Berita » Sayuran Awet Dengan Far Infra Red

(psc/11 Sep 2017)

Ada beberapa cara untuk menghasilkan sayuran kering, salah satunya adalah radiasi far infra red. Sinar infrared pada teknologi ini memiliki panjang gelombang antara 25-1.000 μm, hal ini membuat warna sayur yang dikeringkan tidak mengalami perubahan warna yang signifikan dan aroma sayuran pun masih kuat.

Proses pengeringan dengan teknologi far infra red sangat efisien karena panas radiasi langsung menembus bagian dalam molekul dan memutus ikatan molekul air pada molekul bahan tanpa melalui media perantara sehingga sayuran instan yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi dengan proses yang efisien.

Untuk menghasilkan sayuran kering, bahan dibersihkan, dipotong tipis, dicuci, diblanching, dan kemudian dikeringkan. Blanching adalah proses pencelupan cepat sayuran dalam air pada suhu tertentu untuk menonaktifkan enzim penyebab pencokelatan. Dari percobaan di laboratorium dengan menggunakan lima jenis sayuran yaitu wortel, bayam, seledri, brokoli, dan jamur, didapatkan bahwa lama pengeringan 

Berbagai macam sayuran yang memiliki kadar air tinggi, seledri wortel, buncis, kubis, jamur merang, bawang daun, bawang merah dapat dikeringkan melalui teknologi ini. Bahkan produk nabati seperti baso dan sosis ayam pun dapat dikeringkan dengan menggunakan teknologi FIR. “Daya simpan sayur kering tersebut dapat bertambah hingga 8 bulan dalam keadaan terkemas,” ujar Ridwan Rachmat, peneliti Badan Litbang Pertanian. (ega)

FIR