Berita » Mitra Balitbangtan Siap Dukung Program 10 Juta Ayam Kementan

(pat/15 Mei 2018)

Gaung keunggulan ternak unggas hasil teknologi Balitbangtan, tidak hanya terdengar tapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) akan menyalurkan 10 juta ekor ayam yang kemudian diperluas menjadi ternak unggas. Kesempatan ini menjadi peluang bagi Balitbangtan untuk berkontribusi penuh sekaligus memperkenalkan lebih luas teknologi unggulan ternak unggas yang telah dihasilkan. Teknologi tersebut diantaranya adalah Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), Ayam Sentul, Ayam Sentul-KUB (Sekub), Itik Master dan Itik PMp.  
 
Balitbangtan memiliki cukup banyak mitra yang dapat bergerak sebagai penyedia kebutuhan ternak unggas berbasis teknologi Balitbangtan. Bertempat di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) dilakukan rapat koordinasi untuk mengetahui kekuatan produksi dari mitra Balitbangtan yang dipimpin oleh Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si selaku Kepala BPATP pada 18 April 2018 yang lalu. Tidak hanya mitra pemegang kerjasama lisensi saja, turut hadir Ketua beserta anggota dari Gabungan Pembibit Ayam Lokal Indonesia (Gapali). Terdapat  11 mitra yang sudah menyatakan dukungan diantaranya PT. Sumber Unggas, PT Putra Perkasa, Aneka Unggas Nusantara, Citra Lestari, Koperasi Pertanian Agrisatwa, CV. Jimmy’s Farm, Trias Farm, beberapa binaan di daerah, dan juga mitra binaan UK/UPT Balitbangtan sendiri yakni di bawah Balai Penelitian Ternak (Balitnak)  dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) lingkup Balitbangtan. Dan ikut serta Taman teknologi Pertanian (TTP) Cigombong dengan core bisnis Ayam KUB siap pamer hasil produksinya. Sementara, dukungan terus mengalir dari berbagai pihak dengan menyambangi Kantor BPATP maupun menghubungi melalui media telepon untuk menyatakan kesiapan dukungannya dalam program tersebut. 
 
Keunggulan Ayam KUB, Ayam Sentul dan Ayam Sekub adalah Ayam KUB sebagai asal muasal kehadiran ayam Sekub yang memiliki keunggulan diantaranya pertama,  produksi telur mencapai 160-180 butir/induk/tahun, sedangkan ayam kampung biasa hanya 146 butir/induk/tahun. Kedua, bobot telur saat ayam pertama bertelur mencapai 35-36 gram dan akan bertambah terus sampai 45 gram/butir pada bulan kedua. Ketiga,  Ayam KUB mulai bertelur di umur 20-22 minggu, jauh lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasanya. Keempat, bobot badan ayam dapat mencapai 1.200-1.600 gram. Sedangkan keunggulan Itik Master adalah umur bertelur pertama lebih cepat sehingga produktivitas telur lebih tinggi, produksi telur lebih konsisten, pertumbuhan itik lebih cepat dan anak itik pejantan dapat dibesarkan menjadi itik pedaging. 
 
Teknologi tersebut sudah lama dihasilkan dan telah diminati oleh banyak kalangan bisnis. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi dan kesehatan dari ayam atau itik kampung lebih tinggi. Dengan adanya program ini, hampir seluruh Nusantara akan menikmati teknologi ini. Peta sebaran distribusi tahun 2018 akan tersebar pada Seribu desa di 16 Provinsi dengan masing-masing Kepala Keluarga mendapat 50 unggas. Penyebaran ternak Unggas akan menggunakan sistem Inti-Plasma disertai pendampingan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat penerima bantuan dalam pemeliharaan dan pengembangan. Bantuan tersebut tidak hanya berakhir dengan pembesaran lalu habis dikonsumsi saja, tapi terus berkembang dengan baik bahkan dapat dijadikan sebagai ladang meningkatkan perekonomian masyarakat.(MP)

BEKERJA