» Info Aktual » Pertemuan Aliansi Global untuk Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Pertanian
09 Agu 2019

Dalam upaya mereduksi pemanasan global akibat dari emisi gas rumah kaca perlu tindakan kolektif bersama, dan pada saat bersamaan mengembangkan inisiatif global guna adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Salah satunya melalui aliansi riset emisi gas rumah kaca pertanian.

Global Research Alliance on Agricultural Greenhouse Gases (GRA) diluncurkan bulan Desember 2009 dan saat ini mempunyai anggota 54 negara. Aliansi ini membawa negara-negara anggotanya untuk mencari dan mempraktikkan cara untuk mengembangkan pertanian guna memperoleh pangan berlimpah tanpa harus meningkatkan emisi gas rumah kaca.

Climate-smart agriculture (CSA) atau pertanian ramah iklim adalah suatu pendekatan yang membantu dalam membimbing aneka aksi yang dapat merubah dan mereorientasikan sistem pertanian agar dapat menyokong pembangunan secara efektif dan untuk memastikan ketahanan pangan dalam kondisi iklim yang berubah.

CSA bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan, mengadaptasi dan membangun ketahanan terhadap perubahan iklim, dan menurunkan dan/atau menghilangkan emisi gas rumah kaca dimana saja jika masih memungkinkan.

CSA menyediakan perangkat untuk membantu para pemangku kepentingan dari tingkat lokal, nasional, dan internasional untuk melakukan identifikasi strategi pertanian yang cocok dengan kondisi setempat.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian terus mendorong dan mengembangkan sistem pertanian yang ramah iklim dan ramah lingkungan, selain itu Pemerintah terus bermitra dengan negara lain dan beberapa lembaga internasional agar sistem pertanian ramah iklim dapat dimodifikasi dan diterapkan di Indonesia.

Seiring dengan kebijakan pemerintah tersebut dan sebagai bentuk tanggung jawab sebagai Chair GRA, Indonesia bersama para mitra akan melaksanakan the 5th Global International Conference on Climate Smart Agriculture, dimana pelaksanaannya back-to back dengan the 9th Global Research Alliance Council Meeting.

Indonesia sebagai tuan rumah GRA council meeting dan co-host Global Science Conference on CSA adalah bukti komitmen Indonesia untuk selalu berperan aktif menjadi pelaku dalam turut serta memecahkan masalah global, seperti masalah pangan dan lingkungan ini.

Acara yang berlangsung tanggal 6 – 10 Oktober 2019 mendatang di Bali ini antara lain bertujuan mengembangkan kerjasama dengan kemitraan dengan peneliti, lembaga internasional, dan delegasi negara anggota GRA.