Berita » Pelatihan Teknis Peningkatan Kompetensi Teknisi Litkayasa

(tan/29 Nop 2018)

JAKARTA – Tiga puluh orang pejabat fungsional Teknisi Litkayasa menjalani Pelatihan Teknis Peningkatan Kompetensi Litkayasa. Pelatihan teknis ini penting karena Teknisi Litkayasa merupakan instrumen pendukung penting dalam proses penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian yang baik dapat dicapai jika dilaksanakan secara profesional oleh sebuah tim penelitian yang qualified. Teknisi litkayasa merupakan bagian dari tim penelitian dan perekayasaan suatu inovasi/teknologi. Kemampuan dan kompetensi pejabat fungsional teknisi litkayasa sangat penting dalam sebuah tim penelitian (27/11/2018).

Peserta pelatihan adalah perwakilan dari seluruh UPT Lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Puslitbangtan) yaitu dari Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi) 10 orang, Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) 8 orang, Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi (Balitkabi) 9 orang dan 3 orang dari Loka Penelitian Penyakit tungro (Lolit Tungro). Puslitbangtan sebelumnya memiliki tenaga fungsional Teknisi Litkayasa sebanyak 49 orang yang tersebar di UPT lingkupnya. Jenjang keahlian teknisi litkayasa Puslitbangtan cukup beragam, mulai dari Pemula hingga Penyelia, dan dengan tingkat Pendidikan mulai dari SLTA hingga S1. Tingkat pendidikan dan jenjang jabatan akan mempengaruhi kinerja dan kompetensi dari pejabat fungsional teknisi litkayasa. Kompetensi pejabat fungsional litkayasa harus senantiasa terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seorang teknisi litkayasa harus senantiasa mengembangkan kompetensinya baik melalui pendidikan, pelatihan maupun pengembangan profesinya, guna menunjang keberhasilan proses penelitian.  Guna meningkatkan kompetensi teknis tenaga fungsional Litkayasa maka Puslitbangtan bekerjasama dengan Badan Litbang Pertanian dan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyelenggarakan pelatihan teknis.  

Pelatihan teknis diselenggarakan selama tiga hari dimulai hari Selasa 27 november s.d Kamis 29 November 2018. Pelatihan hari pertama diselenggarakan di Pusat Pembinaan Pendidikan dan pelatihan (Pusbindiklat) BPPT Jakarta, dengan muatan materi Peran dan fungsi teknisi litkayasa dalam penelitian dan pengembangan tanaman pangan, disiplin dan integritas teknisi litkayasa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Pengembangan Karir tenaga fungsional Teknisi Litkayasa, penelitian dan metode penelitian, dan Teknik perancangan percobaan dan pengolahan data. Dua hari berikutnya lebih ditekankan pada peningkatan kemampuan teknis peserta melalui muatan praktikum yang diselenggarakan di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Laboratorium Serpong Tangerang Selatan.

Kapusbindiklat BPPT Prof. Dr. Ir. Suhendar Sahumar, M.Si dalam pembukaan Pelatihan teknis beliau menyampaikan hubungan harmonis antara Kementan dan BPPT sdh lama terjalin baik, baik dalam pemberian diklat dasar maupun diklat lanjutan. BPPT sebagai Lembaga Pembina fungsional teknisi litkayasa terus meningkatkan dan pengembangan kompetensi teknisi litkayasa. Teknisi litkayasa harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di era four point zero (4.0) sebagai era digitalisasi, mau tidak mau, suka tidak suka seorang teknisi litkayasa harus melek teknologi, harus membuka pola pikir dan wawasan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di era sebelumnya sebatas pencarian penemuan, dilanjutkan dengan bagaimana memproduksi, dan selanjutnya mekanisasi, teknisi litkayasa tidak terlalu berperan aktif. Maka di era 4.0 ini teknisi likayasa harus mampu menyesuaikan. Jika tidak menyesuaikan diri maka akan ketinggalaan dan ditinggalkan. (ep/uje)

Peltihan Teknisi Litkayasa