» Info Aktual » Kementan Bagikan Ayam dan Kambing Di Sulawesi Selatan
08 Mar 2019

WAJO - Dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045 Kementerian Pertanian meluncurkan berbagai program berbasis pertanian. Program tersebut antara lain adalah Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) dan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera atau lebih dikenal dengan program BEKERJA. Program BEKERJA pada kesempatan ini akan memberikan bantuan berupa ayam dan kambing di Wajo,Sulawesi Selatan.

"Kami akan membagikan 1 juta ekor ayam untuk seluruh Indonesia. Ribuan kambing, benih dan bibit-bibit lain," ungkap Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menghadiri acara launching optimasi lahan rawa lebak yang digelar oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Kelurahan Attakae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo (6/03/2019).

Disisi lain, Mentan juga mengajak generasi muda, utamanya para santri di Provinsi Sulawesi untuk terlibat secara langsung dalam meningkatkan produksi pangan Indonesia. Ajakan itu ditandai dengan pemberian ribuan ekor ayam dan kambing. "Bantuan ternak dialokasikan sebagai bagian dari program Petani Milenial dan BEKERJA. Selanjutnya Kementan juga memberikan paket bantuan KRPL (Kawasan Pangan Rumah Lestari) dan PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat)," Ujar Mentan.

Bupati Wajo Amran Mahmud mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian dalam mengoptimalisasi lahan rawa lebak menjadi lahan pertanian produktif. Langkah itu sangat tepat karena sudah sesuai dengan program pemerintah pusat dan daerah. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang telah memilih Wajo sebagai kegiatan optimasi lahan rawa menuju lumbung pangan dunia 2045. Produksi harus jadi prioritas bersama, dan ini sejalan dengan program pemerintah daerah," Ujar Amran Mahmud.

Kegiatan Optimasi Lahan Rawa di Kabupaten Wajo ini dihadiri oleh 15 ribuan santri dan para petani dari kabuaten Wajo, kabupaten. Soppeng, kabupaten Bone, kabupaten Pinrang, dan kabupaten Sidrap. Selain itu, turut hadir juga Bupati Wajo dan pejabat lain di Provinsi Sulawesi. (REP/ICS)