» Info Aktual » Panen Perdana Pisang Kepok Tanpa Jantung Produk Balitbangtan
07 Peb 2020

Sumbar – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dan Bank Indonesia menyelenggarakan panen perdana Pisang Kepok Tanjung dengan tema ‘Mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian" di Selayo Kabupaten Solok Sumatera Barat, Kamis (6/2/2020).

Dalam sambutannya Bupati Solok Gusmal, SE., MM. menyampaikan rasa terimakasih setinggi-tingginya dan sangat mengapresiasi kepada Kementerian Pertanian khususnya Balitbangtan yang telah mengangkat kembali pisang kepok menjadi komoditas pilihan masyarakat Kabupaten Solok dan Sumatera Barat pada umumnya.

Sekretaris Balitbangtan Dr. Hardiyanto dalam wawancaranya mengatakan Balitbangtan sebagai penghasil teknologi mempunyai kewajiban mengawal inovasi teknologi yang telah dihasilkan di tengah masyarakat. “Target diadakannya kegiatan ini adalah ekspor, harapannya pisang kepok tanjung ini terus dikembangkan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya di kawasan Selayo,” ujar Hardiyanto.

Panen perdana Pisang Kepok Tanjung ini dilaksanakan antara lain untuk meningkatkan sinergi antar institusi di dalam dan di luar Kementerian Pertanian baik dengan pemerintah daerah juga pihak swasta dalam meningkatkan produktifitas pertanian guna lebih mensejahterakan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Dr. Ellina Mansyah pada acara tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 350 orang yang terdiri dari peneliti, penyuluh, jajaran pemerintah daerah kabupaten solok, kelompok tani, swasta dan penanggung jawab Kostra Tani wilayah sumatera barat.

Lebih lanjut dijelaskan, pisang Kepok Tanjung atau Pisang Kepok Tanpa Jantung merupakan hasil kekayaan plasma nutfah Indonesia yang dikemas menjadi satu varietas unggul oleh Balitbangtan pada tahun 2010. Dalam proses pembentukan buahnya tidak terdapat bunga pisang yang tersisa (semua menjadi buah) maka dengan sifat seperti ini tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit khususnya penyakit layu bakteri yang biasa menyerang pertanaman pisang. (Irman)