Berita » Membasmi Hama Kumbang Bubuk pada Jagung dengan Ekstrak Daun Sirsak

(tan/06 Jul 2018)

Penggunaan jagung sebagai bahan pangan dan pakan terus mengalami peningkatan. Namun, sekitar 89% tanaman jagung di Indonesia masih dikembangkan pada dataran rendah dan lahan kering dengan tingkat kesuburan yang rendah.

Hal ini mengakibatkan produktivitas jagung juga rendah. Kendala abiotik banyak disebabkan oleh ketersediaan hara pada tanah, sementara kendala biotik meliputi gangguan yang disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT) dimana OPT ini terdiri dari gulma, penyakit, dan hama.

Hama utama pada tanaman jagung adalah penggerek batang (Ostrinia furnacalis) dan penggerek tongkol (Helicoverpa armigera). Selain itu ada juga hama utama saat pascapanen jagung yang menyebabkan kehilangan hasil tinggi yakni hama kumbang bubuk.

Mengingat kehilangan hasil yang disebabkan oleh hama bubuk jagung (S. Zeamais) cukup besar, maka perlu dipersiapkan upaya pengendaliannya. Salah satu strategi pengendalian bubuk jagung adalah dengan menggunakan tepung daun sirsak sebagai pestisida nabati.

Daun sirsak salah satu tanaman yang memiliki senyawa yang dapat digunakan sebagai insektisida nabati karena daun sirsak mengandung senyawa acetogenin antara lain acimicin, bulatacin dan squamocin.

Pada konsentrasi tinggi senyawa acetogenin memiliki keistimewaan sebagai antifeedant. Dalam hal ini serangga hama tidak lagi memakan bagian tanaman yang disukainya. Sedangkan pada konsentrasi rendah, bersifat racun perut yang mengakibatkan serangga hama dapat mengalami kematian.

Cara pembuatan tepung daun sirsak memang sedikit agak rumit, tapi hal tersebut lebih efektif guna untuk mempertahankan kehilangan hasil. Berikut cara pembuatannya.

Pertama, siapkan daun sirsak yang sudah tua sebanyak 2 kg kemudian dicuci bersih lalu diangin-anginkan tanpa sinar matahari langsung selama 5 hari. Setelah kering kemudian ditimbang, berat daun menjadi 760 gram, lalu dipisahkan dari ibu tulang daun, kemudian dihaluskan.

Setelah halus dan telah menjadi tepung, direndam dengan menggunakan larutan metanol 96% sebanyak 5 liter selama 24 jam, kemudian disaring sampai terpisah dari ampasnya dan selanjutnya larutan tersebut didestilasi. Ekstrak yang diperoleh dari proses destilasi sebanyak 400 ml kemudian diuapkan selama 6-8 jam, sehingga diperoleh sediaan ekstrak murni 100%.

Adapun cara penggunaannya tidak jauh berbeda dengan penyemprotan hama lainnya. Ekstrak daun sirsak di campur dengan air lalu disemprotkan pada tanaman jagung. (RTPH/Uje)

Ekstrak Daun Sirsak