Berita » Membangun Agribisnis Jeruk yang Tangguh di Indonesia

(hor/03 Des 2018)

Agribisnis jeruk diawali dengan perbenihan, artinya keberhasilan pembangunan agribisnis jeruk di Indonesia menuntut dukungan industri yang tangguh. Petani kini telah menyadari bahwa menanam benih yang bermutu akan menghasilkan pohon-pohon jeruk yang tegar, dan seragam, serta pemeliharaan kebun yang efisien. Selain itu produktivitas dan mutu buah terjamin serta masa produksi akan lebih lama.Benih jeruk yang bermutu merupakan benih yang bebas dari 7 patogen sistemik seperti virus, viroid dan bakteri penyebab penyakit, selain itu benih bermutu dijamin kemurnian varietas batang atas dan batang bawahnya.

Dalam praktek, benih jeruk berlabel bebas penyakit yang tahapan proses produksinya berdasarkan program pengawasan dan sertifikasi benih yang berlaku. Benih jeruk berlabel bebas penyakit tidak berarti tahan terhadap penyakit namun masih bisa terinfeksi lagi oleh penyakit CVPD dan lainnya.

Agar kebun jeruk terhindar dari penyakit yang berbahaya ini maka strategi pengendalian dapat dilakukan dengan sistem PTKJS ( Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat) yang meliputi; 1) Penggunaan benih jeruk berlabel bebas penyakit, 2) Pengendalian vektor CVPD, 3) Sanitasi kebun yang baik, 4) Pemeliharaan kebun yang optimal, 5) Koordinasi penerapan komponen teknologi diatas. Dengan penerapan komponen ini diharapkan mampu mewujudkan agribisnis jeruk yang tangguh di Indonesia.(Ind)

Jeruk