» Info Aktual » Balitbangtan Perkuat Korporasi Petani Milenial Di Cianjur Melalui Sinergi Lintas Instansi
13 Mar 2019

CIANJUR – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) menginisisasi Focus Group Discussion (FGD) terkait Pengembangan Model Korporasi Hortikultura di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BBP2TP beserta peneliti dan penyuluh yang terlibat dalam kegiatan korporasi. Selain itu, hadir pula Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Aneka Cabai dan Sayuran Buah Direktorat Jenderal Hortikultura, Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa barat, Kepala Seksi Koperasi dari Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur, dan Kepala Bidang Hortikultura dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur (11/03/2019).

Petani hortikultura di Cianjur sebagian besar merupakan petani muda milenial dengan sistem budidaya yang dilakukan secara modern. Karakteristik mereka yang terbuka terhadap inovasi tersebut sangat diperlukan dalam pengembangan korporasi. Dengan berkorporasi, petani diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi, menghasilkan produk berkualitas yang ramah lingkungan secara kontinyu, serta mengembangkan jaringan pemasaran yang lebih luas dan stabil.

FGD yang berlangsung di kantor BBP2TP Bogor tersebut bertujuan membangun sinergi berbagai instansi, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun stakeholder lainnya dalam pengembangan komoditas hortikultura khususnya sayuran di Kabupaten Cianjur. Kepala BBP2TP, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA mengemukakan peran Balitbangtan dalam hal ini adalah mengintroduksikan inovasi kelembagaan, teknologi budidaya yang efisien dan ramah lingkungan, serta teknologi pasca panen dan pengolahan yang menciptakan nilai tambah.

Dengan berkorporasi, kelembagaan petani diharapkan menjadi lembaga berbadan hukum sehingga akan memperkuat bergaining position petani. Selain itu, akan terbuka akses bermitra dengan lembaga permodalan, asuransi, dan eksportir sehingga resiko kerugian akibat karakteristik produk yang perishable, gagal panen, dan fluktuasi harga bisa diminimalisir.

Untuk mengembangkan korporasi petani berbadan hukum yang kuat dan mandiri, tentu dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Ir. Mardiyah Hayati, MM. selaku Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah mengamini keinginan BB Pengkajian dalam pengembangan korporasi petani di Cianjur. Hal ini dikarenakan Cianjur merupakan salah satu sentra produksi hortikultura di Jawa Barat dengan luas lahan sayuran 17.000 Ha. Komoditas sayuran tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Cianjur, juga mensuplai pasar yang ada di Jabodetak dan Bandung.

Perwakilan BI Propinsi Jawa Barat pun turut andil dalam mensukseskan program tersebut. Pasalnya sub kelompok bahan makanan termasuk sayuran memiliki andil cukup besar terhadap inflasi di Jawa Barat. Pihak BI siap membantu permodalan, pelatihan keuangan, maupun infrastruktur yang dibutuhkan nantinya.

Pemda Kabupaten Cianjur yang turut hadir juga menyambut baik gagasan tersebut. Kedepannya, Dinas Koperasi akan mengawal terbentuknya koperasi petani sebagai lembaga berbadan hukum yang diharapkan mampu menjadi wadah aspiratif dan solutif bagi petani. Sedangkan Dinas Pertanian, optimis akan melakukan pendampingan bagi petani hortikultura di Cianjur menjadi petani milenial yang sukses berkorporasi. (EPA)