Berita » DETAM, Si Hitam Manis dari Balitkabi

(tan/18 Sep 2018)

Kedelai hitam memiliki kandungan antosianin tinggi yang konon dapat digunakan sebagai senyawa antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab sel kanker dan penuaan dini, pencegah tumor dan kardiovaskular. Selain itu kedelai hitam juga kaya akan vitamin E dan Magnesium.

Kita mungkin hanya mengenal kedelai hitam sebagai bahan pembuat kecap dan tauco. Namun, di negara lain  kedelai hitam sudah diolah menjadi beragam makanan seperti burger, ice-cream, dan sebagainya. Di Indonesia kedelai hitam belum dikenal luas. Mungkin karena warnanya yang hitam, membuat kedelai  ini kurang menarik untuk dikonsumsi. Padahal, jika dikonsumsi secara rutin, selain baik bagi kesehatan, juga bermanfaat bagi kesehatan kulit. 

Kedelai hitam sangat tinggi akan nutrisi. Kedelai hitam adalah salah satu sumber asam lemak omega-3 berbasis sayuran terkaya, dan dikemas dengan vitamin dan mineral termasuk vitamin A, besi, magnesium, dan seng. Ada banyak penelitian tentang kedelai hitam saat ini, terutama isoflavon pada lapisan benih, yang telah diuji untuk berbagai macam manfaat, termasuk pengobatan kanker, metabolisme lemak dan penurunan berat badan, efek anti-inflamasi, kemampuan antimikroba dan pembekuan darah.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Aneka kacang dan Umbi (Balitkabi) telah berhasil merakit Varietas kedelai hitam berumur genjah yang diberi nama Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida. Varietas ini jika diolah akan bernilai jual tinggi dan bisa menjadi bisnis industri kecap. Penggunaan kedelai hitam bermutu tinggi untuk bahan baku kecap tidak hanya meningkatkan kualitas warna kecap menjadi coklat hitam, juga meningkatkan nilai gizi terutama protein.

Detam 3 Prida mempunyai potensi hasil tinggi, hingga 3,2 t/ha dengan rata-rata hasil 2,9 t/ha, berumur genjah (75 hari), ukuran bijinya 11,8 g/100 biji dan agak toleran kekeringan. Sedangkan Detam 4 Prida mempunyai potensi hasil mencapai 2,9 t/ha (rata-rata 2,5 t/ha), umur masakanya 76 hari, ukuran bijinya 11 g/100 biji, toleran kekeringan pada fase reproduktif, berumur genjah, agak tahan hama pengisap polong dan juga agak tahan terhadap penyakit karat daun. 

Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif mengatasi perubahan iklim, khususnya kekeringan, yang dapat dikurangi kerugian hasil bijinya melalui varietas kedelai berumur genjah dan atau kedelai berumur genjah serta toleran kekeringan, khususnya pada periode terkritis yakni fase reproduktif.(Uje)

KecapDetam