» Info Aktual » Balitbangtan Salurkan 1,3 ton Bantuan Benih Jagung Hibrida untuk Petani Bone
06 Mei 2020

Sulsel – Semangat petani untuk tanam jagung perlu di acungi jempol. Petani dari Desa Abbumpungeng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, akan tanam jagung di tengah mewabahnya virus COVID-19 yang juga bersamaan dengan ibadah puasa 1441 H.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Dr. Muhammad Azrai sangat mengapresiasi semangat para petani dan sebagai dukungannya memberikan bantuan benih jagung hibrida.

“Sebagai dukungan untuk petani Desa Abbumpungeng, Kabupaten Bone, Balitsereal telah menyalurkan benih jagung hibrida sebanyak 1,3 ton,” ujar Azrai.

Balitsereal menyalurkan benih bantuan jagung hibrida unggulan Balitbangtan yaitu varietas NASA 29 dan varietas JH 37. Kedua varietas tersebut merupakan varietas yang sangat disenangi petani. Selain produksinya tinggi, kedua varietas saat ini telah terbukti adaptif di segala kondisi lingkungan.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Haris Syahbuddin, juga menambahkan, bahwa saat ini kedua varietas tersebut telah banyak ditanam oleh petani. Salah satunya Jagung varietas NASA 29 pada lahan bukaan baru di area lahan bekas tambang tepatnya di Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dapat menghasilkan 13 ton/ha.

“Kedua varietas tersebut, selain potensinya tinggi juga telah terbukti adaptif di segala kondisi lingkungan, contohnya di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang lahannya bekas tambang” kata Haris.

Berdasarkan deskripsinya, jagung hibrida Balitbangtan varietas NASA 29 merupakan jagung hibrida bertongkol ganda dengan potensi hasil hingga 13,5 t/ha yang dirilis pada tahun 2017. Sedangkan varietas JH 37 selain potensinya tinggi hingga 12,5 t/ha, juga memiliki perakaran kuat sehingga tahan rebah.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fadjry Djufry merasa senang atas semangat petani untuk tetap tanam di tengah mewabahnya virus pandemik ini.

Menurut Fadjry, semangat petani ini harus kita apresiasi karena petani adalah garda terdepan dalam penyediaan pangan di tengah pandemi covid 19. “Yang terpenting harus disampaikan protokoler selama menjalankan aktivitas bertani, agar petani tetap sehat dan tetap produktif dalam Bertani,” tutupnya. (Uje)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanaman Serealia