Berita » Perbaikan Padi Ciherang Melalui Teknik CSSL

(bio/30 Mei 2018)

Ciherang merupakan varietas padi yang memiliki beberapa keunggulan antara lain jumlah anakan produktif dapat mencapai 17 anakan, waktu panen lebih cepat, cukup tahan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, varietas ini juga banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena kualitas berasnya yang baik. Itulah sebabnya petani kita banyak memilih Ciherang untuk ditanam.  

Perbaikan sifat padi Ciherang ini perlu terus ditingkatkan, salah satunya yaitu dengan peningkatan produktivitasnya. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen) memanfaatkan galur Padi Tipe Baru B11143D yang telah dihasilkan oleh Balai Besar Penelitian Padi (BBPadi) untuk disilangkan dengan padi Ciherang, dengan harapan akan memperoleh padi Ciherang yang produktivitasnya lebih baik dengan bantuan teknik marka molekuler CSSL (Chromosome Segment Substitution Line).

Teknik CSSL dilakukan dengan silang balik berulang antara tetua donor dan tetua penerima. Tetua penerima memiliki sifat yang merupakan latar belakang dari padi yang akan dibentuk. Tetua penerima dalam penelitian ini adalah Ciherang. Tetua donor adalah tetua yang sifat baru atau tambahan ingin dimasukkan ke padi yang akan dibentuk, tetua donor di sini adalah B11143D.

Galur-galur CSSL dihasilkan melalui silang balik berulang dengan tetua penerima yang dikombinasikan dengan MAS sistematik. CSSL ini mirip dengan sebuah pustaka genom dengan sisipan genom yang sangat besar. Artinya, populasi galur CSSL memiliki genom dari Ciherang dengan sisipan berupa segmen kromosom dari B11143D. Populasi ini akan diuji di lapang dan diobservasi untuk daya hasilnya. Sejauh ini, terdapat 6 nomor galur CSSL yang memiliki jumlah gabah isi nyata lebih tinggi dibandingkan tetua Ciherang. Pengujian dan observasi akan terus dilakukan hingga diperoleh padi dengan karakter Ciherang yang produktivitasnya lebih tinggi.

Sebagai tambahan, galur-galur CSSL memiliki banyak manfaat, diantaranya, pertama dapat digunakan sebagai calon tetua persilangan untuk perbaikan karakter potensi hasil, kedua sebagai materi untuk isolasi gen yang bertanggung jawab terhadap perbaikan karakter potensi hasil, dan ketiga, dapat dikaji lebih lanjut dengan pengujian fenotip ke arah ketahanan wereng atau sifat toleransi cekaman abiotik yang lain karena galur B11143D sebagai donor diketahui memiliki ketahanan sedang terhadap wereng.(tt)

Salah satu nomor hasil silang balik antara Ciherang dan Padi Tipe Baru B11143D