Berita » Teknologi Embung Turut Meramaikan CCFE 2017

(hms/08 Sep 2017)

JAKARTA - Pembangunan nasional yang sedang gencar dilakukan telah mempunyai komitmen rendah karbon dan berketahanan iklim. "Hal ini tertuang dalam penjabaran Nawa Cita sebagai aksi prioritas pembangunan nasional yang beradaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terintegrasi dan lintas sektoral." jelas Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono saat membuka Climate Change Forum & Expo 2017 (7/9/2017) di Jakarta.

Kekhawatiran terhadap dampak pemanasan global telah semakin terasa di Indonesia, yang ditandai dengan sering adanya bencana alam dan juga bencana ekologis, serta meningkatnya frekuensi kejadian banjir, longsor dan angin ribut.

Berbagai upaya Indonesia untuk menghadapi dampak pemanasan global akibat adanya perubahan iklim tersebut tertuang dalam kegiatan Climate Change Forum & Expo 2017.

Badan Litbang Pertanian turut mengambil bagian dalam acara yang digelar 7 hingga 10 September 2017 tersebut dengan menampilkan berbagai teknologi hasil penelitian yang terkait dengan permasalahan lingkungan seperti teknologi embung sebagai pengendali banjir, dan pemanfaatan air embung ketika musim kemarau melanda para petani.

Disamping itu juga ditampilkan teknologi peningkatan produktivitas lahan kering, Kalender Tanam Lahan Rawa, serta Automatic Weather System (AWS), yaitu alat pantau yang mampu menginformasikan kondisi terkini tentang iklim agar para petani dapat menentukan kapan saat tanam.

AWS tersebut dapat memperkirakan kapan akan terjadi musim hujan dan kapan akan terjadi musim kering. AWS tersebut terhubung dengan sistem Kalender Tanam yang tersambung langsung dengan satelit yang dimiliki oleh LAPAN.

Melalui kegiatan pameran inilah salah satu cara Badan Litbang Pertanian dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman kepada para generasi muda terhadap isue-isue keterkaitan dengan perubahan iklim untuk mendorong peran serta yang dapat dilkukan oleh para generasi muda untuk mengatasi kerusakan lingkungan dan upaya-upaya pelestariannya. (ggh)

ccfe