Berita » SDG Lokal Kaltim “Padi Adan” Permata Hijau yang Harus Dilestarikan

(tp/10 Okt 2018)

Beras Adan merupakan produk khas Krayan, selain memiliki sistem pengolahan yang organik tetapi juga merupakan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran internasional.

Kondisi pertanian yang tradisional hingga saat ini masih tetap dipertahankan di Krayan. Sebagaimana potret pertanian yang sarat dengan nilai – nilai tradisional, masyarakat Krayan mengelola usahataninya secara terpadu dengan memadukan usahatani sawah, dengan ternak besar dan ikan sebagai penunjang serta keberadaan unggas sebagai pelengkap.

Sistem pertanian ini telah berlangsung secara turun temurun dari beberapa generasi. Adat sebagai penyangga nilai – nilai hidup masyarakat Krayan mengajarkan kepada mereka kearifan lokal dengan tetap berusaha untuk bertahan dalam upaya mengembangkan usahataninya yang senantiasa bersandarkan kepada potensi alam sekitar. Keunikan inilah yang dimiliki oleh Krayan, yang tidak dimiliki oleh pola pertanian sistem moderen.

Resep pengelolaan usahatani yang tradisional ini menjadikan beras Krayan memiliki cita rasa khas, baunya harum, rasanya enak dan menyehatkan karena diolah secara organik.

Bagi orang – orang yang baru sembuh dari sakit, beras Krayan dipercaya mempercepat proses penyembuhan dan menyehatkan. Pengelolaannya yang jauh dari unsur kimiawi, mulai dari fase semai hingga panen, menjadikan beras Krayan sebagai komoditas yang punya nilai lebih dimata pecinta komoditas organik.

Bagi masyarakat Krayan, jargon back to nature bukan sekedar isapan jempol belaka namun telah menjadi bagian dari hidup dan sistem adat. Keterlibatan tokoh adat dan masyarakat menjadi penting artinya dalam menjaga aset plasma nutfah padi Adan, mengingat masyarakat Krayan sangat kukuh dan tunduk pada norma dan nilai adat istiadat.

Guna menjaga adanya mengakuan hak cipta terhadap komoditas padi Adan dari negara lain, maka perlu kiranya pemerintah menyiapkan dana, baik dari APBD maupun APBN, yang membeli produksi beras adan masyarakat Krayan dan menjualnya berdasarkan standar pasar internasional.

Hal ini menjadi penting mengingat selama ini satu – satunya pasar bagi produk usahatani padi adan di Krayan hanya ke Ba’kelalan (Malaysia). Bila pemerintah membeli beras masyarakat Krayan, berarti masyarakat memiliki alternatif pasar sehingga tidak mudah ditipu dan dipermainkan oleh cukong Malaysia.

Oleh karena itulah maka sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh – tokoh adat melalui pendekatan persuasif menjadi penting artinya. Perbaikan dan pembangunan infrastruktur perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah pusat dan daerah bagi Krayan, sebab Krayan merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Semoga dengan upaya – upaya yang dilakukan, sebagaimana tersebut diatas, maka Padi Adan sebagai Permata Hijau Dari Krayan akan tetap lestari dan terjaga hingga di masa yang akan datang. (nap)

Info lebih lanjut: BPTP Kaltim