Berita » Ketersediaan Beras Jawa Barat Aman

(adm/09 Jan 2018)

Kementerian Pertanian berupaya mewujudkan kedaulatan pangan, khususnya untuk penyediaan beras. Upaya tersebut telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui upaya khusus (UPSUS).

Berbeda dengan periode tahun sebelumnya dimana pada periode bulan Januari-Maret biasanya masih memasuki masa “paceklik”, namun pada diawal tahun 2018 ini panen raya terjadi diseluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Untuk memastikan kondisi luas panen di pulau Jawa, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. M. Syakir beserta jajaran esselon 2 Balitbangtan melakukan safari panen yang diawali dari wilayah Barat pulau Jawa, seperti yang telah dilakukan di Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang(Jumat,5/1/18).

Dalam kegiatan panen di Kab. Majalengka, Dr. M Syakir bersama Kepala BB Padi, Kepala BB Mektan, Kepala BPTP Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Kab. Majalengka, Pasiter Kodim 0617 Majalengka, dan Penyuluh  melakukan panen padi varietas Situ Patenggang di lahan seluas 20 Ha tepatnya di Desa Paniis, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.

Dalam sambutan singkatnya Kepala Badan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para petani yang telah mengadopsi inovasi khususnya penggunaan varietas unggul seperti yang telah ditanam petani saat ini. Selain varietas Situ Patenggang petani menanam juga varietas Inpari 32 yang terbukti tahan terhadap serangan hama wereng.

Di Majalengka sendiri, secara keseluruhan pada bulan Januari ini telah dipanen padi dengan total luas panen 2.975 Ha. Luas panen ini cukup besar dan diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan beras baik di Majalengka ataupun Jawa Barat dan Nasional.Luas panen padi Provinsi Jawa Barat bulan Januari 2018 ini = 100.996 ha, Februari 2018 = 222.723 ha dan Maret 337.696 ha. Produksi GKG bulan Januari ini adalah 566.286 ton (setara beras 355.288 ton), Februari 1.245.797 ton (setara beras 781.613 ton) dan Maret 1.893.461 ton (setara beras 1.187.958 ton).

Setelah sempat mengunjungi Kabupaten Majalengka, Kepala Badan Litbang Pertanian melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Sumedang. Di kota yang terkenal dengan makanan khas tahu ini Kepala Balitbangtan melakukan panen padi di Desa Bugel, Kecamatan  Tomo, Kabupaten Sumedang. Padi yang dipanen varietas Mekongga dan Inpari 30 seluas 30 Ha

Propinsi Jawa Barat memang layak disebut sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Ini terlihat dari adanya panen secara terus menerus sejak Desember kemarin.

Kebutuhan  konsumsi beras per bulan untuk Provinsi Jawa Barat berdasarkan jumlah penduduk 47.379.389 jiwa adalah 341.605 ton beras. Jadi terjadi surplus beras bulan Januari 13.682 ton, Februari surplus 440.008 ton dan Maret surplus 846.352 ton.

Luas Panen Padi Nasional bulan Januari 2018 = 854.369 ha, bulan Februari 2018 = 1.638.391 ha dan bulan Maret 2.252.962 ha. Produksi GKG Januari adalah 4.519.612 ton (setara beras 2.870.858ton), Februari 8.667.088 ton (setara beras 5.505.335 ton) dan Maret 11.918.169 ton (setara beras 7.570.421ton).

Konsumsi beras per bulan secara Nasional berdasarkan jumlah penduduk 261.981.000 jiwa adalah 2.506.285 ton beras. Jadi terjadi surplus beras bulan Januari 364.573 ton, Februari surplus 2.999.050 ton dan Maret surplus 5.064.136 ton

Panen Raya Padi dan Surplus Beras di masa paceklik bukti keberhasilan Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanian berupaya mewujudkan kedaulatan pangan, khususnya untuk penyediaan beras. Upaya tersebut telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui upaya khusus (UPSUS).

Berbeda dengan periode tahun sebelumnya dimana pada periode bulan Januari-Maret biasanya masih memasuki masa “paceklik”, namun pada diawal tahun 2018 ini panen raya terjadi diseluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Untuk memastikan kondisi luas panen di pulau Jawa, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. M. Syakir beserta jajaran esselon 2 Balitbangtan melakukan safari panen yang diawali dari wilayah Barat pulau Jawa, seperti yang telah dilakukan di Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang(Jumat,5/1/18).

Dalam kegiatan panen di Kab. Majalengka, Dr. M Syakir bersama Kepala BB Padi, Kepala BB Mektan, Kepala BPTP Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Kab. Majalengka, Pasiter Kodim 0617 Majalengka, dan Penyuluh  melakukan panen padi varietas Situ Patenggang di lahan seluas 20 Ha tepatnya di Desa Paniis, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.

Dalam sambutan singkatnya Kepala Badan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para petani yang telah mengadopsi inovasi khususnya penggunaan varietas unggul seperti yang telah ditanam petani saat ini. Selain varietas Situ Patenggang petani menanam juga varietas Inpari 32 yang terbukti tahan terhadap serangan hama wereng.

Di Majalengka sendiri, secara keseluruhan pada bulan Januari ini telah dipanen padi dengan total luas panen 2.975 Ha. Luas panen ini cukup besar dan diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan beras baik di Majalengka ataupun Jawa Barat dan Nasional.Luas panen padi Provinsi Jawa Barat bulan Januari 2018 ini = 100.996 ha, Februari 2018 = 222.723 ha dan Maret 337.696 ha. Produksi GKG bulan Januari ini adalah 566.286 ton (setara beras 355.288 ton), Februari 1.245.797 ton (setara beras 781.613 ton) dan Maret 1.893.461 ton (setara beras 1.187.958 ton).

Setelah sempat mengunjungi Kabupaten Majalengka, Kepala Badan Litbang Pertanian melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Sumedang. Di kota yang terkenal dengan makanan khas tahu ini Kepala Balitbangtan melakukan panen padi di Desa Bugel, Kecamatan  Tomo, Kabupaten Sumedang. Padi yang dipanen varietas Mekongga dan Inpari 30 seluas 30 Ha

Propinsi Jawa Barat memang layak disebut sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Ini terlihat dari adanya panen secara terus menerus sejak Desember kemarin.

Kebutuhan  konsumsi beras per bulan untuk Provinsi Jawa Barat berdasarkan jumlah penduduk 47.379.389 jiwa adalah 341.605 ton beras. Jadi terjadi surplus beras bulan Januari 13.682 ton, Februari surplus 440.008 ton dan Maret surplus 846.352 ton.

Luas Panen Padi Nasional bulan Januari 2018 = 854.369 ha, bulan Februari 2018 = 1.638.391 ha dan bulan Maret 2.252.962 ha. Produksi GKG Januari adalah 4.519.612 ton (setara beras 2.870.858ton), Februari 8.667.088 ton (setara beras 5.505.335 ton) dan Maret 11.918.169 ton (setara beras 7.570.421ton).

Konsumsi beras per bulan secara Nasional berdasarkan jumlah penduduk 261.981.000 jiwa adalah 2.506.285 ton beras. Jadi terjadi surplus beras bulan Januari 364.573 ton, Februari surplus 2.999.050 ton dan Maret surplus 5.064.136 ton. Panen Raya Padi dan Surplus Beras di masa paceklik bukti keberhasilan Kementerian Pertanian.(Shr)