Berita » Budidaya Cabai di Musim Hujan

(tp/06 Nop 2018)

Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengembangkan beberapa komoditas strategis antara lain adalah cabai, guna tercapainya kemandirian pemenuhan kebutuhan masyarakat. Akan tetapi kebutuhan cabai tetap sulit terpenuhi sehingga harga cabai pun tidak bisa di prediksi, salah satu faktor penyebab yaitu selama ini petani kebanyakan menanam cabai hanya di penghujung musim penghujan. Hal itu dikarenakan sebagian petani menganggap musim hujan sebagai off season tanaman cabai dan terlalu sulit merawat cabai di musim penghujan

Secara teori menanam cabai pada musim hujan dipastikan akan menghadapi kendala cuaca yang tidak kondusif bagi tumbuh kembangnya tanaman cabai secara normal. Selain itu akan memicu pula berkembangnya organisme pengganggu tanaman baik hama maupun penyakit tanaman sehingga risiko kegagalan panennya menjadi lebih besar. Untuk mengantisipasi agar tanaman cabai tidak terancam gagal selama musim hujan, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: varietas yang digunakan, drainase, pemupukan, jarak tanam, dan penggunaan mulsa

Badan Penelitian dan Pengembanga Pertanian (Balitbangtan) Kementan telah menghasilkan beberapa varietas cabai yang bisa dibudidayakan pada off season diantaranya varietas Kencana dengan produksi mencapai 22,9  t/h, Ciko 20,5 t/h, Rawit Prima 20,25 t/h, dan Rabani dengan produktifitas 13,4 t/ha.

Pengaturan drainase dapat dilakuan dengan membuat bedengan, hal ini penting untuk menanggulangi banjir yang mungkin terjadi. Sedangkan  total pupuk yang diberikan pada musim hujan bersamaan dengan pemasangan mulsa plastic-hitam perak (PHP) sebanyak 85% dari penanaman di musim kemarau karena jumlah air yang melimpah dimusim hujan akan mudah malarutkan pupuk pada bedengan. Pupuk kandang diberikan pada saat bedengan selesai 70%.

Populasi tanaman cabe di musim hujan dianjurkan tidak terlalu padat agar tidak merangsang pertumbuhan dan perkembangan hama serta penyakit tertentu. Kepadatan tanaman sebaiknya tidak lebih dari 17.000 tanaman per hektar dan idealnya 16.000 tanaman per hektar untuk lahan datar dan 14.000 tanaman untuk lahan terasering. Jarak tanam yang digunakan untuk musim hujan yaitu 60 cm x 65 cm dengan system tanam zig-zag atau 65cm x 70 cm dengan sistem tanam berhadap-hadapan antar tanaman.

Pemasangan mulsa PHP idealnya menunggu saat cuaca panas atau antara pukul 09.00-14.00 sebab dalam kondisi panas, mulsa plastik hitam perak akan mudah mengembang bila ditarik kencang. Namun, sinar matahari yang terik sulit diperoleh pada musim hujan. Untuk mengatasi hal ini, mulsa PHP dikaitkan terlebih dahulu dengan  perak penjepit mulsa yang terbuat dari bilah bambu pada ujung-ujung bedengan. (NAP)

Info Lebih lanjut: BPTP Kaltim

cabe di musim penghujan