Berita » Peresmian dan Penyerahan TTP Kopi oleh Balitbangtan - Pemda Kabupaten Bandung

(bun/31 Des 2018)

BANDUNG - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat meresmikan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kopi Bandung, Kamis (27/12/2018). TTP Kopi yang didirikan di atas lahan Pemkab Bandung di Desa Cibeureum Kec. Kertasari Kab. Bandung adalah TTP yang ke-31 yang dibangun oleh Balitbangtan, Kementan.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) yang diwakilkan oleh Kabid Program dan Evaluasi, Dr. Rustan Massinai, S.TP., M.Sc. menyampaikan bahwa fasilitas pendukung TTP Kopi Bandung yang diserahkan kepada Pemda Kabupaten Bandung pada tahap satu tahun 2018 ini antara lain; ruang fasilitas pendukung, gedung processing kopi basah, gedung processing kopi final, bangunan fermentasi, lantai jemur, bangunan pembibitan dan persemaian, rumah pembibitan semi moderen, peralatan pengolahan kopi serta bibit unggul kopi arabika. Pada tahap ke dua tahun 2019, Balitbangtan akan melengkapi TTP Kopi Bandung ini dengan membangun antara lain; gedung aula berkapasitas 100 orang, Gerbang/gapura TTP Kopi, Pos jaga serta pengelolaan sumber air/embung.

Dalam sambutannya Kepala Balitbangtan yang diwakilkan oleh Kepala Balittri Ir. Syafaruddin, M.Sc., Ph.D. mengatakan bahwa sesuai dengan Nawacita Presiden RI dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Kementan melalui Balitbangtan sejak tahun 2015 berperan aktif membangun TTP di 16 kawasan di 16 Kabupaten/Kota. Pembangunan TTP sebagai wahana implementasi inovasi aplikatif spesifik lokasi yang matang dari hulu ke hilir dengan melibatkan pemangku kebijakan terkait, ujar Ir. Syafaruddin, M.Sc., Ph.D.

“Hari ini kita menyaksikan serah terima aset TTP Kopi tahun pertama kepada Pemda Kabupaten Bandung. Hari ini merupakan langkah awal sebelum penyerahan TTP secara utuh untuk dikelola oleh pihak Pemda melalui Dinas terkait,

Balitbangtan untuk menyerahkan pengelolaan TTP ini kepada Pemda Kabupaten Bandung, karena keberhasilan pembangunan dan pengembangan TTP ini tidak terlepas dari kerja keras manajemen dan peran serat Pemda, pengusaha/swasta, komunitas pemerhati dan para stakeholder lainnya. Selain itu pada acara ini sekaligus melakukan penyerahan benih kopi unggul bersertifikat secara gratis sebanyak 160.000 kepada para petani untuk dapat dimanfaatkan, tambah Ir. Syafaruddin, M.Sc., Ph.D.

Pada acara ini juga dilakukan Forum Group Discussion (FGD) Grand Design TTP Kopi Bandung dan Bimbingan Teknis Budidaya dan Pascapanen Kopi.

Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser menyambut baik dan menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian yang telah memilih kabupaten Bandung sebagai tempat pembangunan TTP Kopi. Di hadapan masyarakat Kecamatan Kertasari dan para undangan yang hadir, Bupati mengatakan, bahwa pembangunan fasilitas Gedung TTP Kopi ini akan dilaksanakan selama tiga tahun kedepan secara bertahap.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser sangat kagum atas kecepatan dan keseriusan Balitbangtan dalam pembangunan Gedung TTP Kopi Bandung dari awal peletakan batu pertama pada awal bulan Agustus 2018, di akhir bulan Desember sudah berdiri kokoh gedung fasilitas pendukung TTP Kopi Bandung yang dilengkapi dengan sarana prasarana.

"Ini semangat kita dalam membangun TTP Kopi. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Para petani bisa mengalihkan pola tanam/pertanian dari konvesional dengan menerapkan teknologi," Ujar Dadang.

Menurutnya, dengan adanya pembangunan Gedung TTP Kopi ini, sehingga para ahli dalam bidangnya memberikan workshop dan seminar tentang pertanian. "Ini harus disinergikan, dengan harapan bisa menghasilkan kopi terbaik di dunia. Kopi terbaik asal Kabupaten Bandung sudah diperlihatkan ke dunia," tambah Dadang.

Kabupaten Bandung dikelilingi oleh 12 gunung, semuanya menghasilkan kopi terbaik. Beliau berharap dapat menghasilkan Kopi specialty “Bandung Java Preanger Sabilulungan”. Pertanian kopi bisa dilaksanakan dan dikembangkan di Kertasari. Dengan harapan kopi yang dihasilkan bisa diekspor ke luar negeri, selain untuk kebutuhan dalam negeri, Tutup Dadang.

Acara peresmian dan penyerahan TTP ini dihadiri oleh lebih kurang 323 orang dari berbagai instansi dan stakeholder terkait yaitu Kepala Puslitbangbun, beserta jajarannya, Kepala Balittri, Kepala BPTP Jawa Barat, Ketua Tim Upsus ,TSTP Balitbangtan, Bupati Kabupaten Bandung, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dewan Kopi Nasional, MPIG Java Preanger (Masyarakat Pelindung Indikasi Geografis), unsur Muspida Kabupaten/ Provinsi terkait dan Petani/ Kelompok Tani.(Bur)