Berita » Ketahui Serangan Hama Dengan Perangkap Cahaya

(pdi/10 Nop 2017)

Jika anda berjalan melewati satu hamparan sawah, terkadang disekitar sawah itu dijumpai alat yang dilengkapi lampu berdiri tegak dibeberapa titik. Banyak yang mengira alat tersebut hanya sebagai lampu penerang saja. Padahal manfaat dari lampu itu sangat vital dan sangat besar yaitu untuk mendeteksi awal adanya hama.

Lampu perangkap atau orang menyebutnya  light trap merupakan suatu alat untuk menangkap atau menarik serangga.  Lampu perangkap yang sesuai dan standar sudah banyak dijumpai di hamparan sawah di tiap daerah.

Satu lampu perangkap sebagai pendeteksi mampu mengontrol areal hingga 200-500 hektar. Namun, bila digunakan untuk pengendalian diperlukan lampu perangkap lebih banyak.

Banyaknya hama pada lampu perangkap ditentukan oleh besarnya cahaya yang dipasang, makin terang cahaya makin besar hasil tangkapannya. Selain itu, besar tangkapan ditentukan juga oleh lokasi pemasangan, lampu perangkap yang berdekatan dengan sumber serangan akan lebih tinggi dibanding dengan lampu perangkap yang jauh dari sumber serangan.

Dari tangkapan yang didapat akan diketahui keberadaan atau jumlah populasi serangga di lahan tersebut dan dapat dijadikan alat monitoring.

Hama yang terperangkap dapat dijadikan indikator dan sinyal datangnya hama di pesemaian atau pertanaman sehingga keberadaan hama dapat dideteksi sedini mungkin.

Sebagai contoh  pada wereng.  Yang pertama kali datang dipesemaian atau pertanaman adalah wereng makroptera betina/jantan imigran. Dengan bantuan alat itu, petani dapat mengetahui kapan datangnya wereng imigran.

Semua hama padi berupa wereng coklat, wereng punggung putih, wereng hijau, penggerek batang padi, lembing batu, pelipat daun, penggulung daun dan anjing tanah dapat ditangkap dengan perangkap lampu itu.

Serangga-serangga hama yang terperangkap setelah diamati kemudian dimusnahkan sedangkan serangga-serangga musuh alami seperti kumbang Coccinella, Paederus Sp, Ophionea SP dan lain-lain dapat dilepaskan kembali ke lahan.

Data harian hasil tangkapan serangga yang tertangkap dapat digunakan untuk rekomendasi kapan waktu semai atau tanam yang tepat juga kapan waktu yang tepat dilakukan pengendalian.

Rekomendasi waktu semai atau tanam adalah 15 hari setelah puncak hasil tangkapan. Untuk pengendalian penggerek batang padi,  4 hari setelah adanya penerbangan (hasil tangkapan) dilakukan penyemprotan insektisida .

Pada saat kondisi lahan sedang bera atau pengolahan tanah, lampu perangkap digunakan terus untuk memantau perkembangan populasi serangga hama terutama wereng coklat dan penggerek batang.

Kinerja petani ditinjau dari pengendalian hama saat ini mulai ada peningkatan, dulu kebanyakan petani bergerak sendiri-sendiri dan belum banyak yang faham manfaat tanam serempak pemasangan lampu perangkap. Mereka  tanam tanpa mengindahkan waktu tanam yang tepat, sehingga menyebabkan umur tanaman tidak seragam yang menyebabkan inokulum hama dan penyakit selalu ada. (Shr)

perangkat hama cahaya