Berita » BIOFOAM, Aman bagi Manusia dan Lingkungan

(psc/10 Okt 2017)

Kemasan yang berbahan baku plastik, memang lebih praktis, berbobot ringan, tidak mudah pecah, bersifat transparan mudah diberi label dan dibuat dalam aneka warna, dapat diproduksi secara massal dan harga relatif murah. Bahan kemasan plastik tersusun dari polimer-polimer, berasal dari bahan mentah berupa monomer, selain itu juga mengandung bahan aditif. Karena bahannya yang bersifat kimiawi, kemasan plastik tidak aman bagi kesehatan manusia, sekaligus tidak ramah lingkungan.

Aspek negatif kemasan plastik adalah bila monomer-monomer bermigrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas, berbahaya bagi manusia karena dapat memicu tumbuhnya zat pemicu kanker, sehingga makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi kaidah keamanan pangan atau food safety.

Sementara biodegradable foam (Biofoam) hasil dari penelitian Badan Litbang Pertanian, aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Alasannya, pertama, kemasan ini bisa terdegradasi atau terurai secara alamiah dengan jangka waktu 15 hari oleh tanah. Kedua, bahan bakunya sangat mudah diperoleh dan terbarukan (renewable). Ketiga, tidak akan ada migrasi panas dan asam ke makanan sehingga tidak mengakibatkan gangguan syaraf dan masalah kesehatan lain.

Penemuan biodegradable foam ini sangat membantu pelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah tentu memberikan nilai tambah dan mengurangi polusi. Selama ini jerami, sekam, serbuk kayu, tongkol jagung, TKS dan limbah pertanian lainnya selalu dibuang dan dibiarkan menggunung. Sekarang, semua hasil pertanian dan perkebunan bisa bermanfaat. Bagi para petani akan memperoleh nilai ekonomi karena mendapatkan pemasukan tambahan dari penjualan limbah tersebut.

Biofoam memang memiliki kelemahan dalam menahan resapan air, sebagai peneliti yang konsen terhadap kesehatan, Dr. Evi Savitri, Peneliti Badan Litbang Pertanian, lebih memilih mempertahankan kealamian karyanya dengan tidak mencampurkan zat kimia untuk memperkuat kemasan sehingga tidak tembus air. Sementara ini, Dr. Evi Savitri menggunakan Biofoam untuk tatakan makanan kering saat rapat dan menerima tamu. “Sekalian Promosi”, katanya sambil tertawa.

Peluang dan pemanfaatan lain dari biofoam ini misalnya, untuk pot menggantikan polybag. Pot akan dibentuk dari kelapa sawit dengan campuran kimia tertentu. Pot ini akan menggantikan polybag sehingga tetap bisa ditanam langsung.(Ega)

Sumber: Berbagai Sumber

bioform