Berita » Mengenal Penyakit Speckle Pada Daun Pisang

(hor/14 Sep 2018)

Penyakit speckle daun pisang yang disebabkan oleh cendawan Cladosporium musae Mason. Merupakan salah satu penyakit bercak daun pisang yang telah tersebar di seluruh pertanaman pisang di dunia. Laporan menyebutkan bahwa penyakit speckle biasanya ditemukan pada daun-daun pertanaman pisang yang sudah tua yang ditanam di daerah tropika basah dan lembab. Di Sumatera Utara.

Gejala daun pisang terserang penyakit speckle  adalah munculnya bintik-bintik kecil berwarna coklat pucat pada permukaan daun atas yang terserang. Bintik-bintik kecil ini akan tampak jelas jika dilihat di bawah sinar matahari. Lama-kelamaan bintik-bintik ini membentuk garis yang akan bergabung membentuk luka-luka nekrotik. Luka-luka nekrotik ini akan bergabung satu sama lain membentuk becak-becak berwarna kuning kecoklatan yang akhirnya akan berubah menjadi caklat tua kehitaman.

Cara penyebaran penyakit speckle secara lokal ditularkan oleh konidia dengan batuan angin. Sementara itu penyebaran dalam jarak jauh diduga melalui  bahan tanaman dan angin yang membawa konidia penyakit.

Suatu hal yang sulit melakukan pengendalian penyakit speckle daun pisang. Hal ini dikarenakan penularan penyakit ini bisa melalui udara dimana sumber inokulum selalu tersedia di udara baik yang berasal dari kebun di dekatnya ataupun yang relatif jauh letaknya. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan baik secara kuratif maupun preventif,

 

Terdapat 2 metode pengendalian penyakit ini. Pertama dengan cara Kuratif yaitu dengan fungisida kontak misalnya Chlorothalonil dan Mancozeb, masing-masing dengan dosis 1.38 l dan 4 l per ha, yang dikombinasikan dengan fungisida sistemik misalnya  Tridemorph, Propiconazole, dan Bitertanol masing-masing dengan dosis 0.6 l, 0.4 l dan 0.5 l per ha. Kedua dengan metode Preventif yaitu menggunakan varietas yang tahan misalnya kelompok pisang olah seperti tanduk, kapok atau batu, siem/awak/kedah dan raja. Kultur teknis yang meliputi sanitasi kebun, yaitu membersihkan gulma dan memotong dan membuang daun-daun yang terserang.

Penggunaan fungisida untuk pengendalian penyakit ini harus didasarkan atas pertimbangan ekonomis serta kapan penyemprotan dilakukan (sebelum jantung keluar atau buah sudah ada dan mendekati masak) serta dampak negatif fungisida terhadapat lingkungan dan manusia. Di samping itu untuk skala kecil tidak akan menguntungkan mengingat mahalnya harga fungisida serta peralatan yang akan digunakan.(Ind)

 

penyakit pisang