» Info Aktual » Panen Raya Padi di Sentra Produksi Kabupaten Indramayu
31 Mar 2020

Indramayu – Di tengah mewabahnya virus corona,  tidak menyurutkan petani untuk memanen hasil jerih payahnya yang telah ditunggu-tunggu kurang lebih hampir empat bulan lamanya. Petani di Kabupaten Indramayu sejak pertengahan bulan Maret hingga kini terus menggelar panen raya padi.

Diperkirakan luas lahan yang dipanen pada 30 Maret kurang lebih 1.000 ha yang terletak di empat desa dengan lokasi kecamatan yang berbeda di Kabupaten Indramayu. Lokasi tersebut tepatnya di Desa Suklasamet, Kecamatan Kroya, Desa Sanca dan Desa Gantar di Kecamatan Gantar dan Desa Sidadadi, Kecamatan Haurgeulis.

Menurut Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Indramayu Takmid mengatakan pada tahun 2019 produksi padi di Kabupaten Indramayu tertinggi di Jawa Barat. Berbagai bantuan telah diterima dari Kementerian Pertanian seperti bibit, mesin penggilingan dan bantuan asuransi hingga dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Diperkirakan panen raya padi akan berlangsung hingga bulan April mendatang, karena padi yang ditanam diakhir tahun 2019 telah masak dan siap untuk dipanen,” ujar Takmid.

Lebih lanjut Takmid menyampaikan petani di Indramayu masih banyak yang menanam padi dengan varietas Sintanur dikarenakan perbedaan harga antara varietas Ciherang dimana harga gabah Rp. 4.300/kg GKP dan varietas Sintanur harga gabah mencapai Rp. 5.500/kg GKP.

“Varietas Sintanur termasuk padi aromatik dikarenakan gabah dan berasnya identik Pandan Wangi Cianjur. Oleh karena itu, petani lebih familiar menyebutnya padi pandan wangi. Selain itu sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa di tingkat pedagang varietas Sintanur gabahnya dihargai cukup tinggi,” ucapnya

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Dr. Haris Syahbuddin berujar bahwa  bantuan yang telah digelontorkan oleh Kementerian Pertanian cukup besar untuk kabupaten Indramayu. Berharap semua bantuan tersebut dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan produksi padi sehingga sumbangan produksi padi dari Kabupaten Indramayu dapat menambah produksi secara nasional di tahun 2020, utamanya guna menjamin ketersediaan beras disaat terjadinya pandemi corona 19 saat ini.

“Dengan adanya bantuan diharapkan dapat digunakan secara maksimal, bantuan bibit berupa varietas unggul yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian serta alsin yang diterima petani kiranya dapat meningkatkan produktivitas padi dan mempercepat proses produksi sehingga petani menjadi lebih bersemangat dalam memproduksi padi,” ujar Haris. (Uje)