Berita » Optimalkan Hutan Kayu Putih di Gunung Kidul dengan Largo Super

(tan/17 Jan 2019)

GUNUNG KIDUL - Dalam rangka mempercepat adopsi salah satu teknologi hasil penelitian di tingkat pengguna, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) menggelar kegiatan tatap muka dengan petani kooperator kegiatan Larikan Padi Gogo Super (LARGO SUPER) di Balai Dusun Mengger, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, pada hari Rabu, (16/01/2019).

Mengangkat tema Penjaringan Umpan Balik Penerapan Teknologi Largo Super, pertemuan ini dihadiri oleh 250 orang yang terdiri dari Kepala Puslitbangtan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Kidul, Kepala BPTP Yogyakarta, Danramil 04/Nglipar, Kapolsek Nglipar, Penyuluh, Mantri Tani, Gapoktan dan Poktan se-Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul. Pada kesempatan tersebut, Kepala Puslitbangtan Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, MSi mengemukakan bahwa kegiatan LARGO SUPER berada di tiga lokasi yaitu Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. “Pengembangan LARGO SUPER ini tidak hanya bertujuan menambah wawasan petani mengenai teknologi budi daya, akan tetapi juga agar petani bisa melihat secara langsung hasil produktivitasnya,” ujarnya. 

Lebih jauh, Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab ini mengimbau Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Kidul agar hasilnya dikembangkan kembali. Jangan sampai dikonsumsi semua oleh petani karena benih dari tujuh varietas tersebut masih langka. Salah satunya adalah Inpari 42 Agritan GSR yang bisa ditanam tanpa pupuk, sehingga varietas ini banyak dicari oleh penangkar. Sementara itu, Bupati Gunung Kidul dalam sambutannya yang diwakili  oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Kidul Ir. Bambang Wisnu Broto berharap agar petani terus maju dan menjadi tulang punggung bagi Kabupaten Gunung Kidul. Bupati Gunung Kidul  berterimakasih atas terpilihnya Kabupaten Gunung Kidul menjadi salah satu lokasi pengembangan Largo Super. Oleh karena itu, ia akan memperluas penerapan teknologi tersebut ke kacamatan lain di wilayahnya.

Saat ini, pengembangan teknologi budidaya Largo Super di Kabupaten Gunung Kidul seluas 100 ha pada lahan kering tadah hujan di bawah tegakan tanaman kayu putih. Adapun varietas yang digunakan di antaranya adalah Inpago 8, Inpago 10, Inpago 12, Rindang 1, Rindang 2, Inpago Unsoed dan Inpari 42 Agritan GSR. Menurut Paisan, salah satu petani yang hadir, teknologi budi daya Largo Super optimis mampu meningkatkan produktivitas dari pertanaman sebelumnya yang tidak menerapkan teknologi tersebut.(Uje/AWA/AW)

largo super gunung kidul