Berita » Pupuk Organik dengan Formula Orlitani

(pat/23 Nop 2018)

Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung unsur hara atau nutrisi bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman adalah: C, H, O (ketersediaan di alam melimpah), N, P, K, Ca, Mg, S (hara makro), dan Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, Mo, B (hara mikro). Pupuk dapat diberikan lewat tanah, daun, atau diinjeksi ke batang tanaman.

Jenis pupuk adalah bentuk padat maupun cair. Berdasarkan proses pembuatannya pupuk dibedakan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam adalah pupuk yang didapat langsung dari alam, contohnya fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau, kompos. Jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi. Sebagian dari pupuk alam dapat disebut sebagai pupuk organik karena merupakan hasil proses dekomposisi dari material mahluk hidup seperti, sisa tanaman, kotoran ternak, dan lain-lain. 

Saat ini pupuk organik sangat digemari oleh petani maupun masyarakat. Salah satu unsur pembentuk pupuk organik ada bioktivator. Bioaktivator merupakan bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan pupuk organik, biogas, serta horman alami dan lain sebagainya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik (BB Biogen) menghasilkan inovasi teknologi bioaktivator dengan nama Orlitani. Orlitani merupakan formula bioaktivator yang mengandung Trichoderma harzianum dan T. koningii. Strain-strain tersebut berasal dari alam Indonesia yang memiliki daya adaptasi dan kompetisi saprofitik yang tinggi.

Bioaktivator Orlitani mampu mempercepat proses dekomposisi limbah pertanian. Misalnya, jerami padi dan serasah tanaman lainnya dapat didekomposisi dalam waktu 2-4 minggu, sedangkan limbah pabrik gula berupa blotong dalam waktu 2-5 hari, dan C/N menurun 60-80%. Orlitani potensial dikembangkan secara komersial oleh industri pupuk dan sarana produksi pertanian.(Mb/Rjs)

orlitani