» Info Aktual » Teknologi Ubah Likotuden Menjadi Kampung Sorgum
25 Sep 2017

Likotuden, adalah sebuah dusun di Desa Kawalelo, Larantuka, Flores Timur, NTT. Dusun ini kini semakin terkenal tidak saja Karena keindahan alamnya tetapi juga karena tanaman sorgum (Sorghum spp). Berkat keuletan Maria Loretha pimpinan Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi (Yapense) yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Flores Timur yang didukung oleh Model Bioindustri berbasis sorgum yang merupakan dukungan inovasi  Badan Litbang Pertanian,  menjadikan Likotuden sebagai bagian dari sentra produksi sorgum Indonesia bahkan dunia.  Likotuden yang dulunya gersang, karena tanahnya yang kering dan berbatu,  kini menghijau dengan suburnya pertanaman sorgum di daerah tersebut.

Untuk lebih membesarkan bioindustri sorgum sekaligus mewujudkan  ketahanan pangan di daerah Likotuden, Badan Litbang Pertanian melalui Tim Diversifikasi Pangan dari Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian melakukan Sosialsasi sekaligus Bimbingan Teknologi Pengolahan Sorgum pada tanggal 11-14 September 2017 bagi  warga Likotuden.   Adapun teknologi olahan yang diperkenalkan oleh  tim yang diketuai Prof. Nur Richana, meliputi teknologi produksi tepung sorgum, mie sorgum, roti sorgum tanpa terigu, snack bar sorgum, brownies sorgum, krupuk sorgum, berasan pratanak sorgum dan minuman mocca sorgum.

“Kami menyentuh sorgum dari sisi pasca panennya, oleh karena itu kami datang untuk melatih warga Likotuden bagaimana cara mengolah tepung sorgum menjadi makanan dalam berbagai ragam jenis, Selain kandungan gizi yang teramat kaya, melalui pelatihan ini juga, warga bisa menjadikan sorgum sebagai sumber penghasilan baru.” ujar Profesor Nur Richana.

Melihat keberhasilan warganya mengaplikasikan teknologi olahan sorgum, Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon mengutarakan kesiapannya untuk me-Launching Likotuden sebagai Kampung Sorgum dalam waktu dekat ini. Beliau juga berharap Tim Diversifikasi Pangan Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian tidak berhenti memberikan pendampingan bagi masyrakat Likotuden saja tetapi juga dapat memberikan pendampingan teknologi pengolahan sorgum di daerah flores timur lainnya yang juga potensial untuk dikembangkan.(Ega)