Berita » Rapim Balitbangtan: Satukan Niat Kolektif, Sukseskan Program Direktif

(tp/16 Jan 2019)

BOGOR-Di tahun 2019, Kementan memiliki program direktif yang diarahkan untuk kesejahteraan petani. Program direktif tersebut meliputi Program BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera), Program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), Gerakan Petani Milenial, dan Program OPAL (Obor Pangan Lestari).  Topik hangat ini mengemuka pada Rapim Balitbangtan (15/1/2019) di Bogor, yang dihadiri oleh Syukur Iwantoro Sekjen Kementan selaku Plt. Kepala Balitbangtan dan Dr. M Prama Yufdy Sekretaris Badan, serta Pejabat Struktural Eselon II, III, IV, beserta Pejabat Fungsional lingkup Balitbangtan.

Program Bekerja ditujukan pada 400.000 RTM (Rumah Tangga Miskin) yang menyebar di 125 kabupaten/kota pada 20 propinsi di Indonesia. RTM tersebut akan menerima beberapa komoditas perkebunan, seperti kopi, kakao, karet, kelapa, dan pala. Selain itu, ada pula pembagian ternak (ayam, itik, kambing, domba) sekaligus perkandangannya, serta pembagian bibit/benih hortikultura (sayuran, manggis, mangga, pisang, duku, dan pepaya).

Lokasi Program Serasi ditetapkan pada Propinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan dengan total luas 500.000 Ha. Kegiatannya meliputi pembukaan dan pengolahan lahan; pembuatan saluran dan tanggul conector; pembuatan saluran sekunder dan tersier; pembuatan saluran cacing; pembuatan pintu air, pompa air dan boks pembagi; pembuatan tanggul saluran sekunde; dan bantuan saprodi.

Untuk peningkatan SDM, dicetuskan Program Gerakan Petani Milenial Indonesia. Petani milenial yang dimaksud adalah petani yang melek terhadap inovasi baru, dan adaptif terhadap digital information. Tujuan gerakan tersebut adalah membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran, menekan kemiskinan dan urbanisasi, serta menumbuhkan wirausaha muda pertanian (agro-enterpreneurship).

Selain itu, yang tak kalah menarik adalah Program OPAL. Program yang merupakan show window dari pemanfaatan lahan pekarangan, baik untuk petanian perkotaan maupun pedesaan. Program ini dilaksanakan dengan melibatkan Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/Kota untuk mempercepat hilirisasi inovasi teknologi.

Pembahasan program direktif di atas dikaitkan dengan target Balitbangtan di tahun 2019. Diantaranya, penguatan sistem perbenihan (produksi benih), penelitian penciptaan varietas unggul dan teknologi pendukungnya untuk mendukung kemandirian benih dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan kawasan sains dan teknologi pertanian (KSTP), dan hilirisasi inovasi teknologi pertanian.

Syukur Iwantoro mengemukakan seluruh paket program yang akan dilaksanakan tahun 2019 ini mendukung program prioritas pemerintah pusat, yaitu peningkatan kompetensi SDM, peningkatan infrastruktur pendukung, peningkatan daya saing impor, penguatan nilai tukar. “Seluruh jajaran harus siap bekerja keras dan bekerja cerdas untuk mencapai target di awal tahun ini, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Syukur Iwantoro menambahkan. (EPA)

Suasana Rapim B