Berita » Serap Gabah untuk Selamatkan Petani

(hms/06 Mar 2018)

KAPUAS - Memasuki masa panen padi yang sedang berlangsung di Kalimantan Tengah, Tim dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah melakukan safari dan koordinasi serapan gabah petani (sergap) ke kabupaten Kapuas dan kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (5/3/2018).

Dua kabupaten ini merupakan sentra produksi padi Kalimantan Tengah. Koordinasi ini dilakukan agar harga gabah tidak jatuh menjelang dan saat panen raya, yang diperkirakan akan jatuh pada minggu kedua Maret dan bulan April. Saat ini harga gabah di tingkat petani sekitar Rp. 4.500/kg GKP.

Kabupaten Kapuas merupakan salah satu sentra utama produksi padi di Kalimantan Tengah. Setiap tahunnya lebih dari 52% produksi padi berasal dari daerah ini. Kontribusi tersebut sebagian besar berasal dari padi sawah yang diusahakan masyarakat di lahan pasang surut.

Awal Maret ini memasuki musim panen tiba, beberapa lokasi di Kabupaten Kapuas, aktivitas produksi mulai menggeliat, salah satunya adalah desa Terusan karya, kecamatan Bataguh. Luas yang di panen petani 6 Ha dari hamparan seluas 1.500 Ha, dengan provitas 7,1 ton/ha GKP.

Untuk meningkatkan peran lahan pasang surut dalam penyediaan beras di Kalimantan Tengah terus dilakukan upaya peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas unggul, peningkatan indeks pertanaman (IP) dari 1 kali menjadi 2-3 kali/tahun dan perluasan areal tanam melalui pemanfaatan lahan-lahan tidur. Di wilayah ini, varietas yang ditanam petani adalah padi varietas Hibrida Suppadi 89 dengan sistem jajar legowo.

Selain itu, Perluasan Areal Tanam Baru (PATB), kemudian pengamanan hasil yang meliputi peningkatan stabilitas hasil dan pengurangan kehilangan hasil juga digiatkan beriringan dengan perbaikan aspek sosial ekonomi petani melalui penguatan kelembagaan petani serta kelembagaan penyuluhan.

Menurut Kepala BPTP Kalteng Dr. F.F.Munier, pemerintah melalui Kementerian Pertanian bergerak cepat untuk membantu petani dalam menjual gabahnya, agar petani tidak merugi. "Kasihan petani, harus kita bantu apabila dibiarkan mengikuti mekanisme pasar, petani dipastikan tidak akan mendapat harga yang bagus" jelas Kepala BPTP Kalteng. Untuk itu Tim Sergap yang dimotori TNI dan BPTP Kalteng akan terus melakukan pembelian bersama Bulog dan BRI.

Kepala BPTP Kalteng menambahkan bahwa petani memiliki sumbangsih besar terhadap pengadaan cadangan beras pemerintah yang disimpan melalui Bulog, “karena itu operasi serap gabah petani ini akan terus gencar dilakukan sebagai upaya untuk memberikan jaminan harga pembelian yang wajar bagi petani”, Tegas Kepala BPTP Kalteng. (Ybh/BPTP Kalteng)

sergapkapuas