Berita » Pengembangan Jagung NASA 29 di Kalimantan Timur

(tan/04 Jan 2019)

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) semenjak 2017 telah melakukan analisis kelayakan sosial ekonomi pengembangan inovasi teknologi jagung berupa VUB hibrida prolifik (tongkol ganda) NASA 29 di sejumlah area target pengembangan. Pada tahun 2018 dilakukan pengembangan NASA 29 di Desa Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Peluang pengembangan NASA 29 sangat baik, karena adanya dukungan besar dari Pemerintah Daerah setempat. Fokus utama yang menjadi pengamatan adalah aspek sosial dan ekonomi, khususnya terkait kepuasan dan tingkat preferensi konsumen terhadap atribut NASA 29, kesediaan petani untuk menerima dan mengadopsi/memakai NASA 29, kesediaan petani penangkar untuk berinvestasi terhadap pengembangan NASA 29, dan tingkat kepuasan petani terhadap inovasi yang diintroduksikan.

Persepsi atribut NASA 29 masih rendah 0,26 poin dibandingkan nilai persepsi harapan/kepentingan petani terhadap NASA 29. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja semua atribut masih perlu ditingkatkan karena belum mampu untuk memenuhi ekspektasi petani konsumen terhadap NASA 29.

Pada penelitian ini juga dilakukan pengukuran sampai sejauh mana tingkat kepuasan konsumen terhadap kinerja atribut NASA 29. Berdasarkan analisis Consumer Satisfaction Index (CSI), nilai CSI yang diperoleh dari hasil perhitungan keseluruhan atribut Nasa 29 adalah sebesar 72,79. Hal ini menujukkan bahwa secara keseluruhan, para petani puas terhadap kinerja atribut NASA 29 dan bersedia untuk kembali menanam NASA 29. Kepuasan para petani terhadap kinerja NASA 29 juga diketahui dari tingginya nilai R/C yang diperoleh, yaitu sebesar 3.58. Artinya setiap Rp 1.000,- yang dikeluarkan oleh petani dalam membudidayakan benih Nasa 29, maka para petani akan memperoleh penghasilan sebesar Rp 3.580.-.

Sumber : Puslitbangtan

Nasa29Kaltim