Berita » Menanti Padi Ciherang Wangi

(bio/19 Peb 2018)

Padi Ciherang merupakan varietas padi unggul turunan dari IR64. Selain memiliki potensi hasil yang tinggi, bentuk gabah padi Ciherang adalah ramping panjang berwarna kuning bersih serta tekstur nasi yang pulen, menjadikan varietas ini masih diminati oleh petani dan konsumen.

Selain potensi hasil yang tinggi dan rasa yang enak, padi Ciherang juga memiliki ketahanan terhadap beberapa hama dan penyakit. Sehingga, padi Ciherang hingga saat ini masih menjadi pilihan petani di Indonesia.

Namun  demikian, padi Ciherang tidak memiliki aroma yang wangi seperti Pandanwangi atau Mentikwangi. Padahal, aroma nasi yang wangi menjadi salah satu parameter pertimbangan konsumen dalam memilih beras berkualitas. Sehingga, dengan menambahkan karakter wangi pada padi Ciherang, banyak peluang yang lebih menguntungkan yang akan diperoleh.

Balitbangtan melalui Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Gentik Pertanian, saat ini sedang mengembangkan padi Ciherang aromatik yang memiliki nilai tambah berupa karakter wangi.

Sifat wangi yang dikembangkan pada padi Ciherang berasal dari varietas Mentikwangi atau Pandanwangi. Persilangan backcross antara padi Ciherang dengan padi aromatik ini diharapkan menghasilkan padi dengan karakter padi Ciherang ditambah dengan aroma wangi.

Penelitian persilangan backcross untuk mengembangkan varietas baru ini dibantu dengan bioteknologi berupa seleksi berbasis marka molekuler. Seleksi berbasis marka molekuler merupakan seleksi karakter tertentu (dalam hal ini sifat wangi) dengan memanfaatkan materi genetik dalam tanaman padi yang diteliti.

Materi genetik ini digunakan sebagai penanda/ marka molekuler. Dengan mengetahui marka terkait sifat wangi ini, hasil persilangan dapat diseleksi pada usia muda tanpa harus menunggu terbentuknya gabah. Tanaman yang menghasilkan beras wangi akan memiliki gen ini, sedangkan tanaman yang tidak wangi tidak akan memiliki gen ini. Sehingga, proses seleksi dapat dipercepat dengan melihat materi genetik dari hasil persilangan yang dilakukan.

Uji daya hasil pendahuluan telah dilakukan di beberapa lokasi seperti KP Muara, Subang, Yogyakarta dan Sukamandi. Padi Ciherang wangi hasil persilangan dengan Pandanwangi memiliki potensi hasil rata-rata 6,28 – 8,83 ton/ha (GKG) sedangkan hasil persilangan dengan Mentikwangi memiliki potensi hasil rata-rata 6,75 – 8,13 ton/ha (GKG).

Keduanya memiliki kadar aroma 0,8093 ppb (dibandingkan dengan Pandanwangi yang hanya memiliki kadar aroma 0,1956 ppb). Kedua galur ini akan segera dilepas sebagai varietas unggul baru Balitbangtan. (Toto)

Uji daya hasil pendahuluan padi Ciherang Wangi yang dilakukan di Sukamandi