Berita » Aneka Teknologi Pengolahan Produk ternak Hadir di Indolivestock

(hms/05 Jul 2018)

JAKARTA – Susu adalah salah satu hasil ternak yang digemari oleh banyak orang dan mempunyai peluang besar untuk dikembangkan. Melihat potensi tersebut, Balitbangtan menghadirkan aneka inovasi teknologi pascapanen susu dalam gelaran Indolivestock Forum & Expo 2018 pada 4-6 Juli di Jakarta Convention Center.

Indolivestock Forum & Expo adalah sebuah pameran peternakan internasional tahunan yang menghadirkan beragam stakeholder peternakan dari berbagai negara. Pada kesempatan kali ini Balitbangtan mempromosikan aneka inovasi teknologinya seperti teknologi pengolahan susu, teknologi pembuatan keju dan yoghurt, starter pembuatan keju dan yoghurt serta perangkat deteksi cepat mikroba pada susu segar atau stick test kit.

Terlihat pengunjung yang terdiri dari para pengusaha serta dinas peternakan dari berbagai daerah mengapresiasi teknologi pascapanen yang ditampilkan. Beberapa bahkan tertarik untuk bekerjasama dalam pengembangannya, salah satunya melalui bimbingan teknis pembuatan produk olahan susu.

Selain display, Balitbangtan yang tergabung dalam paviliun Kementerian Pertanian, dalam pameran tersebut juga menyediakan yoghurt LISELI yang bisa dicicipi oleh pengunjung. Yoghurt ini diproduksi oleh salah satu kelompok binaan Balitbangtan yang difasilitasi oleh Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian dimana kelompok tersebut telah memanfaatkan starter kering yoghurt hasil inovasi teknologi Balitbangtan.

Sementara, Menteri Pertanian yang diwakili oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), drh. I Ketut Diarmita, MP saat pembukaan acara kembali menegaskan kepada seluruh pelaku usaha untuk terus menggenjot ekspor komoditas peternakan dan kesehatan hewan.

Menurut Dirjen PKH, secara umum Indonesia telah menuju swasembada protein hewani, bahkan telah mampu ekspor. “Keberhasilan pembangunan peternakan saat ini patut kita banggakan,” ucap Dirjen PKH. Capaian ini menurutnya merupakan hasil dari kerjasama yang erat antara pemerintah, peternak serta pelaku usaha peternakan.

Beberapa komoditas peternakan serta produuk kesehatan hewan yang telah berhasil diekspor antara lain obat hewan, daging sapi premium, pakan ternak, telur tetas, daging ayam olahan, dan terakhir telah diekspor perdana ternak domba potong ke Malaysia. Bahkan dalam waktu dekat akan diekspor juga unggas lokal ke Malaysia.

Dirjen PKH menambahkan mengenai pentingnya korporasi antar peternak yang akan lebih memudahkan membuka akses pasar global. “Saya berharap para pelaku industri peternakan dapat bermitra dengan peternak, seperti yang telah dilakukan oleh salah satu badan usaha di Jawa Timur yang telah berpartisipasi dalam upaya peningkatan ekspor domba dengan cara/sistem kemitraan yang saling bersinergi bersama para peternak, hal ini tentunya dapat menjadi contoh pelaku usaha lainnya," tutup Dirjen PKH. (ybh)

indolivestock