» Info Aktual » CATAS dan Balitbangtan Kolaborasi untuk Perkebunan
05 Agu 2019

Bogor – Chinese Academy of Tropical Agricultural Science (CATAS) tertarik untuk menjalin kerjasama dalam pengembangan sektor perkebunan di Indonesia dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Menurut Ketua Delegasi CATAS Prof. Cao Hongxing Yang, Senin (5/8/2019) di Kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), ketertarikan kerja sama riset tersebut dalam hal pertukaran informasi untuk penelitian komoditas pertanian tropis jangka panjang komoditas kelapa, kelapa sawit, karet dan tanaman tropis lain.

Delegasi CATAS menjelaskan bahwa ketertarikannya untuk jalin kerja sama dalam pengembangan riset perkebunan meliputi beberapa aspek. Pemuliaan, budidaya, pengendalian hama dan penyakit, pengembangan produk, bioteknologi kelapa, sawit, kurma dan pinang, juga pengembangan alat panen yang efisien untuk beberapa komoditas perkebunan yang pohonnya tinggi adalah beberapa aspek tersebut.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Syafaruddin mengungkapkan kebutuhan yang sama terutama terkait dengan mikropropagasi benih sawit dan kelapa melalui teknik kultur jaringan, pertukaran peneliti, dosen, staf dan mahasiswa, serta symposium atau seminar dan aktifitas keilmuan lainnya.

Saat ini, menurut Jelfina C. Alouw dari Puslitbangbun, Indonesia membutuhkan teknologi pengendalian tungau, Colomerus sp. yang menyerang buah kelapa muda dan bisa menyebabkan buah jatuh sebelum matang. Sampai sekarang, hama tersebut masih sulit untuk dikendalikan.

Rencana kerjasama eksplorasi dan pengembangan agensia hayati untuk pengendalian tungau dan hama daun kelapa dan sawit tersebut disambut baik oleh CATAS.

“Networking dan kerjasama riset antar negara sangat dibutuhkan sebagai sarana pertukaran informasi dan teknologi untuk kemajuan bersama yang diatur dengan rambu-rambu ketentuan peraturan yang berlaku baik di Indonesia maupun internasional,” ucap Syafaruddin.