Berita » Dulu Puso Akibat Hama Wereng Batang Coklat, Kini Tinggal Menunggu Panen

(pdi/07 Nop 2017)

Pada musim tanam sebelumnya sebagian petani gagal panen akibat serangan wereng batang coklat (WBC) dan serangan virus kerdil rumput, kini petani Desa Mekarjaya Kec. Compreng, Kabupaten Subang tinggal menunggu hari untuk melaksanakan panen raya.

Areal seluas 600 hektar yang ditanami varietas padi Inpari 33 telah menjawab kegalauan petani. Eradikasi dan penggunaan varietas tahan anjuran Badan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan awalnya sangat diragukan dan ditakutkan petani setempat. Hal yang wajar jika petani tidak percaya begitu saja dengan rekomendasi tersebut tetapi saat ini bukti itu tidak bisa terelakkan.

Pilihan untuk melakukan pergiliran varietas suka atau tidak suka petani mulai mencoba dan ternyata hingga tanaman berumur 95 hari kondisi sangat bagus dan bebas dari serangan hama penyakit.  

Bantuan benih dan anjuran paket teknologi yang diberikan kepada petani beberapa waktu yang lalu pelan-pelan mulai dirasakan manfaatnya. 

Tidak dipungkiri bahwa belum seluruhnya wilayah Kecamatan Compreng aman dari serangan hama penyakit, hal ini dikarenakan masih ada beberapa desa lain yang masih melakukan pertanaman tidak serempak, dan penggunaan verietas lain yang relatif rentan terhadap hama wereng coklat.

Dari hasil pengamatan dilapangan (Minggu, 5/11/17),  ada salah satu desa di Jatireja yang melakukan tanam tidak serempak dan hal seperti ini yang dikhawatirkan akan menjadi sumber inokulum penyakit untuk tanaman berikutnya.  Sebagai contoh salah satu areal, masih ada lahan seluas 15 hektar yang ditanami padi dengan varietas  bukan anjuran Kementerian Pertanian dengan umur yang beragam, seperti padi ketan Grendel, IR42, Ciherang, dan Pertiwi. Varietas-varietas tersebut terlihat tumbuh baik dan nampak tidak terlihat ada serangan, tetapi setelah dilakukan pengamatan ternyata ada populasi hama wereng dan serangan virus kerdil pada pertanaman tersebut. 

“Varietas Inpari 33 yang telah ditanam saat ini terlihat sangat bagus dan tidak ada gejala serangan hama maupun penyakit”,ujar Masduki anggota Gapoktan dari Desa Mekarjaya. Lebih lanjut Masduki mengatakan bahwa jika tidak mau dengan resiko kegagalan panen solusinya gunakan varietas Inpari 33, demikian ucap pria yang sudah empat tahun menekuni tanam padi di Desa Mekarjaya. 

Kementerian Pertanian tidak henti-hentinya untuk selalu menghasilkan terobosan inovasi demi kemajuan petani dan keberhasilan dalam swasembada pangan. (Shr/Spt)

panen raya cempreng