Berita » Optimalkan Bantuan Alsintan Lewat Pelatihan

(mkt/09 Okt 2018)

SERPONG - Kementerian Pertanian Optimalkan Bantuan Alsintan Dengan Kegiatan Pelatihan Alsintan Model Pengembangan Pertanian Korporasi sebagai bagian dari kegiatan Pilot Percontohan Model Pertanian Modern Berbasis Mekanisasi Tahun 2018 pada Senin (8/10/2018) di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong.

Gagasan diadakannya kegiatan ini mengingat bahwa jumlah bantuan alsintan yang disalurkan Pemerintah sejak 5 tahun terakhir mencapai lebih dari 500.000 unit dengan jenis dan tipe beranekaragam sesuai kebutuhan spesifik lokasi.

"Namun dengan berbagai keterbatasan pengetahuan dan keterampilan penerima bantuan alsintan, maka berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Kementerian Pertanian, Perguruan Tinggi serta instansi auditor, bahwa pemanfaatan bantuan alsintan pada umumnya belum optimal,” ujar Ditjen PSP, Pending Dadih Permana, dalam sambutannya.

Belum optimalnya pemanfaatan tersebut bisa dilihat pada Pengelolaan alsintan oleh poktan/gapoktan belum seluruhnya melalui UPJA dan cenderung pemanfaatan alsintan secara individu.

Pengelolaan pemanfaatan alsintan dengan konsep brigade belum dilaksanakan sepenuhnya baik oleh Dinas Pertanian, Unit kerja Korem/Kodim maupun oleh UPJA dimana pemanfaatan alsintan belum menggerakkan semua alsintan di masing-masing wilayah secara serempak.

Kondisi tersebut mengakibatkan alsintan bekerja dibawah kapasitas kerjanya dan terbatasnya permodalan poktan/gapoktan menyulitkan dalam perawatan dan pengelolaan alsintan secara berkelanjutan.

Kepala Balai Besar, Andi Nur Alam Syah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan tahap kedua yang sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 16-22 September 2018.  

"Kerjasamanya ini merupakan sinergi yang harus selalu dilakukan, karena di BBP Mektan terdapat teknologi alsintan, perbengkelan dan SDM yang terampil untuk membantu dalam memberikan pelatihan seperti pengoperasian, perawatan dan trouble shooting alsintan khususnya untuk alsintan bantuan dari pemerintah." tambah Kepala BBP Mektan.

Kementerian Pertanian juga bekerjasama dengan PERTETA dalam melaksanakan kegiatan pendampingan poktan/gapoktan dalam optimalisasi pemanfaatan alsintan dalam kegiatan percontohan model pertanian modern berbasis mekanisasi yang melibatkan peran aktif masyarakat tani yang didukung oleh kebijakan dan fasilitasi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Lebih lanjut Dirjen PSP menjelaskan bahwa pemahaman pertanian modern yang merupakan kegiatan usaha pertanian yang berbasis mekanisasi dan menerapkan teknologi digital farming yang dikelola dalam system korporasi lahan usaha pertanian.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berupaya melakukan percepatan  terwujudnya pertanian modern di Indonesia. Untuk itu telah dilakukan berbagai program antara lain bantuan alsintan, saprotan, asuransi, sarpras irigasi, optimasi lahan dan konsolidasi lahan serta pelatihan teknis dan manajerial untuk usahatani yang menguntungkan. Bantuan tersebut diberikan kepada petani yang mempunyai lahan garapan sehamparan. 

"Melalui kegiatan percontohan model pertanian modern berbasis mekanisasi yang dikawal intensif dari Perguruan Tinggi bersama  Dinas Pertanian Kabupaten setempat, diharapkan dapat mengakselerasi transformasi teknologi dibidang alsintan maupun teknologi dalam layanan jasa alsintan yang transparan dan akuntabel menggunakan system digital," tambah Dirjen PSP. 

"Pada akhirnya dengan adanya kegiatan percontohan model pertanian modern berbasis mekanisasi yang diawali dengan kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat berjalan sukses serta dapat segera dikembangkan ke daerah lainnya secara mandiri oleh Dinas Pertanian ataupun oleh Poktan/Gapoktan/ kelembagaan tani lainnya secara mandiri." Tutup Dirjen PSP (Wira)

Pelatihan Alsintan