Berita » Alat Inseminasi Buatan (IB) Tipe Semprot pada Unggas, Praktis, Lebih Cepat dan Hemat

(pat/16 Nop 2018)

BOGOR - Inseminasi Buatan (IB) sudah biasa digunakan untuk peningkatan produksi unggas. Pada umumnya yang digunakan adalah alat IB tipe suntik, namun dalam aplikasinya membutuhkan waktu maupun tenaga kerja yang cukup besar. Untuk menjawab kebutuhan alat IB yang lebih efektif dan efisien, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan invensi berupa Alat IB tipe semprot. Ide original alat ini berasal dari inventor Abdullah Udjianto, yang selanjutnya bersama-sama dengan tim Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cigombong dan Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (Balai PATP) menghasilkan alat IB tipe semprot serta didaftarkan paten.

Pada hari Jumat, (9/11/2018), diselenggarakan Temu Bisnis Alat IB Tipe Semprot pada Unggas, bertempat di Balai PATP yang dihadiri 17 peserta dari kalangan pelaku usaha, dinas peternakan, serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) dan Balai Penelitian Ternak (Balitnak). Temu Bisnis ini sekaligus menutup rangkaian gelaran Agro Inovasi Fair on the spot BASTP feat Pangan Lokal Fiesta dan Semnas Peragi 2018. Acara dibuka oleh Kepala Balai PATP, Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si, sekaligus bertindak sebagai moderator Temu Bisnis. “Dengan menggunakan alat IB tipe semprot maka waktu yang dibutuhkan untuk IB menjadi lebih cepat”, urai Dr. Retno mengawali acara Temu Bisnis ini.

Lebih lanjut, Abdullah Udjianto menjelaskan bahwa untuk 1 ekor ayam cukup membutuhkan waktu 7 detik saja dibandingkan dengan alat IB manual yang memakan waktu lebih lama, yaitu 10 detik. Untuk sperma ayam sebanyak 0,5 ml kurang lebih berisi spermatozoa sebanyak 1,5 Milyar yang dapat membuahi 10-12 ekor ayam betina. Secara keseluruhan penggunaan alat ini dapat menghemat waktu atau lebih cepat 30%. Selain itu juga hemat tenaga kerja mencapai 50%. Untuk satu kali aplikasi dapat digunakan untuk 200 ekor ayam.

Dibandingkan dengan alat IB yang ada di pasaran dimana 1 kali suntik hanya untuk 1 ekor betina, maka alat IB tipe semprot diklaim lebih efektif dan efisien dengan tingkat keberhasilan fertilitas mencapai 92%. Melalui acara temu bisnis ini diharapkan akan dapat terjalin kerjasama lisensi alat IB tipe semprot dengan mitra pelaku usaha, guna memenuhi kebutuhan para peternak unggas dalam rangka peningkatan produksi unggas serta mendukung program BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera).(Mb)

IB