Berita » Bimtek Inovasi Teknologi PAJALE Mendukung Kedaulatan Pangan

(tan/11 Mei 2018)

MAKASSAR - Untuk meningkatkan produksi Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE) di Propinsi Sulawesi Selatan, Badan Litbang Pertanian melalui Puslitbang Tanaman Pangan mengadakan Bimbingan Teknis Inovasi Teknologi di Makassar pada 7-8 Mei 2018 yang lalu.

Bimtek dilaksanakan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya petani serta melahirkan petani yang tidak hanya paham akan budi daya padi, jagung, dan kedelai inovasi teknologi hasil Balitbangtan tetapi juga dapat menjadi agen sosialisasi inovasi teknologi Balitbangtan bagi petani di wilayahnya.

Dalam acara yang di hadiri sekitar 300-an petani dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan ini dipaparkan berbagai materi Paket Teknologi Tanaman Pangan antara lain Teknologi Padi Jajar Legowo Super (Jarwo Super) dan Teknologi Sistem Tanam Larikan Padi Gogo (Largo Super), Teknologi Jagung Lahan Kering (Jaring), Teknologi Budi daya Kedelai Lahan Sawah dan Sawah tadah hujan (Biodetas), dan Teknologi Budi daya Kedelai Lahan Pasang Surut (Kepas).

Selain itu peserta juga diberi materi mengenai Budi daya Kedelai Bawah Naungan (Budena), Budi daya Kedelai Tumpangsari (Budesari), Budi daya Kedelai Tanpa Pestisida (Budenopi) serta Teknologi Pengendalian Tungro (Jarwo Bio Taro).

Kepala Balitbangtan dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Puslitbangbun menyampaikan bahwa peran aktif petani padi, jagung serta kedelai di Sulawesi Selatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan produksi komoditas pangan strategis tersebut, "saya harapkan seluruh elemen harus saling bahu membahu untuk mencapai hal ini." lanjut Kepala Balitbangtan

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota komisi IV DPR RI Dr H. Andi Akmal Pasluddin. Menurutnya, kesejahteraan petani hanya akan terwujud apabila benih unggul selalu tersedia dan harganya terjangkau oleh petani.

“Benih perlu dijadikan nomor satu dalam urutan prioritas pembangunan pertanian  dan input utama dalam pengembangan perbenihan adalah investasi dalam R&D. Hak petani adalah mendapatkan benih terbaik, negara menyediakannya,” tutupnya. (RTPH/Uje)

Bimtek Pajale Sulsel