Berita » Director General CIAT Apresiasi Kerjasama dengan Balitbangtan

(adm/29 Jan 2019)

JAKARTA -  Focus Group Discussion (FGD)  telah dilakukan di Kantor Pusat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) antara Director General Office of CIAT (International Center for Tropical Agriculture) Dr. Ruben Echeverria dan Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Dr. Muhammad Prama Yufdy disampaikan bahwa CIAT telah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Litbang Pertanian, Kementan sejak 2017 (28/01/2019).

MoU ini dimanfaatkan Balitbangtan dengan melakukan beberapa riset. Beberapa riset yang dikerjasamakan telah menghasilkan varietas padi dengan kadar Zinc yang tinggi dan diperlukan untuk mengatasi stunting di Indonesia. Kerjasama BB Padi dengan salah satu lembaga penelitian CIAT yaitu Harvest Plus dilaksanakan sejak 2017 dan telah menghasilkan Inpari 46 Nutri Zinc ini telah dilepas sejak Oktober 2018 dan diperkenalkan kepada petani di Jawa Barat.

Dalam kesempatan FGD tersebut Dr. Muhammad Prama Yufdy menyampaikan bahwa beberapa inisiasi kerjasama dengan lembaga internasional sebagaimana dengan CIAT, saat ini juga dimanfaatkan untuk menunjang arahan strategis di Kementerian Pertanian, seperti halnya terkait kentang, bawang merah dan juga cabai merah. Dengan kapasitas CIAT yang mampu mengkoordinasikan penelitian tropis pertanian dan negara pendonor yang terus memperkuat kolaborasi antar lembaga penelitian internasional, ungkap Dr. Ruben Echeverria DG of CIAT Office.

Direktur Region Asia Dindo M. Campilan, Ph.D. juga menyampaikan tiga area proyek di 2019 yang diharapkan dapat segera ditanggapi oleh Balitbangtan diantaranya yaitu high value commodity, livestock-Forage System dan Agri-Food System. CIAT juga menawarkan visiting scientist bagi peneliti-peneliti Balitbangtan untuk dapat saling bertukar pengalaman di negara-negara tropis lainnya ataupun diantara center yang berada di bawah koordinasi CIAT. CIAT dengan 2000 orang staf dan 250 orang peneliti dapat saling bertukar pengalaman, ungkap Dindo M. Campilan.

Menanggapi hal ini Dr. Muhammad Prama Yudy mengungkapkan bahwa kerjasama riset seperti ini sangat bermanfaat dan prosedur untuk proses peneliti asing juga telah dikoordinasikan melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan pendaftaran secara online dimungkinkan melalui www.frp.ristekdikti.go.id. (Humas/Rjs)

MOU Ciat