Berita » Inovasi Teknologi Peternakan Mendukung SIWAB

(adm/08 Agu 2017)

Bogor - Seminar Nasional dan Ekspose Teknologi Peternakan dan Veteriner, telah dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Muhammad Syakir, yang ditandai dengan penyerahan bibit ayam KUB dan domba Compass Agrinak kepada petani muda. Dalam sambutannya Dr. Muhammad Syakir mengemukakan bahwa saat ini telah terjadi kecenderungan peningkatan protein hewani di masyarakat. Konsumsi daging terbanyak untuk sekarang ini dari daging ayam, sehingga perlu diperkuat dengan peningkatan konsumsi protein asal ternak ruminansia baik ruminsia kecil dan besar. Kemudian diseminasi harus lebih ditingkatkan dengan membangun pengembangan ternak di masyarakat. (8/8/2017)

Upaya khusus sapi indukan wajib bunting (UPSUS SIWAB) adalah satu program yang dicanangkan Kementan untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan peningakatan populasi sapi dan kerbau bunting. Program ini memiliki tujuan mewujudkan komitmen Pemerintah dalam mengejar swasembada daging sapi yang ditargetkan tercapai tahun 2026.

Terdapat 2 program utama dalam SIWAB yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan melalui Intensifikasi Kawin Alam (Inka).

Dalam mendukung pelaksanaan dan mendorong capaian program UPSUS SIWAB, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan  (Puslitbangtan) telah menentukan 5 lokasi percontohan (denfarm) untuk implementasi teknologi Peternakan dan Veteriner yang telah dihasilkan. Denfarm tersebut berlokasi di : 1) Kab. Gowa, Sulawesi Selatan; 2) Kab. Pati,  Jawa Tengah ,  3) Kab. Lamongan, Jawa Timur; 4) Kab. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah; 5) Kab. Langkat, Sumatera Utara.

Diharapkan dengan Inovasi Teknologi Peternakan ini dapat mengatasi permasalahan produksi melalui peningkatan produktivitas dan populasi sapi dan kerbau secara umum, sehingga dapat mendukung Swasembada dan Kedaulatan Pangan khususnya bidang Peternakan.(Rjs)

siwab