Berita » Largo Super Mengoptimalkan Lahan Kering

(adm/13 Peb 2018)

Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Dr. Muhammad Syakir, M.S. melakukan Panen Padi Larikan Gogo Super (LARGO SUPER) di Kabupaten Kebumen, tepatnya di Desa Banjarejo dan Desa Puliharjo Kecamatan Puring (12/0218). Padi gogo seluas 100 ha tersebut bukan dilahan sawah irigasi tetapi di lahan kering dataran rendah dan di bawah tanaman kelapa. Dalam awal pelakasanaanya sempat diragunkan oleh petani akan keberhasilan Dem Area  tersebut, tetapi pada akhirnya semua petani tampak begitu antusias.

Varietas padi yang ditanam adalah varietas Inbrida Padi Gogo (INPAGO) 8, 9, 10, dan 11. Juga IPB 8G dan IPB 9G, HIPA dan Situ Patenggang. Varietas-varietas ini memiliki potensi meningkatkan produksi dari 1 – 3 ton/ha dengan kata lain peningkatan hasil nyata sebesar 100 %. Tahun 2017, Kecamatan Puring menjadi lokasi pengembangan padi lahan kering dengan sistem LARGO SUPER

Kepala Balitbangtan sangat mengapresiasi atas keberhasilan pendekatan LARGO SUPER yang telah meningkatkan produktivitas padi di lahan kering secara nyata di areal demfarm 100 ha di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Menurut tim BPS yang telah melakukan ubinan terhadap beberapa titik pertanaman LARGO bahwasannya provitas padi gogo di demfarm ini dapat mencapai 7,9 ton/ha dengan Inpago 8   5.00 t/ ha, Inpago 9 6.14 t/ ha,  Inpago 10 7.93 t/ ha, Inpago 11 7.10 t/ ha. Capaian ini meningkat hampir 3 ton dibandingkan rata-rata di tingkat petani yang hasilnya sekitar 4 ton/ha Selama ini eksisting rata-rata padi gogo ditingkat petani di Kecamatam Puring : 4.00 t/ha.

Dalam sambutannya Kepala Balitbangtan berharap bahwa teknologi LARGO SUPER ini dapat terus dikembangkan di seluruh lahan kering di Indonesia yang potensinya masih sangat besar. Sehingga pertanian padi di lahan kering  yang tangguh berbasis inovasi teknologi karya anak bangsa dapat terwujud  dan menjadi harapan kita semua untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.

Bersamaan dengan Panen LARGO SUPER Kepala Balitbangtan Melakukan launching teknologi LARGO SUPER untuk diterapkan secara lebih luas lagi di sentra-sentra lahan kering lainnya di Indonesia.  Dari Desa Banjareja, Kecamatan Puring, Kabupeten Kebumen teknologi LARGO SUPER akan dikembangkan ke lahan kering seluruh Indonesia. Kegiatan scaling up ini akan dikawal oleh Peneliti dan Penyuluh BPTP Balitbangtan di 33 Provinsi.

Acara diakhiri dengan dialog antara Dr. Muhammad Syakir, M.S.  dengan para petani. Petani serta warga begitu antusias akan teknologi ini. Dengan bangga LARGO SUPER inovasi teknologi Balitbangtan untuk ketahanan pangan bangsa berhasil didaratkan dari Kebumen untuk Bangsa.(Shr)

 

panen kebumen