» Info Aktual » Luwu Utara Rintis Kerjasama dengan Balitbangtan
05 Apr 2019

JAKARTA - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan Ir. Bambang Irawan, MS., berkesempatan melakukan audiensi di Kantor Pusat Badan Litbang Pertanian dan diterima oleh Dr. Muhammad Prama Yufdy, Sekretaris Badan Litbang Pertanian.

Dalam kesempatan tersebut Bambang mengungkapkan keinginan Bupati Luwu Utara untuk merintis kerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Minat kerja sama ini tengah dipersiapkan dalam MoU antara Balitbangda dengan Balitbangtan. Dalam penjelasannya Balitbangda Luwu Utara ini baru dibentuk sejak 2017 ini saat ini bergerak merintis berbagai kerjasama di pusat dan salah satu yang sudah berjalan kerja sama dengan LIPI.

Bambang Irawan juga menginformasikan beberapa potensi kerja sama yang membutuhkan pendampingan ataupun keahlian dari tim peneliti Balitbangtan, seperti halnya saat ini di Luwu Utara beberapa komoditas pertanian tengah diserang virus atau jamur. Diani, S.Hut., MP., yang saat itu mendampingi Kepala Balitbangda menyampaikan bahwa usulan kerja sama terkait dengan mengidentifikasi pencemaran lingkungan akibat pestisida dan juga deteksi pencemaran lingkungan pertanian lainnya diperlukan untuk kembali membangkitkan beberapa komoditas unggulan di Luwu Utara.

Bambang Irawan menambahkan aneka komoditas yang menjadi sumber Produk Domestijk Bruto (PDB) di Luwu diantaranya Kakao, Kopi, Sawit dan Durian. Luwu Utara sebelumnya juga dikenal sebagai penghasil Jeruk Malangkek, namun karena serangan virus jeruk ini saat ini  hilang. Oleh karena itu diperlukan identifikasi cara rehabilitasi dan juga mengembalikan jeruk Malangkek di Luwu Utara.

Sekretaris Balitbangtan, Dr. Muhammad Prama Yufdy dalam penjelasan singkatnya menginformasikan bahwa untuk peluang kerja sama terkait pertanian ini secara terstruktur bisa dengan melibatkan BPTP Sulawesi Selatan. Selain itu aneka potensi lain di Luwu Utara juga dapat dikerja samakan dengan menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang teknis misalnya dengan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) (terkait dengan pencemaran pestisida) atau dengan Badan Balitjestro, di Malang untuk potensi buah jeruk dan BB Biogen dengan potensi mengembalikan plasma nutfah jeruk Malangkek, tambah Ir. Erlita Adriani, MBA., selaku Kepala Bagian Kerja Sama, Hukum, Organisasi dan Humas.(KS/Rjs)