» Info Aktual » Kerja Sama Kementan RI dan UEA untuk 14 Bidang Pertanian
13 Jan 2020

Abu Dhabi – Di hadapan Presiden Joko Widodo dan Crowne Prince Muhammed Bin Zayed Al Nahyan Kementerian Pertanian melaksanakan pertukaran dokumen kerja sama dengan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirate Arab (UEA), Minggu (12/1/2020). Indonesia diwakili oleh Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi sedangkan UEA oleh Thani bin Ahmed Al Zeyoudi.

Kerja sama ini mencakup 14 area di bidang pertanian dan diversifikasi pangan meliputi proses dan produksi tumbuhan, peternakan dan pertanian. Kemudian langkah-langkah sanitasi dan phytosanitary, teknologi dan infrastruktur pertanian, juga kerja sama di bidang sains dan teknis, keamanan makanan.

Lebih lanjut, kerja sama teknis dan teknologi industri pertanian modern, asuransi pertanian, skema keuangan pertanian, sistem informasi dan komunikasi pertanian, peningkatan kapasitas SDM, fasilitas dagang dan pertanian, dan area terkait lainnya.

Menanggapi sambutan yang responsif dari Kemeterian Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA, Mentan Syahrul Yasin Limpo meminta seluruh jajarannya untuk menangkap dan mengoptimalkan kerja sama ini dengan baik.

“Apa yang menjadi keterbatasan di UEA namun tetap berupaya memenuhi pangan masyarakatnya, teknologi modern pertanian di lahan gurun pasir dengan iklim keringnya,” jelasnya di lain kesempatan.

Bersamaan dengan itu juga dilakukan pertukaran dokumen Memorandum of Understanding (MoU) antara Elite Agro LLC,UPEA dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk kerja sama ‘Research and Development Collaboration for Agricultural Crops Commercialization’ yang akan dilaksanakan di Lembang, Jawa Barat.

Hadir melakukan penerimaan pertukaran dokumen yaitu Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menerima dokumen secara resmi dari CEO Elite Agro Group Abdulmonem Al Marzooqi.

“Kerja sama kedua belah pihak dilaksanakan guna memperluas hubungan antar keduanya terkait dengan upaya komersialisasi dan transfer pengetahuan serta teknologi di bidang pertanian, khususnya hortikultura,” ungkap Fadjry mengabarkan dari Abu Dhabi. (Litbang/Adm)