengan baik.

Setiap 1 kg cacing dilaporkan dapat mendegradasi limbah organik sebanyak 0,5 kg dan menghasilkan vermikompos berkisar antara 2-3 kg. Ke depannya, vermikompos ini berpotensi besar menjadi suatu terobosan dalam upaya pengelolaan limbah organik di Kepulauan Seribu. (vwh)

Info lebih lanjut: BPTP DKI Jakarta