» Info Aktual » Pentingnya Transformasi Teknologi Menjadi Inovasi
12 Agu 2014

JAKARTA – Transformasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dipandang menjadi suatu hal yang sangat penting. Hal ini sejalan dengan program penguatan Sistem Inovasi Nasional (SINas) yang merupakan salah satu misi untuk mewujudkan visi Indonesia 2025 yakni mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur.

Inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang solutif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan peningkatan produktifitas dan pelayanan pun semakin diperlukan dalam menghadapi persoalan bangsa.

Seperti yang dikatakan oleh Wakil Presiden RI Boediono dalam pembukaan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-19 yang pada tahun ini mengambil tema ‘Inovasi Pangan, Energi dan Air untuk Daya Saing Bangsa’, Senin (11/8/2014) di Gedung BPPT Jakarta, bahwa ada satu tahap transformasi yang sangat krusial bila dilihat dari segi proses ekonomi sosialnya, yaitu transformasi dari potential technologies menjadi inovasi.

Istilah inovasi dari kacamata ekonom adalah suatu teknologi yang sudah diterapkan dalam konteks kegiatan sehari-hari dalam kegiatan ekonomi masyarakat. “Hal ini memerlukan proses bukan hanya riset tapi suatu proses tekno ekonomi sosial dimana satu sama lain saling terikat,” Wapres.

Wapres juga mengingatkan ada beberapa unsur dasar agar proses penerjemahan dari teknologi menjadi inovasi dapat berjalan. Pertama, harus ada entrepreneur yang mau mengambil resiko dalam menterjemahkan potensi menjadi kenyataan. Elemen kedua adalah tersedianya financing untuk penyerapan inovasi, dan yang ketiga perlu diperbolehkannya adanya creative destruction, yang tidak produktif harus diganti dengan yang lebih produktif baik terkait sumber daya manusia ataupun sumber daya lainnya.

Dalam rangkaian pembukaan tersebut juga dilakukan beberapa penandatanganan nota kesepahaman, salah satunya adalah mengenai Konsorsium Agro Nanoteknologi yang diinisiasi oleh Komite Inovasi Nasional (KIN) dimana Balitbangtan turut terlibat bersama dengan IPB, PT. Alamanda Sejati Utama, PT. Smart Tbk, PT. Polowijo Gosari dan Masyarakat Nano Indonesia. Hadir untuk menandatangani nota kesepahaman tersebut adalah Kepala Balitbangtan Dr. Haryono.

Pelaksanaan peringatan Hakteknas ke-19 di Gedung BPPT tersebut juga diisi dengan beragam kegiatan diantaranya Musyawarah Perencanaan Nasional (Musrennas) iptek, pameran hasil inovasi iptek anak bangsa-RITECH Expo dimana Balitbangtan menampilkan berbagai hasil penelitian dan pengembangan di bidang nanoteknologi, rangkaian seminar dan workshop dan kegiatan pendukung lainnya.