Berita » Lahan Kering dan Rawa Mendukung Terwujudnya Ketahanan Pangan

(adm/17 Apr 2018)

BOGOR ­- Rapat Koordinasi terkait Pengembangan Lahan Kering dan Rawa Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSLP) telah dilaksanakan dan dibuka oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman didampingi oleh  Dr. Muhammad Syakir Kepala Balitbangtan. Pada sambutanya beliau mengatakan akan menyiapkan 20 juta hektar lahan kering dan rawa sebagai solusi permanen mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional di Indonesia, lahan tersebut diyakini memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif sebagai sumber pertumbuhan baru produksi pertanian. (16/4/2018)

Kenaikan jumlah penduduk dari tahun 2014-2018 yang mencapai 12,8 juta jiwa, Amran menyakini optimalisasi sumberdaya lahan kering dan rawa menjadi lahan pertanian, merupakan strategi meningkatkan produksi pertanian dalam pemenuhan pangan penduduk Indonesia yang jumlahnya saat ini mencapai 265 juta dan akan terus meningkat setiap tahunnya.

“Kita meletakan pondasi dari sekarang, kita siapkan untuk generasi kita kedepan, bahkan kita masih mampu menghidupi penduduk Indonesia yang nantinya bisa mencapai 500 juta hingga 1 Milyar”, Tambah Amran Sulaiman.

Pemanfaatan lahan suboptimal dianggap mampu mendukung program pengentasan kemiskinan dengan optimalisasi 20 jt Ha lahan rawa dan lahan kering karena akan berdampak kepada peningkatan pendapatan petani.

Peningkatan produksi pangan nasional selama ini masih bertumpu pada lahan sawah irigasi, sedangkan lahan suboptimal seperti lahan rawa dan kering belum termanfaatkan secara maksimal, untuk itu Amran Sulaiman menugaskan kepada para peneliti di Balitbangtan Pertanian agar dalam waktu satu minggu ini membuat peta jalan optimalisasi lahan kering dan rawa sebagai acuan bersama dalam pengelolaan lahan tersebut di Indonesia.

Dikesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. Kepala BBSLP menambahkan bahwa total lahan rawa pasang surut yang berpotensi menjadi lahan pertanian adalah 3,5 jt hektar, sedangkan lahan rawa lebak sebesar 15 jt hektar, dan untuk lahan kering yang berpotensi untuk menjadi lahan produktif adalah 24 jt hektar, lahan tersebut tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Lampung. Peningkatan produksi difokuskan untuk komoditas strategis pemasok pangan seperti padi, jagung dan kedelei, juga komoditas penstabil inflasi hingga komoditas berorientasi ekspor seperti lada dan cengkeh. (Humas Kementan/Rjs)

lahan rawa dan kering