Berita » Olah Limbah Pakan Agroindustri Melalui Fermentasi Lumpur Sawit

(nak/02 Jul 2018)

Limbah pertanian seperti lumpur sawit cukup banyak keberadaannya. Bentuk limbah pertanian yang tersedia bahkan menyulitkan proses pembuatan ransum unggas. Lumpur sawit memiliki kandungan serat kasar yang tinggi, protein kasar yang rendah dan tingkat kecernaan yang rendah menyebabkan pemanfaatan sebagai bahan baku ransum unggas menjadi rendah dan bahkan tidak dimanfaatkan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Ternak (Balitnak) telah melakukan serangkaian penelitian dalam upaya meningkatkan nilai nutrisi dan biologis limbah sawit. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi beberapa persoalan diatas ialah melalui pemanfaatan teknologi fermentasi lumpur kelapa sawit (Ferlawit).

Fermentasi lumpur kelapa sawit bermanfaat untuk meningkatkan kandungan protein dan daya cerna bahan kering serta protein ransum. Selain itu teknologi ini berguna untuk menurunkan kandungan serat kasar dan mempermudah proses pembuatan ransum. Dalam aplikasi sebagai bahan pakan, fermentasi lumpur kelapa sawit dapat digunakan pada ternak ayam buras, ayam broiler, itik petelur dan sapi masing-masing sebanyak 15%, 10%, 15% dan 30% dari total ransum yang disusun.

Proses pembuatan fermentasi lumpur kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara mencampurkan lumpur kelapa sawit kering dengan air dan campuran mineral. Hasil campuran kemudian dikukus selama 30 menit lalu ditambahkan Inokulum Aspergillus niger dan diinkubasi aerob serta enzimatis selama 5 hari. Campuran kemudian dikeringkan lalu digiling dan dihasilkan ferlawit sebagai bahan pakan ternak. Kandungan gizi ferlawit dapat meningkatkan protein kasar sebesar 50% serta menurunkan kandungan serat kasar sebesar 35%. 

Keunggulan teknologi ferlawit ini terletak pada proses fermentasi 2 tahap (aerob dan anaerob), sehingga dapat menghasilkan produk dengan nilai gizi dan daya cerna lebih tinggi dibanding bahan mentahnya. Selain itu ferlawit dapat diberikan sebagai pakan konsentrat sebanyak 10%.

Teknologi ini menstranformasi limbah agroindustri menjadi bahan pakan ternak yang bergizi. Peluang komersial ferlawit cukup baik bagi agroindustri pakan pada pabrik sawit maupun petani didaerah perkebunan sawit dan dapat disinergikan pada program Siska (Sistem Integrasi Sawit-Ternak). (Pnd/Rjs)

ferlawit

Lampiran