Berita » Kendalikan Hama Wereng, BPTP Jawa Barat Beraksi

(tp/09 Okt 2017)

Beberapa waktu lalu, heboh pemberitaan adanya serangan hama wereng pada pertanaman padi. Sebagai salah satu institusi yang bernaung di bawah Kementan, Balitbangtan pun turut bergerak untuk meredam gejolak yang mengkhawatirkan petani.

Melalui kepanjangan tangan yang ada di provinsi, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) didukung oleh pakar peneliti tanaman padi, Balitbangtan menerjunkan tim ke lapangan. Salah satu BPTP yang telah beraksi adalah BPTP Jawa Barat, bersama-sama dengan tiga kelompok tani di Kabupaten Subang.

Dalam situsnya, BPTP Jawa Barat melaporkan telah melakukan Gerakan Pengendalian Wereng bersama-sama dengan petani yang tergabung dalam kelompok tani Karya Mekar di Desa Segalaherang Kaler dan Desa Sukamandi Kec. Segalaherang. Gerakan tersebut diikuti oleh Ketua Gapoktan, POPT, UPTD, Penyuluh dan Babinsa Kecamatan Segalaherang, hingga keseluruhan yang hadir berjumlah kurang lebih 40 orang.

Kriteria serangan wereng di kedua desa ini antara lain: kerdil rumput, intensitas serangan ringan dengan populasi 25 ekor/rumpun, musuh alami laba-laba, varietas yang ditanam Ciherang dengan umur 30 – 60 HST, jenis pengendalian dengan menggunakan Starfidor 5 WP.

Selain kelompok tani tersebut, Gerakan Pengendalian WBC di Kab Subang ini juga dilakukan BPTP Jawa Barat bersama kelompok tani Jasa Tirta di Desa Dukuh Kec. Ciasem. Serupa, di sini pun kegiatan diikuti oleh Ketua Gapoktan, POPT, UPTD, Penyuluh dan Babinsa Kecamatan Ciasem, sehingga totalnya berjumlah sekitar 30 orang.

Adapun kriteria serangan wereng di desa ini antara lain: kerdil rumput, intensitas serangan ringan dengan populasi 21 -23ekor/rumpun, musuh alami laba-laba dan tomcat, varietas yang ditanam Ciherang dengan umur 40 – 55 HST, jenis pengendalian dengan menggunakan Bassa 500 EC dan BA.BPMC 480 g/liter.

Rangkaian acara kegiatan ini berupa bimbingan teknis tentang penggunaan pestisida untuk membasmi hama WBC. Pengendalian akan terus dilakukan oleh petani dalam rangka mewaspadai adanya dampak kerdil hampa dan kerdil rumput. Luas pengendaliannya diperkirakan 40 ha pada dua desa di Kecamatan Segalaherang dan sekitar 30 ha di Kecamatan Ciasem.

Info lebih lanjut: BPTP Jawa Barat