» Info Aktual » Koleksi Tanaman Hias Balitbangtan di Florikultura Indonesia 2019
07 Sep 2019

Padang – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) turut memeriahkan Florikultura Indonesia 2019 di Balai Kota Padang Aia Pacah, Jumat (6/09/2019). Balitbangtan melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) bersama BPTP Balitbangtan Sumatera Barat hadir dengan stan penuh bunga dan teknologi tanaman hias unggulan.

Pada kesempatan tersebut, Balitbangtan memperkenalkan teknologi tanaman hias dan sumber daya genetik florikultura kepada masyarakat yang tertarik berkunjung. Semua implementasi teknologi dipersiapkan di Lokasi Taman Sains Pertanian Sukarame, yang merupakan pusat kajian dan desiminasi serta informasi teknologi spesifik lokasi.

Balitbangtan juga menyelenggarakan seminar florikultura dengan tema Pengembangan Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Daerah untuk Menembus Pasar Global di ruang serba guna Bagindo Aziz Chan area perkantoran Walikota Padang, Sabtu (7/09/2019).

Seminar florikultura bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai potensi dan prospek pengembangan tanaman hias khusus kepada para pengambil kebijakan serta pelaku usaha tanaman hias.

Florikultura Indonesia merupakan ajang promosi dan pengenalan berbagai macam tanaman hias asli Indonesia kepada masyarakat. Dalam gelaran Florikultura Indonesia tahun 2019 lebih dari 200 jenis tanaman hias didatangkan dari seluruh Indonesia. Berbagai jenis bunga krisan, anggrek, bonsai dan juga bunga daerah tropis dipamerkan di Pameran dari 22 daerah di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat Syaiful Bahri mengatakan, “Pameran kita susun dalam bentuk pertunjukan sehingga bisa menjadi pojok selfie yang Instagramable.”

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Perekonomian Musdhalifah Machmud saat membuka acara secara resmi mengatakan, “Dengan kita mendorong Lubuak Minturun menjadi Pusat Florikultura di Sumatera Barat, saya rasa akan menjadi potensi luar biasa  perlu didukung bersama, Inshaallah Pasar Global menunggu. Saat ini Florikultura merupakan komoditas ekspor yang sangat menjanjikan.”

Direktur Buah dan Florikultura, Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Liferdi mengatakan bahwa  Kementan akan terus mendorong perkembangan Florikultura Indonesia.

“Target kita dari awal selain memenuhi kebutuhan dalam negeri kita juga mengekspor keluar negeri. Untuk memenuhi ini minimal ada tiga kriteria yang harus kita penuhi yaitu Quality, Quantity dan Continue, oleh karena itu ke depan program kita adalah skala ekonomi di sentra sentra produksi sehingga bisa memenuhi permintaan dari luar negeri. Indonesia sudah mengekspor ke beberapa negara diantaranya Jepang dan Malaysia,” ujarnya.