Berita » VUB Tebu dengan Rendemen dan Hablur Gula Super

(bun/08 Jan 2018)

Peningkatan jumlah penduduk Indonesua yang sangat pesat menyebabkan dampak kebutuhan pangan antara lain gula meningkat. Produksi gula nasional tahun 2017 diperkirakan hanya sekitar 2,2 juta Ton, sedangkan kebutuhan gula konsumsi mencapai 3-3.5 juta ton. Untuk mendukung program swasembada gula diperlukan upaya peningkatan produktivitas dan perluasan area tanaman tebu.

Saat ini di seluruh dunia termasuk Indonesia sedang dilanda perubahan iklim global (Climate Change) yang berdampak pada penurunan produktivitas pangan. Untuk itu diperlukan varietas unggul baru yang toleran terhadap perubahan iklim global sehingga produktivitas dan rendemen tinggi.  Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Balitbangtan, Kementan telah melakukan percepatan perakitan varietas unggul baru tebu melalui kombinasi bioteknologi kultur in vitro dan mutagen fisik maupun kimia untuk mendapatkan varietas unggul baru yang toleran terhadap perubahan iklim global dengan produktivitas dan rendemen tinggi.

Atas kerjasama para pemulia dan peneliti maka telah dilepas varietas unggul baru (VUB) yang adaptif terhadap anomali iklim, setelah melalui serangkaian seleksi awal, uji daya hasil pendahuluan, uji daya hasil lanjut, dan uji multi lokasi (ujia adaptasi). Varietas yang berasal dari PS 864 dan Bululawang (BL) menghasilkan Varietas unggul baru tersebut  yaitu AAS Agribun, ASA Agribun, AMS Agribun dan CMG Agribun dengan produktivitas tebu 100 – 200 ton/ha, rendemen 11-13% dan hablur gula 10-20% dan dengan kesesuaian lahan tanah Tekstur berat, kandungan liat tinggi serta drainase tidak lancar.(Bur/Rjs)

Lampiran